Scroll untuk baca artikel
DumaiTravel

Ditlantas Polda Riau Petakan Titik Rawan Mudik Lebaran 1447 H, Pengendara Diimbau Lebih Waspada di Jalan

×

Ditlantas Polda Riau Petakan Titik Rawan Mudik Lebaran 1447 H, Pengendara Diimbau Lebih Waspada di Jalan

Sebarkan artikel ini

PEKANBARU (MDC) – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Riau bergerak cepat mengantisipasi lonjakan arus mudik Lebaran Idul Fitri 1447 H/2026 M dengan memetakan sejumlah titik rawan kecelakaan (blackspot) dan kemacetan di berbagai jalur utama. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mengingatkan para pengendara agar lebih berhati-hati selama perjalanan menuju kampung halaman.

Pemetaan tersebut mencakup jalur lintas barat, timur, tengah hingga jalur menuju perbatasan Sumatera Utara. Upaya ini diharapkan dapat meminimalkan risiko kecelakaan serta menjaga kelancaran arus lalu lintas di tengah prediksi meningkatnya volume kendaraan saat musim mudik.

Direktur Lalu Lintas Polda Riau, Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika, mengatakan identifikasi titik rawan dilakukan sejak dini sebagai bagian dari strategi pengamanan dan rekayasa lalu lintas yang komprehensif.

“Beberapa titik rawan sudah kami identifikasi, baik yang berpotensi menimbulkan kemacetan maupun kecelakaan lalu lintas. Karena itu kami menyiapkan langkah-langkah pengamanan serta rekayasa lalu lintas di jalur-jalur tersebut,” ujar Jeki, Jumat (06/03/2026).

Pada jalur lintas barat yang menghubungkan Pekanbaru menuju Sumatera Barat melalui Kabupaten Kampar, sejumlah titik menjadi perhatian khusus, yakni KM 17, KM 29, KM 82 hingga KM 98. Kawasan ini dikenal rawan kecelakaan karena kondisi geografis jalan serta kerap terjadi kemacetan akibat aktivitas pasar tumpah seperti di Pasar Kuok, Pasar Danau Bingkuang, dan Pasar Kampar.

Sementara itu, di jalur lintas timur menuju Jambi, kepolisian juga menandai sejumlah titik krusial di wilayah Pelalawan, Indragiri Hulu hingga Indragiri Hilir. Beberapa lokasi yang perlu diwaspadai pengendara antara lain Desa Simpang Beringin, Kiyap Jaya hingga kawasan Keritang di KM 278. Kepadatan arus logistik yang tinggi di jalur ini sering kali meningkatkan potensi kecelakaan.

Pada jalur lintas tengah menuju Kuantan Singingi serta jalur utara menuju Sumatera Utara, tantangan utama yang dihadapi adalah pasar tumpah dan kondisi infrastruktur jalan yang mengalami kerusakan. Kemacetan diperkirakan terjadi di Pasar Benai dan kawasan Pajak Lama Bagan Batu di Kabupaten Rokan Hilir. Selain itu, titik rawan kecelakaan juga terdeteksi di KM 131 Muara Lembu serta beberapa ruas jalan di wilayah Balam.

Untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan tersebut, Ditlantas Polda Riau telah menyiapkan sejumlah langkah pengamanan di lapangan. Di antaranya meningkatkan patroli lalu lintas, memasang rambu peringatan tambahan, spanduk imbauan keselamatan, serta menyiapkan jalur alternatif bagi pengendara.

“Kami juga menyiapkan pos pengamanan dan pos pelayanan, termasuk tempat istirahat bagi pengendara yang kelelahan agar perjalanan tetap aman dan lancar,” tambah Jeki.

Khusus di wilayah Kota Pekanbaru, dua pos pantau strategis juga telah disiapkan untuk mengurai kepadatan arus kendaraan. Pos pertama berada di Simpang Tabek Gadang Panam untuk memantau arus keluar menuju jalur barat, sedangkan pos kedua berada di Simpang Mal SKA guna mengantisipasi kemacetan di kawasan pusat perbelanjaan yang biasanya ramai menjelang hari raya.

Di akhir keterangannya, Jeki mengingatkan para pemudik agar tidak hanya mengandalkan kesiapan petugas di lapangan, tetapi juga mempersiapkan diri dan kendaraan dengan baik sebelum melakukan perjalanan.

“Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Jika merasa mengantuk atau lelah saat berkendara, silakan beristirahat di pos yang telah disediakan. Pastikan kendaraan dalam kondisi prima sebelum berangkat,” pungkasnya. (dit)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *