Scroll untuk baca artikel
Riau

35 Ton Garam Disemai ke Awan, Pemprov Riau Andalkan Hujan Buatan untuk Tekan Karhutla

×

35 Ton Garam Disemai ke Awan, Pemprov Riau Andalkan Hujan Buatan untuk Tekan Karhutla

Sebarkan artikel ini

PEKANBARU (MDC) – Pemerintah Provinsi Riau terus memperkuat langkah penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dengan menaburkan bahan semai ke awan untuk memicu hujan buatan di wilayah rawan kebakaran.

Pelaksanaan OMC tahap pertama kini telah rampung dengan total sekitar 35 ton garam (NaCl) yang disemai ke awan-awan potensial hujan selama operasi berlangsung.

Program ini merupakan kerja sama antara Pemerintah Provinsi Riau, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, serta Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika.

Upaya tersebut diharapkan mampu membantu proses pemadaman kebakaran, terutama di kawasan yang sulit dijangkau oleh tim pemadam di darat.

Pemprov Riau bersama pemerintah pusat juga telah merencanakan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca tahap kedua pada April mendatang. Namun demikian, pemerintah daerah berharap pelaksanaan tahap lanjutan tersebut dapat dipercepat, mengingat kondisi karhutla di sejumlah wilayah mulai meluas.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Riau, Jim Ghafur, mengatakan modifikasi cuaca menjadi salah satu langkah strategis dalam membantu pengendalian karhutla di wilayah Riau.

Menurutnya, kondisi cuaca panas, tiupan angin yang cukup kencang, serta karakteristik lahan gambut di Riau membuat api mudah menjalar dan sulit dipadamkan tanpa bantuan hujan.

“Modifikasi cuaca ini sangat membantu, terutama untuk wilayah yang sulit dijangkau oleh tim darat,” ujar Jim, Jumat (14/3/2026).

Hingga saat ini tercatat empat daerah di Provinsi Riau masih mengalami kebakaran hutan dan lahan, yakni di Kabupaten Kampar, Indragiri Hilir, Pelalawan, dan Bengkalis.

Di Kabupaten Kampar, kebakaran masih terjadi di kawasan Jalan Niaga, Rimbo Panjang. Tim gabungan masih terus melakukan upaya pemadaman agar api tidak meluas, mengingat lokasi kebakaran cukup dekat dengan permukiman warga.

Selain itu, kebakaran juga dilaporkan terjadi di Kecamatan Gaung, Kabupaten Indragiri Hilir, kemudian di Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, serta di Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis.

Meski demikian, sejumlah titik api yang sebelumnya muncul di Pekanbaru berhasil dikendalikan oleh tim pemadam di lapangan.

“Beberapa titik di Pekanbaru kemarin sempat muncul, namun sudah berhasil dipadamkan oleh tim di lapangan,” jelas Jim.

Pemerintah Provinsi Riau menegaskan akan terus memperkuat berbagai langkah penanganan karhutla, baik melalui operasi udara seperti modifikasi cuaca maupun melalui upaya pemadaman darat oleh tim gabungan guna mencegah kebakaran meluas di wilayah Riau. (kam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *