INDRAMAYU (MDC) – PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) terus memperkuat kompetensi perwira Pertamina Group melalui pelatihan Non Drilling Crew (NDC). Kali ini, sebanyak 20 peserta dari fungsi Supply Chain Management (SCM) Regional 1 PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) mengikuti pelatihan bertajuk Drilling for Non Drilling Personnel.
Pelatihan tersebut berlangsung selama dua hari, 26–27 Agustus 2026, di Indonesia Drilling Training Center (IDTC), Indramayu, Jawa Barat.
Peserta berasal dari berbagai jenjang jabatan di fungsi SCM Regional 1, mulai dari staf hingga asisten manajer. Program ini dirancang untuk memberikan pemahaman mendasar mengenai aktivitas pengeboran kepada personel yang tidak terlibat secara langsung sebagai tenaga pengeboran.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi mengenai berbagai aspek kegiatan pengeboran, mulai dari well drilling preparation, directional drilling, drilling fluid and circulating system, casing and cementing, oil and gas drilling sequence, formation data acquisition, well design envelope, hingga well completion.
Tak hanya pembelajaran di ruang kelas, peserta juga berkesempatan mengikuti rig tour dan simulator tour di fasilitas IDTC. Kegiatan tersebut memberikan pengalaman langsung kepada peserta untuk mengenal peralatan, sistem, serta tahapan operasional pengeboran.
Vice President Non Rig Services Pertamina Drilling, Ryan Aditya Surya Wijaya, mengatakan pemahaman dasar mengenai aktivitas pengeboran penting bagi fungsi pendukung, termasuk SCM. Hal ini lantaran proses pengadaan dan pengelolaan rantai pasok memiliki keterkaitan erat dengan kebutuhan operasional di lapangan.
“Pemahaman mengenai proses pengeboran akan membantu perwira SCM melihat kebutuhan operasional secara lebih komprehensif. Dengan begitu, proses supply chain dapat berjalan semakin efektif, tepat sasaran, dan mampu memberikan dukungan terbaik terhadap kegiatan operasional pengeboran,” ujar Ryan.
Menurutnya, Pertamina Drilling juga terbuka untuk terus memperkuat kolaborasi dalam pengembangan kompetensi di lingkungan Pertamina Group.
“Melalui pelatihan seperti ini, kami tidak hanya berbagi pengetahuan teknis, tetapi juga membangun pemahaman dan sinergi antarfungsi. Harapannya, kompetensi yang diperoleh dapat memberikan nilai tambah bagi kinerja perusahaan,” katanya.
Pelatihan NDC tersebut didukung para trainer yang merupakan profesional berpengalaman di industri pengeboran. Kehadiran IDTC sebagai pusat pelatihan menjadi bagian dari upaya Pertamina Drilling dalam menyediakan fasilitas pembelajaran yang mendukung peningkatan kompetensi sumber daya manusia di sektor energi.
Melalui pelatihan ini, Pertamina Drilling tidak hanya memperluas pemahaman teknis personel non-pengeboran, tetapi juga mendorong terbangunnya sinergi yang lebih kuat antara fungsi operasional dan fungsi pendukung dalam mendukung kegiatan pengeboran. (soe)
































