DUMAI (MDC) – Setiap Sabtu, Taman Bukit Gelanggang terlihat ramai sudah biasa. Tapi pada Sabtu (24/01/2026) tak seperti biasanya. Sejak matahari belum sepenuhnya naik, ribuan warga Dumai dan daerah sekitar sudah memadati kawasan tersebut.
Mereka datang membawa bendera kecil, syal solidaritas, dan satu tujuan yang sama. Menghadiri Konser Kemanusiaan untuk Sumatera dan Palestina bersama Wali Band, grup musik nasional yang menjadi magnet utama kegiatan tersebut.
Kerumunan terus bertambah seiring berjalannya waktu. Dari berbagai kecamatan di Kota Dumai hingga luar daerah, masyarakat berdatangan dengan tertib.
Bagi sebagian warga, kehadiran Wali Band bukan sekadar hiburan, melainkan daya tarik yang menyatukan musik dengan pesan kepedulian.
Sejak pagi, Taman Bukit Gelanggang berubah menjadi ruang perjumpaan empati, tempat ribuan orang berkumpul untuk tujuan yang lebih besar dari sekadar konser.
Acara diawali dengan sesi pra-opening yang sarat makna. Vocal Grup dari SMP Al-Izzah membuka rangkaian kegiatan dengan lantunan yang menyejukkan, disusul penampilan Jaza Nasyid yang menghidupkan suasana pagi.
Di sela-sela penampilan, yel-yel kemanusiaan menggema lantang, “Palestina Merdeka” dan “Dari Dumai, Bangkit Bersama Sumatera,” membelah udara pagi dengan semangat solidaritas.
Suasana kemudian mengalir menjadi lebih khidmat. Ayat suci Al-Qur’an dilantunkan, diikuti doa bersama yang dipimpin Ketua MUI Kota Dumai.
Ribuan kepala tertunduk, ribuan tangan terangkat, menyatukan harapan agar bantuan yang terkumpul benar-benar menjadi penopang bagi mereka yang terdampak bencana di Sumatera dan krisis kemanusiaan di Palestina.
Saat lagu Indonesia Raya dikumandangkan, seluruh hadirin berdiri, menegaskan bahwa kepedulian kemanusiaan lahir dari rasa kebangsaan dan persaudaraan.
Rangkaian orasi kemanusiaan dari tokoh daerah, tokoh agama, pemuda, hingga mahasiswa mempertegas pesan acara.
Satu demi satu narasumber menyampaikan seruan untuk terus peduli dan tidak berpaling dari penderitaan sesama. Pesan-pesan itu diterima dengan tepuk tangan panjang, seolah menjadi janji bersama untuk terus bergerak membantu.
Wali Kota Dumai, H. Paisal, yang hadir langsung di tengah lautan massa, menyampaikan apresiasinya atas antusiasme masyarakat yang telah memadati lapangan sejak pagi hari.
Menurutnya, tingginya partisipasi warga menunjukkan kuatnya empati sosial masyarakat Dumai.
“Alhamdulillah, antusiasme masyarakat luar biasa. Ini menunjukkan bahwa masyarakat Dumai memiliki kepedulian dan empati yang besar terhadap saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah, baik di Sumatera maupun di Palestina,” ujar Paisal di hadapan ribuan warga.
Puncak emosi terjadi ketika bendera raksasa sepanjang 100 meter dibentangkan dari bagian belakang audiens menuju panggung.
Diiringi lagu Free Palestine, bendera itu bergerak perlahan di atas kepala massa. Banyak hadirin terdiam, sebagian terlihat menitikkan air mata.
Pagi yang semula cerah berubah menjadi momen refleksi bersama tentang kemanusiaan dan keadilan.
Tak lama berselang, sorak sorai membahana ketika Wali Band akhirnya naik ke atas panggung.
Sejak denting nada pertama, ribuan penonton langsung larut bernyanyi. Lagu-lagu Wali Band yang sarat pesan cinta, persaudaraan, dan ketulusan terasa sejalan dengan semangat konser kemanusiaan ini.
Lapangan Taman Bukit Gelanggang pun menjelma menjadi paduan suara raksasa, tempat ribuan suara menyatu mengikuti irama sang idola.
Kehadiran Wali Band bukan hanya menjadi hiburan utama, tetapi juga penguat pesan solidaritas. Di sela penampilan, ajakan untuk peduli dan berbagi terus disuarakan.
Musik menjadi jembatan emosi yang menghubungkan Dumai dengan Sumatera dan Palestina, menjadikan konser ini lebih dari sekadar tontonan.
Seiring penampilan Wali Band, sesi penggalangan donasi. Beragam item bertema Palestina dilelang, sementara tim pengumpul donasi menyisir area audiens hingga tamu undangan.
Setiap kontribusi disambut tepuk tangan, menandai bahwa kepedulian bukan hanya diucapkan, tetapi diwujudkan.
Menjelang akhir acara, panitia mengumumkan total donasi yang terkumpul mencapai lebih dari Rp1 miliar, ditambah sumbangan mata uang asing.
Angka tersebut menjadi bukti nyata bahwa pagi di Dumai hari itu telah melahirkan harapan baru bagi mereka yang membutuhkan.
Di bawah sinar matahari yang kian meninggi, Konser Kemanusiaan bersama Wali Band pun berakhir. Namun gema lagu, doa, dan solidaritas yang terbangun sejak pagi itu tetap tinggal.
Dari Taman Bukit Gelanggang, Dumai mengirimkan pesan kuat: lewat musik dan kebersamaan, kemanusiaan selalu menemukan jalannya. (kam)































