Scroll untuk baca artikel
Dumai

Angin Kencang Porak-porandakan Tiga Rumah di Mundam

×

Angin Kencang Porak-porandakan Tiga Rumah di Mundam

Sebarkan artikel ini

DUMAI (MDC) – Kamis (25/12/2025) sekira pukul 14.00.WIB, langit mendung menggantung rendah. Angin bertiup semakin kencang di Kelurahan Mundam Kecamatan Medang Kampai.

Tak lama kemudian, suasana berubah mencekam. Angin berputar dengan kekuatan besar menyapu kawasan Jalan Bandes RT 04.

Dalam hitungan menit mengubah ketenangan siang menjadi kepanikan massal. Atap-atap rumah terangkat, beterbangan, dan jatuh berserakan.

Tiga rumah warga, termasuk satu unit warung, mengalami kerusakan berat pada bagian atap dan rangka bangunan.

Suara seng beradu dan kayu patah memecah kesunyian, sementara warga berlarian keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

“Kami tidak sempat apa-apa, anginnya datang cepat sekali. Atap langsung terbang,” ujar salah seorang warga yang masih tampak syok melihat rumahnya rusak.

Kepanikan sempat melanda. Anak-anak, orang tua, dan warga sekitar berhamburan menuju tempat yang dianggap lebih aman.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun kerugian materi cukup besar dan membuat sejumlah keluarga kehilangan tempat tinggal sementara.

Berdasarkan data di lapangan, rumah warga yang terdampak merupakan milik Tengku Zulkifli, Nanang Saputra, dan TS Naseer.

Sebagian besar kerusakan terjadi pada atap rumah dan kuda-kuda bangunan yang tidak mampu menahan terjangan angin kencang.

Peristiwa dramatis ini terekam dalam sejumlah video amatir warga dan dengan cepat beredar luas di media sosial.

Dalam rekaman tersebut terlihat atap rumah berserakan di jalan dan halaman, sementara warga berusaha menyelamatkan barang-barang yang masih bisa diselamatkan.

Kapolsek Medang Kampai, Iptu Supri, membenarkan kejadian angin angin kencang tersebut. Ia memastikan aparat kepolisian langsung turun ke lokasi untuk membantu penanganan awal.

“Bencana alam angin kencang ini tidak menimbulkan korban jiwa. Untuk kerugian materi masih dalam pendataan dan belum dapat ditaksir,” kata Iptu Supri saat dikonfirmasi.

Menurutnya, penanganan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan personel Polsek Medang Kampai, aparatur Kecamatan Medang Kampai, personel BPBD Kota Dumai, serta masyarakat setempat bahu-membahu membantu warga terdampak.

“Saat ini kami mengupayakan pendirian posko pengungsian sementara. Situasi di lokasi kejadian aman dan terkendali,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Kota Dumai, Wahyu Wicaksono, menyatakan pihaknya telah menurunkan tim ke lokasi dan mendirikan tenda darurat berukuran 6 x 12 meter untuk membantu warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat.

“Kami sudah berada di lokasi sejak awal kejadian. Selain pendataan, BPBD juga mendirikan tenda darurat untuk tempat berteduh sementara bagi warga terdampak,” ujarnya.

Hingga sore, warga masih terlihat bergotong royong membersihkan puing-puing atap yang berserakan. Beberapa di antaranya berusaha menutup rumah seadanya untuk menghindari hujan susulan.

Raut lelah bercampur cemas tampak jelas, namun semangat kebersamaan menjadi penguat di tengah musibah.

Warga diimbau untuk tetap waspada dan segera mencari tempat aman apabila hujan disertai angin kencang kembali terjadi. (kam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *