DUMAI (MDC) – Lampu panggung menyala terang, tepuk tangan membahana, dan ribuan suara berpadu melantunkan lagu-lagu religi. Suasana Taman Bukit Gelanggang, Kota Dumai, Kamis (22/10/2026) malam, berubah semarak saat penyanyi religi ternama Haddad Alwi tampil di hadapan ribuan santri dan masyarakat dalam malam puncak peringatan Hari Santri Nasional tingkat Provinsi Riau 2026.
Sejak Haddad Alwi melantunkan lagu-lagu andalannya, suasana semakin hidup. Ribuan penonton yang memadati lokasi acara tampak antusias mengikuti irama dan bernyanyi bersama. Lagu Insya Allah, Qomarun, Thola’al Badru, Ummi, Ibu dan Ya Thoybah menggema di kawasan tersebut, menghadirkan suasana religius yang berpadu dengan kemeriahan perayaan.
Namun, di balik riuh tepuk tangan dan nyanyian bersama, suasana mendadak berubah haru ketika Haddad Alwi membawakan lagu Ibu. Alunan musik yang menyentuh, berpadu dengan lirik tentang kasih sayang seorang ibu, membuat suasana di sekitar panggung terasa lebih emosional.
Sejumlah penonton tampak larut dalam penghayatan lagu tersebut. Tak sedikit yang meneteskan air mata, teringat sosok ibu dan kasih sayangnya yang begitu besar. Di antara ribuan orang yang memenuhi Taman Bukit Gelanggang, momen itu menghadirkan keheningan emosional di tengah kemeriahan malam puncak Hari Santri Nasional.
Lagu Ibu menjadi salah satu momen paling menyentuh dalam penampilan Haddad Alwi malam itu. Bagi sebagian penonton, lantunan tersebut bukan sekadar hiburan, melainkan pengingat akan pengorbanan, doa, dan kasih sayang seorang ibu yang tak pernah putus. Suasana haru itu melengkapi kemeriahan acara dengan nuansa kekeluargaan yang mendalam.
Setelah suasana kembali semarak, Haddad Alwi melanjutkan penampilannya dengan lagu-lagu religi populer lainnya, termasuk Rindu Muhammadku. Para santri dan masyarakat, baik dari Dumai maupun luar daerah, kembali bernyanyi bersama, menjadikan penampilan tersebut sebagai salah satu daya tarik utama malam puncak yang dipusatkan di Kota Dumai.
Kegiatan ini dihadiri Wali Kota Dumai H. Paisal, Ketua Umum Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Provinsi Riau K.H. Muhammad Mursyid, Ketua DPRD Dumai, Danlanal Dumai, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua TP PKK Dumai Hj. Leni Ramaini, Sekretaris Daerah Fahmi Rizal, serta sejumlah pejabat, alim ulama, dan tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya, Paisal menyampaikan sejumlah hal terkait program pembangunan dan penataan lingkungan di Kota Dumai. Salah satunya, rencana penerapan program Dumai Bebas Sampah mulai Januari 2027.
Ia mengatakan, pemerintah telah menyiapkan sarana pengangkut sampah beserta petugas untuk mendukung pelaksanaan program tersebut. Karena itu, masyarakat diminta ikut berperan menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan dan menunggu petugas menjemput sampah dari rumah.
“Kami mengimbau warga agar tidak membuang sampah sembarangan dan menunggu hingga sampah dijemput langsung ke rumah. Bagi pelanggar, akan dikenakan sanksi tegas berupa denda sebesar Rp500.000,” ujar Paisal.
Selain penataan kebersihan, pemerintah daerah juga tengah memproses ganti rugi lahan di kawasan Jalan Patimura hingga Rimba Sekampung sebagai bagian dari upaya percepatan penanganan banjir. Pembangunan di kawasan tersebut ditargetkan mulai dilaksanakan pada 2027.
Paisal mengajak masyarakat untuk tetap optimistis dan bersama-sama mendoakan agar berbagai program pembangunan daerah dapat berjalan lancar. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban agar Kota Dumai tetap damai serta kondusif.
Secara khusus, Paisal berpesan kepada para santri agar terus menjaga hafalan Al-Qur’an, memperdalam ilmu agama, dan mempersiapkan diri menjadi generasi penerus yang mampu berkontribusi bagi masyarakat dan daerah.
“Santri adalah orang hebat. Saya berharap di Kota Dumai akan muncul para pemimpin dari kalangan santri, khususnya para penghafal Al-Qur’an,” ungkapnya.
Suasana semakin interaktif ketika Paisal memimpin pembagian doorprize sebelum meninggalkan panggung. Sejumlah santri dipanggil untuk naik ke atas panggung dan menjawab pertanyaan edukatif, termasuk melafalkan ayat-ayat pendek Al-Qur’an.
Para santri yang berhasil menjawab pertanyaan mendapatkan hadiah menarik. Momen tersebut disambut antusias oleh peserta dan penonton. Interaksi langsung antara wali kota dan para santri menambah kehangatan di tengah kemeriahan acara.
Selain penampilan Haddad Alwi, panggung peringatan Hari Santri Nasional juga diramaikan berbagai pertunjukan seni dan budaya. Persembahan hadroh, lantunan nasyid dari duo santri Adisa dan Nabila dari Pondok Pesantren Alam Quran, serta tari kreasi Zapin Arabian dari Sanggar Tuah Betung menghibur penonton.
Rangkaian acara juga diisi paduan suara dari Pondok Pesantren Alam Quran binaan H. Fadli Rasbullah, penampilan solo song dari Sonang, serta celoteh jenaka dari Sanggar Siti Laut binaan Yong Milah. Beragam penampilan tersebut memperlihatkan kreativitas para santri dan talenta lokal dalam memeriahkan perayaan.
Malam puncak Hari Santri Nasional tingkat Provinsi Riau 2026 di Dumai pun berlangsung dalam suasana penuh warna. Riuh nyanyian religi, haru saat lagu Ibu dilantunkan, serta penampilan seni para santri menyatu dalam sebuah perayaan yang tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga mengingatkan kembali tentang cinta, keluarga, dan nilai-nilai keislaman. (dit)
































