DUMAI (MDC) – Sebanyak 36 warga dari wilayah Ring 1 sekitar Kilang Pertamina Dumai mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas masyarakat melalui Pelatihan Dasar (Diksar) Satpam Kualifikasi Gada Pratama. Mereka berasal dari Kelurahan Tanjung Palas, Jaya Mukti, Teluk Binjai, serta beberapa orang dari wilayah Kota Dumai lainnya
Pelatihan tersebut sebagai bentuk komitmen dalam menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang berdampak nyata bagi masyarakat, PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) Refinery Unit II Dumai.
Pelatihan yang berlangsung selama 13 hari, mulai 30 Oktober hingga 13 November 2025, dibuka secara resmi melalui acara pelepasan peserta di Gedung Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kota Dumai, Kamis (30/10/2025).
Acara pelepasan dihadiri oleh Staf Ahli Bidang Hukum dan Politik Pemerintah Kota Dumai Hermanto Usman yang mewakili Wali Kota Dumai H. Paisal, SKM. Hadir Ketua Pelaksana Tameng Adat LAMR Kota Dumai Tengku Dedek Iskandar, Camat Dumai Timur Zainur, Sekretaris Lurah Tanjung Palas, Hermawanto, Lurah Jaya Mukti Rudi Pandapotan, serta Lurah Buluh Kasap, Suyono.
Pjs. Senior Manager Operation & Manufacturing (SMOM) PT KPI RU II Dumai, Aries Artanto, mewakili General Manager PT KPI RU II Dumai Iwan Kurniawan, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari Program Penghidupan Berkelanjutan bagi masyarakat Ring 1.
“Melalui pelatihan keterampilan kerja ini, kami berharap masyarakat dapat membangun kemandirian dan memperluas kesempatan memperoleh pekerjaan melalui peningkatan kompetensi,” ujar Aries.
General Manager PT KPI RU II Dumai Iwan Kurniawan menyampaikan harapannya agar para peserta dapat menjadi tenaga pengamanan yang terlatih, kompeten, dan tersertifikasi.
“Program ini juga menjadi wujud harmoni sinergi antara Kilang Pertamina Dumai dan LAMR Kota Dumai, serta bentuk kolaborasi antara dunia industri, pemerintah, dan lembaga adat dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” ucapnya.
Ketua Umum DPH LAMR Dumai, Datuk Seri Zamhur Egab, mengapresiasi inisiatif Kilang Pertamina Dumai yang selaras dengan nilai-nilai budaya Melayu.
“Jaga kekompakan, tinggikan adat budaya Melayu, dan rawat marwah. Ini berkah bagi masyarakat dan semoga dapat terus berkelanjutan,” ujar beliau.
Pemerintah Kota Dumai juga memberikan dukungan penuh. Hermanto Usman menyampaikan bahwa kebutuhan tenaga satuan pengamanan di Kota Dumai sangat tinggi, seiring posisinya sebagai kota pelabuhan, jasa, dan industri.
“Kegiatan ini tepat sasaran dan sangat relevan dengan kebutuhan tenaga pengamanan di Dumai. Kami berharap peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh agar menjadi satpam profesional dan andal,” tegasnya.
Acara ditutup dengan penyerahan simbolis paket seragam peserta serta prosesi tepuk tepung tawar oleh jajaran LAMR Kota Dumai sebagai bentuk restu adat bagi para peserta sebelum memasuki dunia kerja.
Program Penghidupan Berkelanjutan ini telah berjalan sejak Januari 2025 dan mencakup pelatihan Satpam Gada Pratama bagi 23 warga serta pelatihan pembuatan batako untuk 16 peserta. Program ini juga mendukung capaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dan poin 10 (Berkurangnya Kesenjangan).
Area Manager Communication, Relations, & CSR PT KPI RU II Dumai, Agustiawan, menegaskan komitmen perusahaan dalam memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Keberhasilan perusahaan bukan hanya dari capaian operasional, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat. Kami percaya keterampilan yang diperoleh peserta akan menjadi bekal berharga untuk tumbuh dan berdaya,” tutupnya. (dit)































