SUASANA Rumah Sakit Pertamina Dumai (RSPD), Sabtu (20/12/2025) pagi berubah dari bau antiseptik khas rumah sakit, menjadi ruang penuh tawa dan harap. Karena pagi itu, semangat baru lahir dari senyum 200 anak. Senyum polos usai menerima rapor semester pertama, berpadu dengan keberanian mereka menjalani satu fase penting dalam perjalanan tumbuh dewasa.
Mereka adalah peserta Khitanan Massal Ceria yang digelar secara gratis oleh Kilang Pertamina Dumai melalui Baituzakkah Pertamina (BAZMA).
Dengan mengusung tema “Khitanan Ceria Energi Kebaikan Indonesia”, kegiatan ini menjadi penanda syukur sekaligus persembahan sosial dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-68 Pertamina.
Di balik balutan kain sarung dan wajah yang sedikit tegang, tersimpan cerita tentang perhatian dan kepedulian.
Bagi anak-anak, hari itu adalah pengalaman berani. Bagi orang tua, momen ini adalah kelegaan. Dan bagi Pertamina, inilah wujud kehadiran yang nyata di tengah masyarakat.
General Manager Kilang Pertamina Dumai, Iwan Kurniawan, menuturkan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bentuk komitmen perusahaan terhadap masa depan generasi muda Dumai.
“Program ini merupakan bukti kepedulian perusahaan terhadap kesehatan dan perkembangan anak-anak, baik fisik maupun mental. Terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah sekitar operasional Kilang Minyak Putri Tujuh,” ujarnya.
Ia berharap, energi kebaikan yang dibagikan hari itu dapat terus mengalir dan memberi manfaat berkelanjutan bagi masyarakat. Sebab, bagi Pertamina, keberadaan industri harus seiring dengan tumbuhnya kesejahteraan warga sekitar.
Khitanan massal ini terwujud berkat kolaborasi lintas elemen di lingkungan Kilang Pertamina Dumai. Mulai dari Persatuan Wanita Patra (PWP), BAZMA, Badan Dakwah Islam (BDI), Serikat Pekerja KMPT, Patrapala, Agent of Change (AOC), KOPJAS-PPT, HIMPANA, hingga dukungan penuh Rumah Sakit Pertamina Dumai. Sinergi ini menjadi gambaran bahwa kepedulian adalah kerja bersama.
Ketua BAZMA RU II Dumai, Abdul Aziz Kholish, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional BAZMA Pertamina yang dilaksanakan serentak di berbagai wilayah operasi.
“Dalam rangka HUT ke-68 Pertamina, khitanan massal ceria digelar pada 20–28 Desember 2025 di sejumlah daerah seperti Jakarta, Cilacap, Cirebon, Balikpapan, Dumai, Plaju, dan Prabumulih. Khusus di Dumai, diikuti oleh 200 anak dari berbagai kelurahan,” jelasnya.
Anak-anak peserta datang dari Tanjung Palas, Jaya Mukti, Bukit Datuk, Teluk Binjai, Buluh Kasap, Bukit Timah, Mekarsari, hingga kelurahan lainnya. Dan deluruh pembiayaan kegiatan ini ditopang oleh dukungan perusahaan dan PWP RU II Dumai.
Apresiasi pun datang dari Pemerintah Kota Dumai. Diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Drs. H. Muhammad Yunus, pemerintah menyampaikan terima kasih atas kontribusi nyata Pertamina.
“Kegiatan ini sangat membantu masyarakat, khususnya warga kurang mampu. Semoga Pertamina terus jaya dan konsisten memberi manfaat bagi Kota Dumai,” tuturnya.
Namun, kisah paling menyentuh justru datang dari para orang tua. Dengan mata berkaca-kaca, Lisa Yuliana, warga Kelurahan Ratu Sima, Dumai Selatan, mengungkapkan rasa syukurnya.
“Dua anak saya ikut hari ini. Alhamdulillah acaranya lancar, anak-anak aman, dikasih sarapan, obat-obatan, dan perhatian. Terima kasih Pertamina. Semoga kegiatan seperti ini terus ada untuk membantu masyarakat,” ucapnya lirih namun penuh harap.
Area Manager Communication, Relations & CSR Kilang Pertamina Dumai, Agustiawan, menegaskan bahwa khitanan massal ini merupakan bagian dari komitmen Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
“Kami ingin Kilang Pertamina Dumai selalu hadir di tengah masyarakat. Semoga kegiatan ini bisa meringankan beban dan memberi kebahagiaan bagi keluarga peserta,” ujarnya.
Usai proses khitan, setiap anak pulang membawa lebih dari sekadar bingkisan, obat-obatan, dan uang saku. Mereka membawa cerita tentang keberanian, kepedulian, dan energi kebaikan yang kelak akan mereka kenang. Sunat massal bukan hanya soal kesehatan, tetapi tentang menanam harapan di masa depan. (kam)































