DUMAI (MDC) — Kilang Pertamina Dumai berkolaborasi dengan Fakultas Teknik Universitas Riau (UNRI) menyelenggarakan Workshop Proses Safety Engineering bertajuk “From Theory to Industrial Practice”.
Kegiatan ini menjadi wujud komitmen Pertamina dalam mendukung pembangunan daerah melalui penguatan peran perguruan tinggi serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal di Provinsi Riau.
Workshop digelar di Gedung Integrated Classroom Universitas Riau, Pekanbaru, Sabtu (31/1), dan diikuti oleh peserta lintas pemangku kepentingan, mulai dari dosen dan akademisi UNRI, Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Wilayah Riau, perwakilan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, hingga mahasiswa teknik.
Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber kompeten di bidang keselamatan proses, yakni Dr. Ir. Darmawan Ahmad Mukharror, M.Sc, yang memaparkan aspek keilmuan process safety di industri, khususnya sektor migas nasional dan internasional, serta Senior Manager Operation & Manufacturing (SMOM) RU II Dumai, Isnandhi Dwi Saputra, yang bertindak sebagai dosen tamu dengan materi terkait Process Safety and Asset Integrity Management System (PSAIM) dan manajemen pengendalian risiko di Pertamina.
Process safety engineering sendiri merupakan disiplin teknik yang berfokus pada rekayasa, manajemen, identifikasi, serta pengendalian bahaya proses guna mencegah insiden katastropik, seperti ledakan, kebakaran, kebocoran bahan kimia, hingga kecelakaan berskala besar yang berpotensi menimbulkan kerugian signifikan.
Dalam paparannya, Isnandhi menjelaskan bahwa pengendalian risiko di lingkungan Pertamina dijalankan secara sistematis dan berkelanjutan melalui penerapan siklus Plan–Do–Check–Act (PDCA), yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut, serta mengacu pada peraturan perundang-undangan terkait Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3).
Upaya tersebut diperkuat dengan implementasi 18 elemen PSAIM sebagai pedoman utama pengelolaan keselamatan proses dan integritas aset di seluruh lini bisnis Pertamina.
“Pendekatan process safety dan kebijakan HSSE di PT KPI dijalankan dengan kepemimpinan yang mengutamakan people safety dan process safety, serta manajemen risiko secara full cycle, termasuk pengelolaan insiden melalui sistem pelaporan,” jelas Isnandhi.
Sementara itu, Dr. Darmawan menekankan bahwa pemahaman risiko dalam keselamatan proses dapat dilakukan melalui tiga pendekatan, yakni Directly Perceived Risk, Risk Perceived through Science, dan Virtual Risk. Menurutnya, risiko dapat ditekan melalui pengelolaan yang tepat, di mana di situlah letak seni dari process safety engineering.
Selain workshop, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan Penandatanganan Kontrak Kerja Sama Swakelola Konsultan Perguruan Tinggi, sebagai langkah strategis memperkuat kualitas pengambilan keputusan teknis dan pengelolaan risiko berbasis sains dan rekayasa dengan melibatkan akademisi berkompetensi khusus di bidang process safety.
Penandatanganan tersebut merupakan tindak lanjut konkret dari Nota Kesepahaman (MoU) antara Direktur Utama PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Taufik Adityawarman dan Rektor Universitas Riau Prof. Dr. Sri Indarti, S.E., M.Si.
General Manager RU II Dumai Iwan Kurniawan menegaskan bahwa Kilang RU II Dumai tumbuh dan beroperasi di Provinsi Riau, sehingga kemitraan erat dengan Universitas Riau menjadi sebuah keniscayaan.
“Kegiatan ini menjadi momen penting implementasi komitmen bersama dalam membangun kolaborasi strategis antara industri dan perguruan tinggi, yang tidak berhenti pada tataran seremonial, tetapi berlanjut pada kerja teknis, akademik, dan profesional yang terukur,” ujar Iwan.
Ia menambahkan bahwa process safety memegang peran krusial dalam pengendalian risiko yang berdampak langsung terhadap keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Oleh karena itu, akademisi memiliki peran strategis dalam pengembangan ilmu, metodologi analisis bahaya, pendekatan berbasis risiko, serta riset yang didorong oleh sains dan inovasi.
“Melalui kegiatan ini, praktisi industri berbagi pengalaman nyata, lessons learned dari insiden, serta implementasi sistem keselamatan proses pada fasilitas dengan tingkat risiko dan kompleksitas operasional tinggi,” imbuhnya.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari civitas akademika Universitas Riau. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UNRI Prof. Dr. Hermandra, M.A., mengapresiasi inisiatif Kilang Pertamina Dumai dalam berbagi pengetahuan dan pengalaman industri kepada mahasiswa.
“Kesediaan Pertamina dan para praktisi berbagi ilmu merupakan kontribusi luar biasa. Ini menunjukkan bahwa Pertamina tidak hanya fokus pada industri, tetapi juga memiliki kepedulian besar terhadap dunia pendidikan,” ujarnya.
Melalui kolaborasi ini, PT Kilang Pertamina Internasional RU II Dumai optimistis mendorong inovasi, peningkatan keselamatan proses, serta penguatan daya saing industri energi nasional, sekaligus mendukung lahirnya lulusan unggul di bidang process safety engineering. Inisiatif ini juga sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin 4 (Pendidikan Berkualitas), poin 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), serta poin 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur). (kam)































