Scroll untuk baca artikel
DumaiEconomyHukrim

Penindakan Bea Cukai Dumai Moncer, Sepanjang 2025 Ungkap 151 Kasus

×

Penindakan Bea Cukai Dumai Moncer, Sepanjang 2025 Ungkap 151 Kasus

Sebarkan artikel ini

DUMAI (MDC) – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean B Dumai menorehkan capaian kuat sepanjang tahun anggaran 2025. Tidak hanya dari sisi penerimaan negara tetapi juga pada kinerja penindakan.

Dalam paparan pada kegiatan media gathering di Aula Bea Cukai Dumai, Kamis (12/02/2026) instansi ini menegaskan peran strategisnya sebagai pelindung masyarakat melalui operasi pengawasan intensif di wilayah perairan yang rawan penyelundupan.

Sepanjang 2025, Bea Cukai Dumai mencatat 151 tindakan penegahan dan penindakan, terdiri dari 81 kasus kepabeanan, 60 kasus cukai, serta 10 kasus narkotika.

Dari penindakan narkotika tersebut, institusi mengestimasi sedikitnya 1,27 juta jiwa terselamatkan dari potensi penyalahgunaan barang terlarang. Dampak ekonominya pun signifikan, dengan potensi penghematan biaya rehabilitasi negara mencapai sekitar Rp1,13 triliun.

Humas Bea Cukai Dumai, Dedi Husni, menjelaskan bahwa capaian ini mencerminkan fungsi ganda institusi sebagai pengumpul penerimaan negara sekaligus pelindung masyarakat.

“Selain kontribusi fiskal yang melampaui target, penindakan menjadi bukti nyata komitmen kami menjaga wilayah dari peredaran barang ilegal, khususnya narkotika. Seluruh perkara ditangani hingga tuntas,” ujarnya.

Dari sisi penerimaan, Bea Cukai Dumai juga membukukan realisasi sekitar Rp8,9 triliun atau 569 persen dari target Rp1,57 triliun. Kinerja ekspor di pesisir timur Riau menjadi motor utama lonjakan tersebut, sekaligus menempatkan Dumai sebagai salah satu kontributor besar bea keluar nasional.

Indeks Kepuasan Masyarakat terhadap layanan Bea Cukai Dumai tetap berada pada kategori “sangat baik”, menandakan keseimbangan antara fungsi pelayanan dan penegakan hukum.

Meski demikian, tantangan masih dihadapi pada 2026, terutama keterbatasan sumber daya manusia yang masih kurang sekitar 40 personel dari kebutuhan ideal. Bea Cukai Dumai berharap sinergi dengan media dan masyarakat terus diperkuat guna mempertahankan efektivitas penindakan terhadap peredaran barang ilegal. (kam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *