DUMAI (MDC) – Dalam upaya mengendalikan harga dan menekan inflasi, Pemerintah Kota Dumai melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sebanyak 2 kali sebulan yang sudah dimulai sejak Desember 2025 lalu.
Pada kegiatan tersebut, Pemko Dumai menghadirkan produk pangan lokal sebagai komoditi utama yang dijual.
“Pertama untuk membantu petani dalam memasarkan hasil produksinya sehingga mereka terbantu. Yang kedua untuk mengendalikan harga pada produk pertanian melalui produk subtitusi,” terang Kepala DKPP Dumai, Eliwarti.
Eli, demikian Ia disapa mengungkapkan hal itu pada kegiatan Gerakan Pangan Murah di Taman Bukit Gelanggang, Kamis (22/01/2026). Selain disambut antusias warga, Kegiatan tersebut dihadiri langsung Wali Kota Dumai H. Paisal dan Sekretaris Daerah H. Fahmi Rizal.
“Ini tadi belum sempat di buka tapi warga sudah ramai antri. Mungkin karena harganya yang sangat murah jika dibandingkan dengan harga di pasar,” kata Eli.
Untuk produk pertanian lokal, pihaknya menyediakan cabe merah, sayur mayur, kacang tanah dan lain-lain. Sedangkan untuk bawang merah dilakukan kerjasama dengan distributor.
“Insya Allah untuk bulan Februari kita sudah bisa menyediakan bawang merah lokal. Karena baru bulan depan akan panen. Sedangkan cabe merah dan sayur mayur, produksinya rutin,” lanjut Eli.
Untuk produk pangan lain seperti beras, minyak goreng dan gula pasir, pihaknya bekerjasama dengan Bulog. Pada Gerakan Pangan Murah kali ini, Bulog menggelonntorkan setengah ton beras SPHP, 60 kilo gula dan 32 kotak minyak goreng. (kam)































