INDRAGIRI HILIR (MDC) – Kebakaran akibat kebocoran pipa gas milik PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) di jalur pipa Grissik–Duri (GD) KP 222, Desa Batu Ampar, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, berhasil dipadamkan.
Api yang sempat menyembur tinggi sejak Jumat (02/02/2026) pukul 16.35 WIB, dinyatakan sepenuhnya padam pada Sabtu (03/01/2026) pagi sekitar pukul 05.35–05.55 WIB. Apo berhasil dipadamkan setelah dilakukan penutupan seluruh section valve terdekat.
Corporate Secretary TGI, Emil Ismail, memastikan kondisi di lokasi kejadian telah terkendali. Saat ini, perusahaan memfokuskan perhatian pada pengamanan area, perbaikan pipa, serta pemulihan operasional jaringan gas.
“Alhamdulillah, kondisi sudah terkendali dan api telah padam. Saat ini kami fokus pada upaya perbaikan pipa serta pemulihan operasional dengan tetap mengutamakan keselamatan masyarakat,” ujar Emil, Sabtu (03/01/2026).
Emil menegaskan, tidak terdapat korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun, delapan warga dilaporkan mengalami luka bakar ringan dan telah mendapatkan perawatan medis serta kembali ke rumah masing-masing.
Selain itu, kebocoran pipa gas mengakibatkan kerusakan pada sejumlah rumah dan kendaraan milik warga di sekitar lokasi kejadian.
“TGI berkomitmen bertanggung jawab penuh atas seluruh dampak yang ditimbulkan, termasuk kerusakan aset milik warga,” tegasnya.
Insiden kebocoran pipa gas ini pertama kali dilaporkan pada Jumat (2/1/2026) sekitar pukul 16.35 WIB. Menyikapi laporan tersebut, TGI segera mengambil langkah pengamanan dengan mematikan kompresor dan menutup seluruh katup terdekat guna menghentikan aliran gas.
Perusahaan juga berkoordinasi dengan tim pemadam kebakaran, aparat keamanan, pengamanan Objek Vital Polda Riau, serta pihak terkait lainnya.
Seluruh tahapan penanganan dilakukan sesuai standar Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) oleh personel yang kompeten.
TGI juga terus melakukan pemantauan tekanan gas serta berkoordinasi dengan shipper dan buyer di jalur Grissik–Duri untuk memastikan sistem tetap aman.
Saat ini, perbaikan pipa diperkirakan akan memakan waktu maksimal lima hari ke depan.
Di sisi lain, perusahaan juga terus melakukan monitoring lingkungan guna meminimalkan dampak yang ditimbulkan.
“Proses investigasi masih berjalan untuk mengetahui penyebab kejadian. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan berkomitmen penuh untuk memastikan keselamatan masyarakat serta keamanan operasional jaringan gas,” tutup Emil. (kam)































