Scroll untuk baca artikel
Dumai

Ketika Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Jadi Kebutuhan, Kilang Pertamina Dumai Hadir Memberikan Edukasi

×

Ketika Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Jadi Kebutuhan, Kilang Pertamina Dumai Hadir Memberikan Edukasi

Sebarkan artikel ini
Kilang Pertamina Dumai hadir memberikan edukasi kebencanaan kepada masyarakat pesisir. Rabu (15/01/2026), di aula Kantor Kelurahan Mundam. F : KPI Dumai

DUMAI (MDC) – Di pesisir Kota Dumai, ancaman bencana bukan lagi sekadar kemungkinan. Banjir rob yang datang silih berganti, abrasi yang perlahan menggerus daratan, hingga kebakaran hutan dan lahan menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan adalah kebutuhan nyata bagi masyarakat yang hidup di wilayah rentan.

Menyadari kondisi tersebut, Kilang Pertamina Dumai hadir memberikan edukasi kebencanaan kepada masyarakat pesisir. Rabu (15/01/2026), aula Kantor Kelurahan Mundam menjadi ruang belajar bersama bagi warga Kelurahan Mundam dan Tanjung Palas yang tergabung dalam Masyarakat Peduli Api (MPA) melalui Pelatihan Tanggap Bencana Pesisir.

Pelatihan ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Dumai, peserta dibekali pemahaman menyeluruh tentang kebencanaan. Mulai dari langkah kesiapsiagaan pra-bencana, tindakan saat bencana terjadi, hingga upaya pemulihan pasca-bencana.

Edukasi ini diharapkan mampu memperkuat peran masyarakat sebagai garda terdepan dalam menghadapi situasi darurat.

Area Manager Communication, Relations, & CSR Kilang Pertamina Dumai, Agustiawan, menegaskan bahwa edukasi kebencanaan merupakan bagian dari komitmen sosial perusahaan dalam membangun ketangguhan masyarakat secara berkelanjutan.

“Ketika kesiapsiagaan sudah menjadi kebutuhan, maka edukasi menjadi kunci. Melalui pelatihan ini, kami ingin masyarakat memiliki pemahaman yang sama agar mampu melindungi diri, keluarga, dan lingkungan sekitarnya,” ujarnya.

Pelatihan ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Kilang Pertamina Dumai melalui program Serumpun Paman Bahri, yang berfokus pada pemberdayaan dan penguatan masyarakat pesisir.

Program ini menempatkan edukasi dan peningkatan kapasitas masyarakat sebagai fondasi dalam upaya mitigasi bencana.

Dalam suasana diskusi yang interaktif, peserta juga diperkenalkan pada tujuh potensi bencana yang dihadapi Kota Dumai berdasarkan Kajian Risiko Bencana Tahun 2024. Kebakaran hutan dan lahan, banjir dan banjir pesisir (rob), kegagalan teknologi, kekeringan, angin puting beliung dan cuaca ekstrem, gelombang tinggi dan abrasi, serta gempa bumi.

Perwakilan BPBD Kota Dumai, Jumadi Junaidi, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam penanggulangan bencana. Menurutnya, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan dunia usaha dan partisipasi aktif masyarakat.

“Kesiapsiagaan harus dibangun bersama. Edukasi seperti ini sangat penting agar masyarakat memahami risiko di wilayahnya dan tahu apa yang harus dilakukan,” katanya.

Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman mengenai pentingnya menyiapkan Tas Siaga Bencana sebagai langkah antisipatif awal di tingkat keluarga. Langkah sederhana ini diyakini dapat memberikan perlindungan awal saat situasi darurat terjadi.

Apresiasi atas kegiatan ini datang dari pemerintah kelurahan. Lurah Mundam, Adi Aprianto, menyampaikan bahwa pelatihan tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat pesisir yang selama ini berada di wilayah rawan bencana.

“Edukasi ini membuka wawasan masyarakat. Warga menjadi lebih siap dan tidak panik ketika menghadapi potensi bencana,” ujarnya.

Melalui edukasi kebencanaan ini, Kilang Pertamina Dumai menegaskan perannya sebagai mitra masyarakat dan pemerintah dalam membangun ketangguhan lokal.

Upaya ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 11 tentang kota dan permukiman berkelanjutan serta SDG 13 tentang penanganan perubahan iklim, dengan menempatkan kesiapsiagaan masyarakat sebagai bagian penting dari pembangunan yang berkelanjutan. (kam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *