BANGKOK (MDC) – Inovasi precision tools untuk overhaul steam turbine hasil karya pekerja Kilang Pertamina Dumai kembali mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.
Inovasi bertajuk PROLITE berhasil meraih Gold Medal pada ajang International Intellectual Property Invention Innovation and Technology Exposition (IPITEX) 2026 yang digelar di Bangkok, Thailand, pada 5–9 Januari 2026.
Inovasi dengan judul lengkap “PROLITE: A Precision, Energy-Free Lifting Device to Reduce Mean Time to Repair (MTTR) of Special Purpose Steam Turbine Through a Lightweight, Portable, and Compact Design at Pertamina” ini dikembangkan oleh tujuh inovator Kilang Pertamina Dumai yang tergabung dalam Tim PC-Prove PROLITE.
Tim tersebut diketuai oleh Rendra Pratama, dengan anggota Abdullah Adib, Septian Jamaludin Zakky, Maulana Harun Ar Rasyid, Muhammad Ilham, Pandu Setia Nugraha, dan Supriadi.
Tim inovator ini didampingi oleh Muhammad Fadly Wahyudi sebagai fasilitator serta Stevan Eko Putra Parulian sebagai observer.
Penghargaan Gold Medal diberikan oleh National Research Council of Thailand (NRCT) dalam rangkaian pameran inovasi internasional yang berlangsung di Bangkok International Trade and Exhibition Centre (BITEC).
Tidak hanya itu, inovasi PROLITE juga memborong tiga penghargaan internasional lainnya, yakni International Special Prize CAI Award dari China Association of Inventions, Special Award dari Association of Polish Inventors and Rationalizers (API&R), serta Certificate of Appreciation of Presentation dari NRCT.
General Manager Kilang Pertamina Dumai, Iwan Kurniawan, menyampaikan apresiasi atas capaian membanggakan tersebut. Menurutnya, keberhasilan PROLITE di IPITEX 2026 menjadi kebanggaan tidak hanya bagi perusahaan, tetapi juga bagi bangsa Indonesia.
“Pencapaian di awal tahun ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kilang Pertamina Dumai. Prestasi ini menunjukkan bahwa inovasi berbasis riset internal Pertamina tidak hanya kompetitif, tetapi juga mendapat pengakuan luas di tingkat global. Ini menjadi bukti bahwa anak bangsa mampu menghadirkan solusi teknologi bernilai tinggi secara mandiri,” ujar Iwan.
Lebih lanjut, Iwan menegaskan bahwa prestasi ini memperkuat budaya inovasi yang terus dijaga di lingkungan Kilang Pertamina Dumai. Inovasi dinilai sebagai bagian integral dari strategi berkelanjutan perusahaan dalam menjawab dinamika dan tantangan industri migas yang terus berkembang, sekaligus memberikan nilai tambah bagi perusahaan dan negara.
Secara teknis, PROLITE merupakan alat khusus berbahan besi yang dirancang untuk digunakan saat proses overhaul steam turbine. Alat ini mampu mengangkat rotor turbin seberat 3,6 ton dengan tingkat presisi pengangkatan mencapai 0,007 mm. PROLITE terdiri dari tiga komponen utama, yakni Upper Frame, Lower Frame, dan Lifting Screw.
Ketua Tim PC-Prove PROLITE, Rendra Pratama, menjelaskan bahwa alat ini bekerja dengan mengubah gaya rotasional menjadi gaya translasi. Melalui mekanisme tersebut, PROLITE mampu mempercepat durasi overhaul tanpa mengurangi kualitas pekerjaan.
Dampaknya, Kilang Pertamina Dumai berhasil mencatat cost avoidance operasional yang diperkirakan mencapai Rp26 miliar.
“Saat Lifting Screw diputar, Lower Frame akan bergerak ke atas sehingga rotor turbin seberat 3,6 ton dapat terangkat dengan ketelitian 0,007 mm. Gaya yang dibutuhkan untuk memutar Lifting Screw hanya 30 Newton, setara dengan gaya yang diperlukan untuk membuka baut velg kendaraan,” jelas Rendra.
Sebelum meraih prestasi di IPITEX 2026, inovasi PROLITE juga telah menorehkan berbagai penghargaan bergengsi, antara lain Platinum Award APQA PT Pertamina (Persero) 2025, Gold Award GFIM PT KPI 2025, serta Gold Award Grand Final Forum CIP 2024 RU II.
Ajang IPITEX sendiri merupakan pameran inovasi internasional yang berfokus pada pengembangan kekayaan intelektual, inovasi, dan teknologi. Kegiatan ini bertujuan mendorong pemanfaatan hasil inovasi agar memiliki nilai tambah ekonomi serta meningkatkan daya saing industri secara berkelanjutan.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations, & CSR Kilang Pertamina Dumai, Agustiawan, menilai capaian tersebut mencerminkan konsistensi perusahaan dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Menurutnya, PROLITE menjadi bukti nyata komitmen Kilang Pertamina Dumai dalam mewujudkan operasional yang efisien, aman, dan berkelanjutan.
“Inovasi PROLITE merupakan wujud komitmen Kilang Pertamina Dumai dalam mengimplementasikan prinsip ESG secara konsisten, sekaligus menghadirkan operasional kilang yang lebih ramah lingkungan,” tutup Agustiawan.
Selain memberikan dampak signifikan pada efisiensi operasional dan nilai tambah perusahaan, inovasi PROLITE juga berdampak positif bagi lingkungan. Alat ini dirancang tanpa menggunakan sumber energi listrik sehingga tidak membutuhkan konsumsi energi tambahan selama pengoperasian. Dengan karakteristik tersebut, PROLITE turut mendukung upaya pengurangan emisi karbon dengan estimasi penurunan hingga 400 kilogram CO₂-ekuivalen (CO₂e). (kam)































