PEKANBARU (MDC)– Sebanyak 7.149.974 jiwa atau 99,74 persen dari total 7.168.934 penduduk Riau kini telah terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Angka tersebut menandai hampir seluruh masyarakat di Bumi Lancang Kuning telah tercover perlindungan kesehatan.
Capaian itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, dalam ekspos Satu Tahun Kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Riau Masa Bakti 2025–2030 di Balai Pauh Janggi, Jumat (20/2/2026).
“Alhamdulillah, komitmen kita untuk mewujudkan Universal Health Coverage (UHC) menunjukkan progres sangat baik. Per 1 Januari 2026, cakupan kepesertaan JKN di Riau sudah mencapai 99,74 persen,” ujarnya.
Menurutnya, angka tersebut menjadi bukti keseriusan Pemerintah Provinsi Riau dalam memastikan akses layanan kesehatan yang layak dan terjangkau bagi seluruh masyarakat.
Tak hanya dari sisi kepesertaan, kualitas fasilitas kesehatan juga terus diperkuat. Dari total 81 rumah sakit di Riau pada 2025, sebanyak 80 rumah sakit atau 98,7 persen telah terakreditasi. Rinciannya, 69 rumah sakit berakreditasi paripurna dan 11 berakreditasi utama. Hanya satu rumah sakit yang belum terakreditasi.
Sementara itu, dari 243 puskesmas di seluruh Riau, 98,35 persen telah terakreditasi, dengan komposisi 42 persen akreditasi utama, 39 persen paripurna, 17 persen madya, dan 1 persen dasar.
“Artinya, bukan hanya kepesertaan yang kita dorong, tetapi mutu layanan kesehatan juga terus kita tingkatkan, baik di rumah sakit maupun puskesmas,” jelasnya.
Berdasarkan data kabupaten/kota, mayoritas daerah di Riau telah berstatus UHC. Kota Pekanbaru mencatatkan capaian 100,71 persen, disusul Pelalawan 100,55 persen dan Rokan Hulu 101,41 persen.
Meski demikian, masih terdapat tiga daerah yang belum mencapai target UHC, yakni Rokan Hilir (99,17 persen), Indragiri Hulu (98,17 persen), dan Indragiri Hilir (98,13 persen).
SF Hariyanto menegaskan, pihaknya akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota agar seluruh masyarakat Riau benar-benar terlindungi jaminan kesehatan tanpa terkecuali.
“Kita ingin tidak ada satu pun warga Riau yang tertinggal dari perlindungan jaminan kesehatan,” tegasnya. (kam)































