DUMAI (MDC) – PDI Perjuangan menunjukkan kepedulian nyata terhadap masyarakat terdampak bencana alam dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada korban angin puting beliung di Kelurahan Mundam, Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai.
Bantuan diserahkan langsung oleh pengurus DPC PDI Perjuangan Kota Dumai kepada warga terdampak pada Selasa (0/01/2026). Penyerahan dipimpin Ketua DPC Bahari didampingi Sekretaris Ahmad Zamri, Bendahara Aban Lee dan sejumlah pengurus.
Penyaluran bantuan ini merupakan tindak lanjut atas peristiwa angin puting beliung yang terjadi pada Kamis (25/12/2025) sekitar pukul 14.00 WIB.
Saat itu, angin kencang berputar tiba-tiba dan menerjang kawasan Jalan Bandes RT 04 Kelurahan Mundam, mengakibatkan kepanikan warga.
Dalam hitungan menit, atap-atap rumah beterbangan dan jatuh berserakan. Tiga rumah warga, termasuk satu unit warung, mengalami kerusakan berat pada bagian atap dan rangka bangunan. Rumah yang terdampak diketahui milik Tengku Zulkifli, Nanang Saputra, dan TS Naseer.
Melihat kondisi tersebut, DPC PDI Perjuangan Kota Dumai bergerak menyalurkan bantuan sebagai bentuk solidaritas dan gotong royong. Bantuan diberikan langsung kepada warga yang terdampak, khususnya yang mengalami kerusakan rumah.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Dumai, Bahari, mengatakan bantuan tersebut merupakan hasil swadaya pengurus DPC.
“Bantuan ini merupakan swadaya dari pengurus DPC PDI Perjuangan Kota Dumai. Terlebih yang terkena musibah merupakan kader kita. Semoga bantuan ini dapat membantu dan meringankan beban,” ujarnya.
Bahari menegaskan kehadiran PDI Perjuangan tidak hanya dalam momentum politik, tetapi juga di tengah masyarakat saat menghadapi kesulitan.
Melalui bantuan ini, PDI Perjuangan berharap dapat membantu memenuhi kebutuhan mendesak warga pascabencana sekaligus mendorong pemulihan kondisi masyarakat agar dapat kembali beraktivitas secara normal.
Selain itu, PDI Perjuangan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bergotong royong dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi. (kam)































