DUMAI (MDC) — Pasca penetapan dan pelantikan pengurus pada 22 November 2025 di Pekanbaru, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Dumai bergerak cepat menggelar rapat konsolidasi internal.
“Banyak agenda yang harus segera dijalankan. Konsolidasi ini penting mengingat banyak wajah baru dalam kepengurusan, sekaligus untuk menyatukan visi dalam mewujudkan program pengurus cabang dan garis perjuangan partai,” ujar Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Dumai, Bahari, Sabtu (29/11/2025).
Rapat konsolidasi yang digelar Rabu (26/11/2025) tersebut dihadiri Sekretaris Ahmad Zamri, Bendahara Aban Lee, serta lebih dari 90 persen pengurus DPC.
“Sebagai pengurus, kami berterima kasih kepada DPP PDI Perjuangan, khususnya Ibu Megawati Soekarnoputri dan Bapak Hasto Kristiyanto, yang telah memberikan kepercayaan kepada kami untuk memimpin PDI Perjuangan di Kota Dumai,” ujar Bahari, putra kelahiran Basilam Baru tersebut.
Ia menegaskan bahwa konsolidasi ini sekaligus menjadi momentum merapikan barisan dalam menghadapi berbagai dinamika internal.
“Ini bukan sekadar konsolidasi biasa. Ini adalah bentuk kesiapan PDI Perjuangan Dumai untuk tetap solid, sigap, dan setia pada garis perjuangan partai, apa pun tantangannya,” tegasnya.
Untuk pertama kalinya pula, rapat digelar di sekretariat baru DPC yang berlokasi di Jalan MH Thamrin (Dock), Kelurahan Ratu Sima.
“Agenda pertama kami adalah pindah ke sekretariat baru. Alhamdulillah, setelah puluhan tahun menyewa, kini kami resmi menempati gedung milik sendiri,” tutur Bahari.
Gedung dua lantai tersebut Ia hibahkan kepada DPP PDI Perjuangan dan menjadi aset partai. Sekretariat baru tersebut rencananya akan difungsikan tidak hanya sebagai kantor sekretariat, tetapi juga pusat pendidikan serta pengkaderan partai.
Dalam rapat tersebut, pengurus kembali menegaskan komitmen menjalankan arahan DPP dan DPD PDI Perjuangan Provinsi Riau untuk menjaga semangat gotong royong serta memastikan mesin partai tetap bekerja bagi masyarakat.
“Kerja kerakyatan harus tetap berjalan. Maka seberat apa pun dinamika, kami tetap bekerja untuk rakyat,” ujar Bahari.
Di akhir pernyataannya, Bahari menegaskan bahwa jabatan ini bukan sekadar posisi organisasi, melainkan amanah ideologis untuk melanjutkan perjuangan Bung Karno—membela masyarakat kecil, kelompok terpinggirkan, dan mereka yang masih menghadapi ketidakadilan. (dit)































