Scroll untuk baca artikel
DumaiEconomy

Dari Tanjung Palas, Olahan Sorgum UMKM Binaan Kilang Dumai ini Naik Kelas dan Makin Dikenal Luas

×

Dari Tanjung Palas, Olahan Sorgum UMKM Binaan Kilang Dumai ini Naik Kelas dan Makin Dikenal Luas

Sebarkan artikel ini

DUMAI (MDC) – Berawal dari Kelurahan Tanjung Palas, Kecamatan Dumai Timur, UMKM JELITA (Jajanan Enak, Lestari, Inovatif, Tinggi Asupan) terus memperkenalkan inovasi pangan lokal berbahan sorgum kepada masyarakat luas.

Melalui produk brownies, keripik, dan biskuit sorgum, kelompok usaha binaan PT Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai ini mendapat kesempatan memperluas pasar melalui ajang Pertamina SMEXPO Pekanbaru 2026.

Dalam pameran yang berlangsung pada 25–27 September 2026 di Living World Pekanbaru tersebut, produk olahan sorgum dari Kelompok Wirani Rejosari berhasil menarik perhatian pengunjung dan mencatatkan transaksi penjualan sebesar Rp2.235.000.

Capaian ini menjadi bagian dari perjalanan UMKM binaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai dalam memperkenalkan produk lokal, meningkatkan kepercayaan diri, serta membuka peluang usaha yang lebih luas.

Ketua Kelompok Wirani Rejosari, Jummiati Suliasti, yang akrab disapa Yani, mengatakan keikutsertaan dalam SMEXPO Pekanbaru 2026 memberikan pengalaman berharga bagi dirinya dan anggota kelompok.

Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar tempat memamerkan dan menjual produk, tetapi juga menjadi ruang belajar untuk membangun jejaring dan menjajaki peluang kerja sama bisnis.

“Bagi kami, ini adalah tentang keberanian untuk melangkah, belajar, dan memperkenalkan mimpi kecil kami kepada lebih banyak orang. Ada rasa bangga dan haru ketika produk kami dihargai, apalagi ketika ada yang tertarik dan bertanya tentang perjuangan kami,” ujar Yani.

Ia mengakui, masih ada masyarakat yang belum mengenal produk olahan sorgum yang dikembangkan kelompoknya. Namun, kondisi tersebut menjadi penyemangat bagi mereka untuk terus memperkenalkan produk sekaligus belajar memahami kebutuhan pasar.

“Kami yakin keberhasilan pertama adalah ketika orang mulai mengenal, mendengar, dan percaya pada cerita kita. Dan kami sudah berhasil melewati satu tahapan tadi. Kami percaya, suatu hari nanti mimpi besar kami akan menjadi nyata. Terima kasih kepada Pertamina dan seluruh pihak yang telah memberikan ruang kepada Wirani Rejosari untuk belajar dan bertumbuh,” katanya.

Selama tiga hari pelaksanaan SMEXPO Pekanbaru, Kelompok Wirani Rejosari mencatatkan penjualan 60 toples biskuit sorgum, 20 bungkus keripik sorgum, dan 10 kotak brownies sorgum dengan total transaksi Rp2.235.000.

Biskuit sorgum dijual dengan harga Rp40.000 per toples, keripik sorgum Rp25.000 per bungkus, sedangkan brownies sorgum dibanderol Rp40.000 hingga Rp65.000 per kotak.

Produk-produk tersebut merupakan hasil inovasi UMKM JELITA dalam mengolah sorgum menjadi aneka camilan bernilai jual. Melalui keikutsertaan dalam pameran, kelompok ini tidak hanya berupaya meningkatkan penjualan, tetapi juga memperkenalkan alternatif pangan lokal kepada konsumen yang lebih beragam.

Area Manager Communications, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai, Tengku Muhammad Rum, mengatakan partisipasi UMKM JELITA dalam SMEXPO merupakan bagian dari dukungan perusahaan untuk membuka akses pasar yang lebih luas bagi UMKM binaan melalui program TJSL.

“Keikutsertaan UMKM JELITA dalam SMEXPO menjadi salah satu bentuk dukungan kami untuk membuka ruang yang lebih luas bagi UMKM binaan agar dapat memperkenalkan produknya, memperluas pasar, sekaligus membangun jejaring dengan pelaku usaha dan konsumen. Kami berharap pengalaman ini dapat menjadi momentum bagi Kelompok Wirani Rejosari untuk terus berinovasi dan mengembangkan usaha secara berkelanjutan,” ujar Muhammad Rum.

Ia menjelaskan, sejak 2020 Pertamina SMEXPO terus dikembangkan sebagai bagian dari pembinaan UMKM, mulai dari peningkatan kapasitas usaha, digitalisasi, promosi, business matching, hingga perluasan akses pasar nasional dan internasional.

Pada 2026, Pertamina SMEXPO Pekanbaru mengusung tema “Lokal Jadi Vokal”. Tema ini mencerminkan semangat untuk mendorong produk-produk lokal agar semakin dikenal, memiliki daya saing, dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas, dari tingkat lokal hingga nasional dan internasional.

Muhammad Rum berharap, hubungan yang terbangun antara UMKM dengan konsumen, pembeli, maupun mitra usaha selama pameran dapat terus berlanjut dan berkembang menjadi kerja sama yang memberikan manfaat nyata.

“SMEXPO tidak berhenti pada transaksi selama pameran, tetapi menjadi bagian dari ekosistem yang mendorong UMKM untuk terhubung dengan pasar dan berkembang secara berkelanjutan.
UMKM juga diharapkan dapat terus berinovasi, menjaga kualitas, memperkuat branding, memanfaatkan teknologi digital, dan berani membuka pasar yang lebih luas,” pungkasnya. (*/soe)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *