Scroll untuk baca artikel
DumaiEconomyPilihan EditorRagamRiau

700 Generasi Muda Riau Intip Peluang Karier di Industri Migas Bersama PHR.

×

700 Generasi Muda Riau Intip Peluang Karier di Industri Migas Bersama PHR.

Sebarkan artikel ini

PEKANBARU (MDC) — Industri minyak dan gas bumi (migas) bukan hanya soal sumur, rig, produksi dan distribusi energi. Di balik kegiatan tersebut, terdapat kebutuhan terhadap tenaga kerja dengan beragam kompetensi yang harus dipersiapkan sejak dini.

Hal inilah yang coba diperkenalkan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona Rokan kepada generasi muda Riau melalui kegiatan Oil & Gas Career Insight Sharing Session yang digelar secara daring, Rabu (23/9/2026).

Lebih dari 700 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Mereka berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar SMA/SMK, mahasiswa, alumni Program Vokasi Migas PHR, tenaga pendidik hingga masyarakat umum.

Melalui kegiatan ini, peserta diajak mengenal lebih dekat perkembangan industri migas sekaligus memahami kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja dan peluang karier yang tersedia di sektor energi.

Bagi PHR, pengenalan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sumber daya manusia (SDM) di sekitar wilayah operasi.

Hal ini sejalan dengan skala pengelolaan Zona Rokan yang merupakan salah satu wilayah kerja migas strategis di Indonesia.

PHR mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021 setelah menerima amanah dari Pemerintah Indonesia melalui Pertamina. Pengelolaan tersebut berlangsung hingga 8 Agustus 2041.

Wilayah operasi Zona Rokan mencapai sekitar 6.200 kilometer persegi yang tersebar di tujuh kabupaten/kota di Provinsi Riau. Di dalamnya terdapat 80 lapangan aktif, sekitar 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations).

Besarnya aktivitas operasi tersebut membutuhkan dukungan sumber daya manusia dengan kompetensi yang sesuai kebutuhan industri. Karena itu, PHR tidak hanya menjalankan kegiatan produksi migas, tetapi juga mendorong pengembangan kompetensi masyarakat di sekitar wilayah operasinya.

Salah satunya melalui Program Vokasi Migas PHR yang menjadi bagian dari Community Involvement and Development (CID).

Program tersebut dirancang untuk memperluas akses masyarakat terhadap pengembangan kompetensi dan peluang kerja.

Tahapannya mencakup identifikasi kebutuhan kompetensi, pelatihan berbasis standar industri, sertifikasi, pembekalan kesiapan kerja hingga job matching.

Dalam pelaksanaannya, PHR berkolaborasi dengan berbagai pihak, di antaranya PPSDM Migas Cepu, Pertamina Drilling Center/Indonesia Drilling Training Center, pemerintah daerah, kontraktor serta industri pendukung.

Kolaborasi tersebut diarahkan agar kompetensi yang diberikan kepada peserta benar-benar memiliki keterkaitan dengan kebutuhan dunia kerja.

Hal itu pula yang menjadi salah satu perhatian dalam Oil & Gas Career Insight Sharing Session. Dalam diskusi tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan gambaran mengenai perkembangan industri migas, tetapi juga diajak memahami kemampuan yang harus dimiliki untuk dapat bersaing di dunia kerja.

Kegiatan menghadirkan tiga narasumber, yakni Analis Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) Safitri Andani, Senior Officer Human Capital Business Partner Pertamina Patra Niaga Hary Kuswanto, serta Rizky Handika, alumni Program Vokasi Migas PHR.

Ketiganya memberikan perspektif dari sisi regulator, industri dan pengalaman langsung seorang alumni yang telah mengikuti proses pengembangan kompetensi sebelum memasuki dunia kerja.

Peserta mendapatkan pemahaman bahwa kemampuan teknis bukan satu-satunya bekal yang diperlukan. Kemampuan nonteknis, kedisiplinan, kemampuan beradaptasi dan kemauan untuk terus belajar juga menjadi bagian penting dalam menghadapi kebutuhan industri yang terus berkembang.

Safitri Andani mengapresiasi langkah PHR dalam mendorong pengembangan kompetensi generasi muda dan tenaga kerja lokal.

“Kami mengapresiasi inisiatif PHR dalam mengembangkan Program Vokasi Migas sebagai bagian dari upaya meningkatkan kompetensi generasi muda dan tenaga kerja lokal. Kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, lembaga pelatihan, dan industri menjadi penting agar kompetensi yang dikembangkan tetap relevan dengan kebutuhan dunia kerja,” ujarnya.

Bagi peserta, ruang untuk mendapatkan informasi langsung dari pelaku industri menjadi kesempatan untuk melihat dunia migas dari sudut pandang yang lebih luas.

Mereka tidak hanya mendapatkan gambaran mengenai bagaimana industri migas berjalan, tetapi juga mengetahui bahwa peluang untuk masuk ke sektor tersebut perlu dipersiapkan dengan kompetensi dan kesiapan kerja yang memadai.

Antusiasme peserta juga terlihat dari hasil evaluasi kegiatan. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pemahaman peserta dengan skor di atas 90 persen.

Peserta juga memberikan sejumlah masukan untuk pengembangan kegiatan berikutnya. Informasi mengenai program magang serta penyelenggaraan webinar lanjutan mengenai industri migas dan peluang pengembangan karier menjadi beberapa masukan yang disampaikan.

Melalui kegiatan tersebut, PHR berharap semakin banyak generasi muda Riau yang memiliki pemahaman mengenai industri migas sekaligus mampu mempersiapkan kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja.

Upaya pengembangan SDM tersebut menjadi bagian dari kontribusi PHR di Zona Rokan.

Selain menghasilkan minyak dan gas untuk mendukung kebutuhan energi nasional, PHR juga menjalankan berbagai program tanggung jawab sosial dan lingkungan yang berfokus pada pendidikan, kesehatan, pengembangan ekonomi masyarakat dan lingkungan.

Dengan pendekatan tersebut,
keberadaan industri migas di Riau diharapkan tidak hanya memberikan manfaat melalui produksi energi, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk berkembang dan mengambil bagian dalam keberlanjutan industri energi nasional. (*/soe)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *