JAKARTA (MDC) – Pemerintah Kota Dumai memaparkan usulan strategis pengembangan terminal peti kemas serta bantuan bus angkutan sekolah dan bus perintis kepada Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dalam kunjungan resmi yang berlangsung Rabu (11/02/2026).
Pemaparan dilakukan oleh Sekretaris Daerah Kota Dumai, Fahmi Rizal, yang mewakili Pemerintah Kota Dumai. Rombongan diterima oleh Staf Ahli Menteri Perhubungan, Robby Kurniawan beserta jajaran.
Dalam paparannya, Fahmi menjelaskan urgensi pembangunan terminal peti kemas di Dumai seiring meningkatnya aktivitas industri dan arus logistik. Pada 2024, volume ekspor dari wilayah ini mencapai sekitar 16 juta ton dengan estimasi nilai 16 miliar dolar AS. Namun, pelaku usaha masih harus mengirim barang melalui pelabuhan lain seperti Pelabuhan Belawan bahkan Singapura, yang berdampak pada waktu tunggu kapal dan biaya operasional yang lebih tinggi.
Menurut Fahmi, keberadaan terminal peti kemas akan meningkatkan efisiensi logistik sekaligus memperkuat daya saing Dumai yang memiliki posisi geografis strategis.
Selain itu, Pemko Dumai juga mengusulkan bantuan bus sekolah guna mengurangi kepadatan lalu lintas akibat tingginya penggunaan kendaraan pribadi oleh pelajar. Sementara bus perintis dinilai penting untuk memperkuat konektivitas antarwilayah seiring pertumbuhan kota.
Menanggapi usulan tersebut, Robby Kurniawan menyampaikan apresiasi atas inisiatif Pemerintah Kota Dumai. Ia menegaskan bahwa Kemenhub akan mempelajari lebih lanjut proposal yang diajukan.
“Kami melihat Dumai menunjukkan perkembangan positif di berbagai sektor. Dukungan transportasi yang memadai menjadi kunci agar pertumbuhan ini berkelanjutan,” ujarnya.
Pertemuan turut dihadiri perwakilan instansi terkait, termasuk jajaran Direktorat dan Dinas Perhubungan yang mendampingi proses diskusi teknis. (kam)































