DURI (MDC) – Di balik aliran minyak mentah yang terus bergerak dari lapangan-lapangan produksi di Wilayah Kerja (WK) Rokan, terdapat rangkaian fasilitas yang bekerja tanpa henti.
Gathering station, pompa injeksi air, hingga fasilitas pengolahan menjadi bagian penting yang menentukan seberapa optimal potensi minyak dapat diproduksikan.
Karena itu, menjaga fasilitas yang sudah ada sekaligus meningkatkan kapasitasnya menjadi bagian penting dalam mempertahankan keberlangsungan produksi.
Langkah tersebut terus dilakukan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) melalui peningkatan kapasitas fasilitas produksi di Pematang Gathering Station (GS) dan Pungut GS, Zona Rokan.
Salah satu capaian terbaru ditandai dengan beroperasinya New Water Injection Pump (WIP) di Pematang GS. Fasilitas tersebut diresmikan melalui kegiatan “Expanding Capacity for Stronger Future” pada Jumat, 25 September 2026.
New WIP Pematang GS merupakan bagian dari program Rokan Well Development Pematang GS Upgrade. Salah satu ruang lingkupnya adalah meningkatkan kapasitas water injection di area Pematang sebesar 2 x 40.000 BWPD.
Penambahan kapasitas tersebut bukan sekadar menghadirkan fasilitas baru. Lebih jauh, keberadaan WIP menjadi bagian dari upaya meningkatkan keandalan sistem produksi sekaligus menekan Loss Production Opportunity (LPO) di Lapangan Pematang.
Dengan kapasitas injeksi air yang lebih besar dan fasilitas yang semakin andal, proses operasi diharapkan dapat berlangsung lebih optimal dalam mendukung keberlanjutan produksi.
Pengoperasian New WIP Pematang GS sekaligus menjadi momentum untuk mengapresiasi penyelesaian sejumlah proyek facility upgrade lainnya, di antaranya Pungut GS Upgrade dan New Gas Boot Pematang.
Ketiga proyek tersebut memiliki peran berbeda, namun bermuara pada tujuan yang sama, yakni memperkuat kemampuan fasilitas dalam menerima, mengolah dan mendukung proses produksi.
Pungut GS Upgrade, misalnya, memperkuat kapasitas pengolahan production fluid. Sementara New Gas Boot Pematang menjadi bagian dari pengembangan fasilitas pendukung proses produksi.
Keberhasilan penyelesaian proyek-proyek tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas fungsi di PHR, mulai dari Project & Technical Engineering, Operation & Maintenance, hingga dukungan para mitra kerja.
Di lapangan, penguatan fasilitas seperti ini menjadi penting karena WK Rokan merupakan salah satu wilayah kerja hulu migas strategis bagi Indonesia.
PHR mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola WK Rokan sejak 9 Agustus 2021, setelah proses alih kelola dari operator sebelumnya. PHR akan mengelola wilayah kerja tersebut selama 20 tahun, hingga 8 Agustus 2041.
Dengan luas sekitar 6.200 kilometer persegi, WK Rokan membentang di tujuh kabupaten/kota di Provinsi Riau. Wilayah kerja ini memiliki 80 lapangan aktif, sekitar 11.300 sumur dan 35 gathering station.
Skala operasi tersebut membuat keandalan fasilitas menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya menjaga kesinambungan produksi.
Operation Head Project & Technical Engineering PHR, Pramudyana Agus Harlianto, mengatakan peningkatan kapasitas fasilitas merupakan bagian penting dari upaya menjaga keberlanjutan operasi sekaligus mengoptimalkan potensi yang ada di Zona Rokan.
“Setiap peningkatan kapasitas dan keandalan fasilitas merupakan bagian dari upaya kami untuk menjaga keberlangsungan operasi. Capaian ini tentu tidak terlepas dari kolaborasi dan kontribusi seluruh pihak serta dukungan dari SKK Migas. Ke depan, sinergi tersebut akan terus diperkuat untuk mendukung pengembangan WK Rokan secara aman, efektif, dan berkelanjutan,” ujar Pramudyana.
Bagi sebuah wilayah kerja dengan ribuan sumur dan puluhan fasilitas pengumpul, peningkatan kapasitas tidak berhenti pada pembangunan fisik.
Setiap pompa, pipa, gas boot, sistem pengolahan maupun fasilitas pendukung harus mampu bekerja secara andal agar rangkaian produksi berjalan sebagaimana mestinya.
Di sinilah proyek facility upgrade memiliki arti strategis. Ketika kapasitas fasilitas ditingkatkan, ruang bagi optimalisasi produksi juga semakin terbuka.
Hal tersebut sejalan dengan perjalanan PHR dalam mengelola WK Rokan setelah alih kelola pada 2021. Selain mengandalkan pengembangan sumur baru, optimalisasi fasilitas eksisting menjadi bagian dari upaya menjaga produktivitas lapangan yang telah beroperasi selama bertahun-tahun.
Koordinator Departemen Operasi SKK Migas Sumbagut, Muhammad Rochaddy Lubis, menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas dan keandalan fasilitas produksi merupakan bagian penting dalam mendukung keberlanjutan kegiatan hulu minyak dan gas bumi.
“Peningkatan kapasitas fasilitas merupakan bagian dari upaya bersama untuk menjaga keberlanjutan produksi minyak dan gas bumi. Kami ucapkan terima kasih dan mengapresiasi kolaborasi seluruh pihak dalam mendukung penyelesaian proyek ini,” katanya.
Bagi PHR, penguatan fasilitas produksi pada akhirnya bukan hanya berbicara mengenai sebuah pompa baru atau bertambahnya kapasitas pengolahan.
Ada tujuan yang lebih besar. Yakni memastikan sistem produksi tetap mampu bekerja secara optimal untuk menjaga kesinambungan pasokan energi.
WK Rokan sendiri memiliki posisi penting dalam industri hulu migas nasional. PHR menyebut wilayah kerja ini berkontribusi sekitar seperempat produksi minyak mentah nasional atau sepertiga dari produksi Pertamina.
Karena itu, setiap upaya meningkatkan keandalan fasilitas memiliki keterkaitan dengan upaya mempertahankan produksi minyak nasional.
Di sisi lain, keberadaan PHR juga tidak hanya berkaitan dengan produksi minyak dan gas bumi. Sebagai bagian dari Subholding Upstream PT Pertamina Hulu Energi (PHE), PHR turut menjalankan berbagai program tanggung jawab sosial dan lingkungan yang berfokus pada pendidikan, kesehatan, pengembangan ekonomi masyarakat dan lingkungan.
Artinya, keberlanjutan operasi hulu migas berjalan beriringan dengan keberlanjutan manfaat yang diberikan kepada masyarakat di sekitar wilayah operasi.
Dari Pematang untuk Masa Depan
Penyelesaian proyek di Pematang dan Pungut menjadi salah satu gambaran bagaimana pengembangan WK Rokan dilakukan melalui kombinasi antara pengembangan lapangan, peningkatan kapasitas fasilitas dan penguatan keandalan operasi.
Keberhasilan tersebut juga menjadi modal untuk menghadapi berbagai proyek peningkatan kapasitas produksi lainnya yang tengah berjalan di Area Sumatera Light North, khususnya, dan Zona Rokan pada umumnya.
Semangat “Expanding Capacity for Stronger Future” pun menemukan maknanya di sini.
Masa depan produksi tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak sumur yang dibor, tetapi juga oleh seberapa siap fasilitas menerima, mengolah dan mengalirkan setiap hasil produksi secara aman dan andal.
Bagi PHR, menjaga fasilitas berarti menjaga denyut produksi.
Dari Pematang dan Pungut, penguatan kapasitas terus dilakukan. Bukan semata untuk menjawab kebutuhan operasi hari ini, tetapi juga menyiapkan fondasi bagi keberlanjutan produksi minyak di masa mendatang.
Dengan terus meningkatkan kapasitas dan keandalan fasilitas, PHR berkomitmen melanjutkan pengembangan WK Rokan secara aman, efektif dan berkelanjutan, sekaligus menjaga peran sektor hulu migas dalam mendukung ketahanan energi nasional. (soe)
































