DUMAI (MDC) – Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kota Dumai resmi menetapkan kepemimpinan baru melalui mekanisme organisasi dalam Musyawarah Kota (Muskot) V yang digelar pada Ahad (28/12/2025) di Grand Zuri Hotel Dumai.
Forum tertinggi di tingkat kota tersebut berlangsung dengan agenda evaluasi program kerja, penyampaian pandangan umum, serta sidang pleno pemilihan ketua.
Sidang yang dipimpin Jaelani dengan Sekretaris Patrick Tatang dan anggota B. Alwi Saputra, Lisan, dan Lilisen berlangsung singkat.
Sesuai AD ART PSMTI, yang berhak memilih adalah pengurus kecamatan. Saat ini di Kota Dumai sudah terbentuk di empat kecamatan. Dumai Kota, Dumai Barat, Dumai Timur dan Sungai Sembilan.
Dari seluruh rangkaian musyawarah, peserta Muskot secara bulat menyepakati Zainal Arif sebagai Ketua PSMTI Kota Dumai periode 2025–2029 melalui mekanisme aklamasi. Empat pengurus kecamatan kompak mengusung dan memilih Zainal Arif.
Penetapan dilakukan dalam sidang pleno yang dipimpin Jailani Tan, sekaligus ditandai dengan penyerahan pataka PSMTI Kota Dumai kepada ketua terpilih.
Proses ini menandai berakhirnya masa kepemimpinan sebelumnya yang dipimpin Aban Lee sejak tahun 2015 selama dua periode. Tahun 2015 – 2019, 2019 – 2023. Kepengurusan diperpanjang selama 2 tahun hingga 2025.
Pelaksana Tugas Ketua PSMTI Provinsi Riau, Lindawati Chen, menegaskan bahwa Muskot bukan sekadar forum pemilihan, tetapi ruang strategis untuk menentukan arah organisasi.
Anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti periode 2014 – 2019 ini menekankan pentingnya konsistensi PSMTI sebagai organisasi sosial, budaya, dan kemasyarakatan yang berorientasi pada penguatan persaudaraan dan kontribusi kebangsaan.
“PSMTI bukan partai politik dan tidak akan berafiliasi dengan partai politik mana pun. Hal ini sudah menjadi komitmen organisasi sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga,” tegas Lindawati.
Ia juga mendorong agar kepengurusan baru mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya serta semangat kebersamaan yang menjadi fondasi PSMTI.
Sejumlah tokoh masyarakat Tionghoa Kota Dumai tampak hadir dan mengikuti jalannya Muskot dari awal hingga akhir. Diantaranya Awaludin (Ahwa), Toton Sumali dan Ciming Yohanestri.
Sementara itu, Ketua PSMTI Kota Dumai terpilih, Zainal Arif, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan seluruh anggota melalui proses musyawarah.
Pria yang memiliki nama Tionghoa Tok Siu Hong tersebut berkomitmen melanjutkan program kerja yang telah berjalan serta melakukan pembaruan agar PSMTI semakin dikenal, khususnya di kalangan generasi muda Tionghoa di Dumai.
Sebagai formatur, Zainal Arif menargetkan penyusunan struktur kepengurusan rampung paling lambat 60 hari ke depan.
Setelah Surat Keputusan diterbitkan oleh PSMTI Provinsi Riau, pelantikan kepengurusan ditargetkan dapat dilaksanakan maksimal dalam waktu 90 hari.
“Saya berharap kekompakan, solidaritas, dan kepedulian sosial dapat terus kita tingkatkan, sehingga PSMTI semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Zainal yang juga menjabat sekretaris Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Lembaga Kerukunan Keluargan Masyarakat Dumai (LKKMD) ini.
Di sisi lain, Ketua PSMTI Kota Dumai periode sebelumnya, Aban Lee menyatakan bahwa berakhirnya masa jabatan bukanlah akhir dari pengabdian.
Tokoh yang juga kini aktif sebagai politisi dan olah raga ini menyatakan komitmennya untuk tetap mendukung program organisasi. Termasuk upaya merampungkan pembangunan gedung sekretariat PSMTI Kota Dumai sebagai Rumah Besar Suku Tionghoa Indonesia di Dumai.
Aban Lee yang sebelumnya mendapat dukungan sebagai calon ketua untuk ketiga kalinya memilih tidak maju dan mengedepankan kaderisasi. Sebelumnya, PSMTI Kota Dumai dipimpin oleh Guruh Sumali dan Ramli.
“Saya akan terus aktif mensosialisasikan eksistensi PSMTI, merangkul pemuda dan tokoh Tionghoa, serta bersinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat dalam membangun Kota Dumai,” tuturnya. (kam)































