DUMAI (MDC) — Lonjakan harga pada kebutuhan konsumsi utama, khususnya pangan, menjadi penyumbang terbesar terhadap inflasi di Kota Dumai pada periode Oktober 2025. Pada periode tersebut, inflasi year-on-year (y-on-y) sebesar 4,94 persen.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat inflasi tersebut terjadi seiring naiknya Indeks Harga Konsumen (IHK) menjadi 111,74.
Kenaikan harga sejumlah kelompok pengeluaran menjadi pemicu inflasi tahunan ini, terutama dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang melonjak 11,24 persen. Selain itu, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya turut mencatat kenaikan signifikan sebesar 10,77 persen.
Beberapa kelompok pengeluaran lain yang mengalami kenaikan harga meliputi pendidikan: 2,59 persen, penyediaan makanan dan minuman/restoran: 2,07 persen dan kelompok rekreasi, olahraga dan budaya: 1,50 persen
Kelompok Pakaian dan alas kaki menyumbang 1,49 persen, transportasi 1,20 persen, kesehatan, 1,11 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 0,42 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,31 persen dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,19 persen
Sejumlah komoditas kebutuhan pokok dan pengeluaran rumah tangga menjadi penyumbang utama inflasi year-on-year (y-on-y) di Kota Dumai pada Oktober 2025.
Kenaikan harga terutama dipicu oleh komoditas pangan seperti cabai merah, bawang merah, ikan tongkol, ikan kembung, ikan serai, udang basah, beras, telur ayam ras, serta minyak goreng.
Selain itu, komoditas lain yang turut memberikan kontribusi inflasi antara lain daging ayam ras, sate, kue basah, cabai hijau, tomat, wortel, kue kering berminyak, es, mie kering instan, dan ikan asin teri.
Tak hanya bahan pangan, kelompok pengeluaran lain juga memberikan andil terhadap inflasi. Di antaranya emas perhiasan, mobil, sepeda motor, wafer, kontrak rumah, uang bulanan sekolah dasar dan taman kanak-kanak, serta ongkos binatu/laundry.
Sementara itu, sejumlah produk tembakau seperti sigaret kretek mesin (SKM) dan sigaret kretek tangan (SKT) juga tercatat sebagai komoditas penyumbang inflasi.
Kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok, pendidikan, transportasi, dan sewa tempat tinggal ini menunjukkan tekanan inflasi yang berasal dari kebutuhan konsumsi masyarakat sehari-hari di Kota Dumai. (dit)































