Menanamkan budaya tertib berlalu lintas bisa dimulai dari apresiasi, bukan semata penindakan. Dan Kilang Pertamina Dumai mengubah suasana tegang razia kendaraan bermotor menjadi ruang edukasi keselamatan.
Siang Kamis (22/01/2025) itu, suasana Kompleks Perumahan Kilang Pertamina Dumai di Bukit Datuk tampak berbeda. Beberapa pengendara yang melintas tampak memperlambat laju kendaraan saat melihat petugas berjaga di persimpangan jalan.
Namun, alih-alih ketegangan seperti razia pada umumnya, raut wajah sebagian pengendara justru berubah menjadi senyum lega—bahkan ada yang pulang membawa hadiah.
Inilah cara Kilang Pertamina Dumai mengedukasi warga agar tertib berlalu lintas. Bekerja sama dengan Satlantas Polres Dumai, perusahaan energi nasional tersebut menggelar razia gabungan yang mengedepankan pendekatan humanis dan edukatif, dengan memberikan reward kepada pengendara yang patuh aturan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional 2026, yang dimanfaatkan Kilang Pertamina Dumai untuk menanamkan pesan bahwa keselamatan tidak berhenti di area operasional, tetapi juga harus hidup dalam aktivitas sehari-hari masyarakat.
Di tiga titik kawasan Bukit Datuk – Jalan Raya Bukit Datuk, Simpang Jalan Gereja, dan Jalan Rajawali, petugas gabungan memeriksa kelengkapan kendaraan roda dua dan roda empat.
SIM, STNK, hingga kondisi kendaraan dicek satu per satu. Namun suasana tetap cair. Teguran disampaikan dengan bahasa persuasif, disertai penjelasan mengenai pentingnya tertib berlalu lintas demi keselamatan bersama.
Manager Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) Kilang Pertamina Dumai, Syahrial Okzani, menuturkan bahwa budaya keselamatan harus tumbuh dari kesadaran individu.
“Keselamatan itu bukan sekadar aturan di tempat kerja. Cara kita berkendara di jalan, meskipun hanya di lingkungan perumahan, juga mencerminkan budaya K3 yang kita miliki,” ujarnya.
Pendekatan edukatif tersebut terbukti efektif. Dari hasil razia selama empat jam, petugas mencatat 110 pelanggaran lalu lintas, mulai dari SIM dan STNK yang tidak lengkap hingga penggunaan knalpot tidak sesuai ketentuan.
Tidak ada tilang yang dikeluarkan. Para pelanggar hanya diberikan surat teguran sebagai pengingat agar lebih disiplin.
Sebaliknya, bagi pengendara yang tertib dan lengkap administrasi, Kilang Pertamina Dumai memberikan apresiasi berupa hadiah sederhana. Bukan soal nilainya, melainkan pesan di baliknya..Kepatuhan adalah sesuatu yang layak dihargai.
Kanit Patwal Satlantas Polres Dumai, A. Karim, mengingatkan bahwa keselamatan seharusnya menjadi prioritas utama setiap pengguna jalan. “Lebih baik selamat sampai tujuan daripada tergesa-gesa dan berisiko,” ujarnya singkat.
Area Manager Communication, Relations, & CSR Kilang Pertamina Dumai, Agustiawan, menilai edukasi keselamatan akan lebih membekas jika dilakukan dengan cara yang membangun kesadaran, bukan sekadar penindakan.
“Budaya tertib lalu lintas tidak bisa dibentuk dalam sehari, apalagi hanya oleh satu pihak. Melalui kolaborasi seperti ini, kami ingin mengajak masyarakat memulai dari diri sendiri,” katanya.
Bukit Datuk sendiri dikenal sebagai jalur alternatif favorit warga Kota Dumai untuk mempersingkat waktu tempuh. Sejak 2022, kawasan ini juga ditetapkan sebagai kampung tertib lalu lintas, namun tingginya mobilitas membuat edukasi berkelanjutan tetap dibutuhkan.
Lewat razia yang berubah menjadi ruang edukasi dan apresiasi ini, Kilang Pertamina Dumai menunjukkan bahwa menanamkan budaya keselamatan bisa dilakukan dengan cara yang lebih hangat. Mengajak, mengingatkan, dan menghargai. Sebuah pendekatan kecil, namun bermakna, demi jalan yang lebih aman bagi semua. (kam)































