JAKARTA (MDC) – PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) resmi mencatatkan langkah strategis dalam pengembangan bisnis hulu migas dengan berhasil memenangkan tender penyediaan Hydrogen Sulfide (H2S) Equipment Rental & Services yang diselenggarakan Petronas.
Keberhasilan ini menandai masuknya Pertamina Drilling ke pasar offshore non-captive internasional untuk pertama kalinya.
Pekerjaan perdana dilaksanakan pada sumur Barokah-01 yang dioperasikan oleh Petronas Carigali Indonesia (PC Ketapang II Ltd, PC North Madura II Ltd, serta Petronas North Ketapang SDN. BHD.) sebagai bagian dari proyek offshore.
Capaian ini sekaligus memperluas portofolio layanan Pertamina Drilling di segmen jasa penunjang migas berisiko tinggi.
Direktur Pemasaran dan Pengembangan Pertamina Drilling, Jufrihadi, menyampaikan bahwa kemenangan tender ini mencerminkan tingginya kepercayaan operator migas internasional terhadap kompetensi, kualitas layanan, serta penerapan standar Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) yang dimiliki perusahaan.
“Keberhasilan memenangkan tender H2S Equipment Rental & Services di Petronas merupakan pencapaian strategis bagi Pertamina Drilling. Hal ini membuktikan bahwa kapabilitas dan standar HSSE kami mampu bersaing di pasar global, khususnya pada proyek offshore dengan tingkat risiko tinggi,” ujar Jufrihadi dalam keterangan tertulis, Kamis (15/01/2025).
Ia menjelaskan, layanan H2S memiliki peran vital dalam menjamin keselamatan operasi migas, terutama di wilayah dengan potensi paparan gas beracun. Oleh karena itu, selain kesiapan peralatan dan sistem kerja, penguatan kompetensi sumber daya manusia menjadi prioritas utama perusahaan.
Sebagai bagian dari komitmen keselamatan kerja, Pertamina Drilling tidak hanya menjalankan layanan operasional H2S, tetapi juga menyelenggarakan pelatihan Self Contained Breathing Apparatus (SCBA) bagi tim rescue, khususnya Marine Crew yang terlibat langsung dalam aktivitas offshore. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan personel dalam menghadapi kondisi darurat di lapangan.
“Kami memastikan bahwa setiap personel yang terlibat memiliki kompetensi keselamatan yang memadai. Pelatihan SCBA bagi rescue team merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mewujudkan operasi migas yang selamat dan berkelanjutan,” tambah Jufrihadi.
Kerja sama dengan Petronas ini menjadi momentum penting bagi Pertamina Drilling dalam memperkuat posisi di pasar offshore internasional sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan operator migas global lainnya.
Langkah ekspansi ini juga sejalan dengan upaya mendukung ketahanan dan kemandirian energi nasional melalui peningkatan daya saing perusahaan jasa migas nasional di tingkat global.
Dengan dukungan pengalaman, teknologi, serta penerapan standar HSSE yang ketat, Pertamina Drilling optimistis dapat terus memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan industri hulu migas, baik di dalam maupun luar negeri. (kam)































