Scroll untuk baca artikel
Dumai

Perkuat Budaya K3, Pertamina Patra Niaga RU Dumai Gelar First Aid Competition

×

Perkuat Budaya K3, Pertamina Patra Niaga RU Dumai Gelar First Aid Competition

Sebarkan artikel ini

DUMAI (MDC) – Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Dumai terus memperkokoh komitmennya dalam penguatan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di seluruh lini operasi.

Komitmen tersebut tidak hanya dituangkan dalam kebijakan, tetapi diwujudkan melalui berbagai aksi nyata yang terintegrasi dan berkelanjutan, melibatkan pimpinan, pekerja, hingga mitra kerja perusahaan.

Penguatan K3 menjadi langkah strategis untuk memastikan operasional Kilang Dumai berjalan aman, andal, dan selamat, sekaligus memberikan perlindungan maksimal bagi seluruh insan perusahaan sebagai aset utama. Komitmen ini juga sejalan dengan peran Kilang Dumai dalam mendukung ketahanan energi nasional.

Salah satu wujud nyata penguatan tersebut diwujudkan melalui kegiatan promotif kesehatan First Aid Competition yang digelar pada Kamis (5/2/2026) di Balai Pertemuan Sasana Mitra (BPSM), Komperta Bukit Datuk. Kegiatan ini melibatkan para Perwira Kilang Dumai yang berperan sebagai first aider dan tim tanggap darurat di masing-masing fungsi kerja.

Para peserta mengikuti simulasi kasus kegawatdaruratan yang dirancang menyerupai kondisi nyata di area kerja dengan berbagai potensi risiko. Melalui kompetisi ini, peserta dituntut mampu memberikan pertolongan pertama secara cepat, tepat, dan sesuai standar P3K, K3, serta aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE).

“First aider memiliki peran strategis dalam penanganan awal keadaan darurat di tempat kerja. Melalui kegiatan ini, kami berharap kompetensi pekerja semakin meningkat dan budaya keselamatan kerja dapat terus diperkuat secara berkelanjutan,” ujar Manager HSSE Refinery Unit Dumai, Syahrial Okzani.

Ia menambahkan, First Aid Competition juga menjadi momentum refleksi sekaligus sarana evaluasi kompetensi dan keterampilan Perwira dalam penanganan awal kondisi darurat.

“Aspek HSSE merupakan prioritas utama perusahaan tanpa kompromi, karena menjadi fondasi operasional yang tidak dapat ditawar,” tegasnya.

Sementara itu, Section Health dr. Hengki Ferdianto menjelaskan bahwa first aid berperan penting dalam mencegah pemburukan cedera serta mengendalikan angka Total Recordable Injury/Incident Rate (TRIR).

“Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian pre-hospital. Setiap drill selalu melibatkan first aid, sehingga kompetensi ini wajib dikuasai pekerja yang ditugaskan perusahaan sesuai ketentuan perundang-undangan,” jelasnya.

Ia menambahkan, kompetisi tahun ini dikemas lebih realistis dengan penekanan pada kasus-kasus yang sering terjadi di lapangan, seperti kecelakaan di ketinggian dan luka bakar, lengkap dengan efek suara yang menambah suasana kedaruratan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Bulan K3 Nasional 2026 yang mengusung tema “Membangun Ekosistem Pengelolaan Aspek HSSE Sesuai Tata Nilai AKHLAK untuk Mewujudkan Budaya Safety Generative secara Berkesinambungan.” Tema tersebut mencerminkan optimisme Kilang Dumai dalam mendorong perbaikan HSSE secara menyeluruh di seluruh lini.

Selain itu, Kilang Dumai juga memperluas internalisasi HSSE hingga kepada keluarga dan mitra kerja melalui Seminar HSSE yang digelar secara hybrid pada 31 Januari 2026. Seminar bertema “Kerja Keras, Tapi Tetap Waras: Regulasi Emosi, Tekanan Kerja, dan Peran Keluarga” ini menghadirkan dr. Yuliana, CHt®️, serta Delmi Wardi, Senior Trainer Safety Leadership Program (SLP) 4.0.

Melalui pendekatan Safety Leadership Program (SLP) 4.0, Kilang Dumai mendorong terbentuknya kepemimpinan keselamatan berbasis kesadaran diri, kepedulian terhadap sesama, dan keberanian melakukan intervensi terhadap potensi bahaya. Keluarga pun ditempatkan sebagai Garda Utama K3 dalam mendukung penguatan budaya HSSE.

Pjs. Area Manager Communication, Relations, & CSR Refinery Unit Dumai, Agustiawan, menegaskan bahwa penguatan K3 merupakan tanggung jawab kolektif seluruh elemen perusahaan. “K3 bukan hanya tugas fungsi HSSE, melainkan harus terinternalisasi dalam setiap aktivitas kerja dan menjadi budaya sehari-hari,” ujarnya.

Melalui rangkaian kegiatan Bulan K3 Nasional 2026, Kilang Pertamina Dumai menegaskan komitmennya dalam membangun budaya HSSE yang kuat dan berkelanjutan, demi menjaga keandalan operasional, melindungi insan perusahaan, serta mendukung ketahanan energi nasional, khususnya di wilayah Sumatera Bagian Utara. (kam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *