Scroll untuk baca artikel
DumaiKesehatan

Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Bagikan 1.000 Masker, Lindungi Warga dari Paparan Asap

×

Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Bagikan 1.000 Masker, Lindungi Warga dari Paparan Asap

Sebarkan artikel ini

DUMAI (MDC) — Di tengah kualitas udara yang menurun akibat kabut asap, PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai bergerak cepat memberikan perlindungan kepada masyarakat. Sebanyak 1.000 masker KN95 dibagikan kepada warga yang melintas di Jalan Putri Tujuh, tepatnya di depan SPBU COCO Kota Dumai, Rabu pagi (7/10/2026).

Bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian sekaligus respons cepat Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai terhadap kondisi udara di Kota Dumai dan sekitarnya yang terdampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai, Tengku Muhammad Rum, mengatakan pembagian masker dilakukan sebagai langkah sederhana namun penting untuk membantu masyarakat mengurangi risiko paparan asap saat beraktivitas di luar rumah.

“Pembagian masker yang dilaksanakan bersinergi bersama stakeholder di Kota Dumai dan rekan-rekan Perwira Kilang Dumai ini menjadi upaya bersama untuk meminimalkan risiko dampak paparan asap karhutla yang kian terasa mengganggu. Ini juga sekaligus menjadi dorongan bagi masyarakat untuk mulai disiplin menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah selama kondisi ini masih berlangsung,” ujar Muhammad Rum.

Respons tersebut turut mempertimbangkan kondisi kualitas udara Kota Dumai. Berdasarkan data pemantauan IQAir pada Rabu (7/10/2026) pukul 07.00 WIB, indeks kualitas udara (AQI) Dumai tercatat 102 dan masuk kategori tidak sehat.

Dalam kondisi tersebut, penggunaan masker menjadi salah satu langkah perlindungan yang dapat dilakukan masyarakat untuk mengurangi paparan partikel dari asap, terutama saat harus beraktivitas di luar ruangan.

Aksi kemanusiaan ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai dalam menjalankan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) serta memastikan perusahaan dapat hadir di tengah masyarakat, termasuk ketika terjadi kondisi darurat lingkungan.

Pembagian masker diinisiasi tim Corporate Social Responsibility (CSR) Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai dengan melibatkan Agent of Change (AOC) Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Dumai, serta DPD KNPI Kota Dumai.

Kolaborasi lintas sektor tersebut memperkuat upaya mitigasi dampak karhutla sekaligus memastikan bantuan dapat disalurkan secara cepat dan langsung kepada masyarakat.

Di tempat terpisah, Manager HSSE PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai, Syahrial Okzani, mengatakan bantuan masker merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap kondisi masyarakat yang terdampak kabut asap.

“Pertamina terus berkomitmen untuk hadir dan memberikan dukungan kepada masyarakat, khususnya dalam menghadapi dampak karhutla seperti kabut asap dan lainnya,” kata Syahrial.
Ia berharap masker yang dibagikan dapat membantu masyarakat tetap menjalankan aktivitas sehari-hari dengan perlindungan yang lebih baik ketika kualitas udara sedang kurang baik.

“Kami berharap bantuan masker ini dapat membantu masyarakat dalam melakukan aktivitas sehari-hari, terutama ketika kondisi udara kurang baik akibat paparan asap,” sebut Syahrial.

Langkah Pertamina tersebut mendapat apresiasi dari Kepala BPBD Kota Dumai, Wahyu Wicaksono. Ia menilai pembagian masker merupakan bentuk nyata kolaborasi lintas sektor dalam melindungi masyarakat dari dampak karhutla.

“Kegiatan pembagian 1.000 masker N95 kepada masyarakat hari ini merupakan bentuk nyata kolaborasi dalam upaya mitigasi dampak karhutla, khususnya dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat dari paparan asap dan penurunan kualitas udara,” ujar Wahyu.

Menurutnya, keterlibatan dunia usaha dalam penanganan dampak bencana memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Penanggulangan bencana, kata dia, tidak dapat dilakukan pemerintah secara sendiri.

“Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, organisasi kepemudaan, TNI/Polri, komunitas, dan masyarakat menjadi sangat penting, mulai dari pencegahan dan mitigasi, kesiapsiagaan, hingga penanganan dampak bencana,” pungkas Wahyu. (*/soe)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *