DUMAI (MDC) — Komitmen PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai dalam menjaga keberlanjutan lingkungan sekaligus memberdayakan masyarakat di wilayah pesisir dan lahan gambut kembali mendapat pengakuan. Melalui program Community Involvement & Development (CID) Serumpun Lestari, Kilang Dumai meraih predikat Platinum pada ajang Indonesia’s SDGs Awards (ISDA) 2026.
Penghargaan tersebut diberikan dalam ajang ISDA 2026 yang digelar di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (29/9). Kilang Dumai meraih Platinum untuk kategori Penanganan Perubahan Iklim melalui program Serumpun Lestari: Gerakan Bersama Masyarakat dalam Menjaga Pesisir dan Gambut untuk Negeri yang Tangguh dan Lestari.
Program tersebut dinilai selaras dengan Pilar Lingkungan, Tujuan ke-13 SDGs, yakni penanganan perubahan iklim.
Penghargaan diterima langsung oleh Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai, Tengku Muhammad Rum.
Muhammad Rum menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diberikan sekaligus menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari kolaborasi berbagai pihak dalam menjalankan program pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan.
“Penghargaan ini adalah bukti nyata konsistensi Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai dalam melakukan inovasi sosial yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan lingkungan di sekitar wilayah operasi Kilang melalui sejumlah inisiatif program TJSL. Penghargaan ini bukan milik kami sendiri, melainkan juga milik masyarakat, pemerintah, serta seluruh stakeholder yang telah senantiasa berkolaborasi mendukung Kilang Dumai,” ujar Muhammad Rum.
ISDA 2026 diberikan kepada perusahaan yang dinilai berhasil mengimplementasikan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) secara konsisten dan terukur, sekaligus berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum Corporate Forum for Community Development (CFCD) Thendri Supriatno menyampaikan bahwa CFCD hadir untuk menaungi pelaku usaha yang memiliki good knowledge, good people, dan good heart dalam menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan.
Menjaga Pesisir, Merawat Gambut
Program Serumpun Lestari merupakan inisiatif pemulihan wilayah pesisir dan ekosistem gambut di Kota Dumai yang berada di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Program ini hadir sebagai respons terhadap persoalan lingkungan yang dihadapi masyarakat, terutama degradasi wilayah pesisir akibat abrasi serta ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dapat meningkatkan kerentanan lingkungan, sosial, dan ekonomi masyarakat.
Abrasi secara perlahan mengikis daratan di sejumlah kawasan pesisir Dumai. Kondisi tersebut turut berdampak terhadap aktivitas dan pendapatan masyarakat yang menggantungkan kehidupan dari sektor perikanan.
Di sisi lain, karakteristik geografis Dumai yang memiliki kawasan lahan gambut juga menghadirkan tantangan tersendiri. Ancaman karhutla menjadi salah satu persoalan yang perlu diantisipasi, sementara potensi ekonomi berbasis lahan gambut masih perlu dikembangkan secara berkelanjutan.
Berangkat dari kondisi tersebut, Serumpun Lestari menyasar kelompok nelayan di Kelurahan Mundam dan petani di Kelurahan Tanjung Palas.
Program dirancang berdasarkan hasil social mapping dan dikembangkan melalui berbagai inovasi sosial yang inklusif untuk meningkatkan kapasitas, kemandirian, sekaligus ketahanan masyarakat.
Tak hanya berfokus pada lingkungan dan ekonomi, Serumpun Lestari juga mencakup aspek kesehatan melalui dukungan peningkatan kesehatan dan pemenuhan gizi bagi ibu hamil serta balita sebagai bagian dari upaya mendukung pengentasan stunting di Kota Dumai.
Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah budidaya perikanan menggunakan metode bioflok yang didukung Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) off-grid berkapasitas 4,4 kWp, dilengkapi panel surya dan baterai 5 kWh.
Inovasi tersebut sekaligus dibarengi dengan peningkatan kapasitas anggota kelompok Nelayan Mundam Jaya, sehingga masyarakat tidak hanya memperoleh sarana pendukung, tetapi juga pengetahuan dan keterampilan untuk mengembangkan usaha secara mandiri.
Sementara di wilayah gambut, Kilang Dumai menghadirkan inovasi sistem irigasi dan tata kelola air lahan gambut bagi Kelompok Masyarakat (Pokmas) Alam Tani. Upaya ini diarahkan untuk mendukung pengelolaan lahan gambut yang lebih baik sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Penghargaan Bukan Tujuan Utama
Muhammad Rum menegaskan, penghargaan yang diterima bukan menjadi tujuan utama dari pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat. Lebih dari itu, keberhasilan program diukur dari sejauh mana manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dan lingkungan secara berkelanjutan.
“Penghargaan tentu bukan tujuan utama kami, melainkan bagaimana setiap program dapat memberikan dampak yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat,” katanya.
Ia berharap sinergi yang telah terbangun antara perusahaan, masyarakat, pemerintah, dan para pemangku kepentingan dapat terus diperkuat.
“Kami berharap sinergi dan kolaborasi yang telah terbangun hari ini dapat terus diperkuat. Harapannya, pencapaian ini juga dapat menginspirasi pihak lain untuk bersama-sama berkontribusi bagi pembangunan Kota Dumai,” pungkasnya. (*/soe)
































