DUMAI (MDC) — Menjaga keandalan operasi kilang bukan hanya soal memastikan mesin terus bekerja. Di balik proses produksi dan distribusi energi, sistem kelistrikan menjadi salah satu penopang utama agar seluruh fasilitas kilang dapat beroperasi secara aman, andal dan berkesinambungan.
Karena itu, PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai (Kilang Pertamina Dumai) terus memperkuat keandalan sistem kelistrikan melalui pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT). Salah satunya dengan mengoptimalkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan total kapasitas terpasang 3,77 MWp sebagai sumber energi pendukung sistem kelistrikan operasi.
Keandalan pasokan listrik memiliki peran vital dalam menunjang operasional kilang. Listrik menopang berbagai unit proses dan fasilitas, menjaga sistem kontrol di ruang kendali operasi atau Main Control Room (MCR) berjalan secara realtime dan presisi, sekaligus memastikan sistem keselamatan proses (Process Safety) dan keselamatan kerja (Occupational Safety) dapat berfungsi secara optimal.
Sistem kelistrikan yang andal juga mendukung utilisasi kilang serta berbagai fasilitas penunjang lainnya yang berkaitan dengan proses produksi dan distribusi energi kepada masyarakat.
Saat ini, Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai memiliki tiga PLTS yang tersebar di tiga lokasi. PLTS berkapasitas 2 MWp berada di Jalan Raya Bukit Datuk dan menjadi PLTS pertama yang dibangun di lingkungan Kilang Dumai.
Kemudian, PLTS berkapasitas 1 MWp berada di kawasan Fire Camp Pertamina Dumai. Sementara PLTS berkapasitas 0,77 MWp berada di kawasan Komplek Rumah Dinas Perusahaan (RDP) Bukit Datuk.
Dari total kapasitas PLTS yang terpasang tersebut, produksi listrik yang dihasilkan setiap hari memiliki daya efektif rata-rata sekitar 500 kW, dengan daya puncak hingga 3,4 MWp. Pemanfaatan energi surya ini berkontribusi memenuhi sekitar 1,6 persen kebutuhan listrik dari base load Kilang Dumai melalui integrasi ke dalam sistem microgrid.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai, Tengku Muhammad Rum, mengatakan keandalan sistem utilitas, termasuk pasokan listrik, merupakan elemen penting dalam menjaga keberlangsungan operasi kilang yang merupakan salah satu objek vital nasional.
“Pemanfaatan PLTS menjadi bagian dari langkah strategis Perusahaan dalam memperkuat sistem kelistrikan untuk terus menjaga keandalan operasi. Inisiatif ini sekaligus mendorong pemanfaatan energi yang lebih ramah lingkungan, sejalan dengan komitmen Pertamina dalam upaya dekarbonisasi di seluruh lini bisnis dan mencapai target Net Zero Emission (NZE) 2060,” ujar Muhammad Rum.
Menurutnya, meskipun kontribusi listrik dari PLTS saat ini berada di kisaran 1,6 persen dari kebutuhan base load, pemanfaatannya tetap memberikan manfaat terhadap efisiensi energi dalam operasional kilang.
Listrik yang dihasilkan dari energi surya turut mengurangi beban pembangkit internal sehingga konsumsi bahan bakar untuk pembangkitan listrik dapat ditekan. Dengan demikian, pemanfaatan EBT tidak hanya mendukung keandalan sistem kelistrikan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya efisiensi dan pengurangan emisi.
Pembangunan PLTS Kilang Dumai merupakan bagian dari Program Substitusi Listrik RDP Bukit Datuk ke jaringan PLN yang mulai dijalankan sejak 2019. Program ini bertujuan menurunkan beban listrik yang sebelumnya diproduksi melalui Steam Turbine Generator (STG) kilang dengan mengintegrasikan sistem kelistrikan kawasan RDP Bukit Datuk ke jaringan PLN.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari implementasi komitmen Pertamina terhadap aspek Environmental, Social, and Governance (ESG) yang sejalan dengan agenda transisi energi.
Pembangunan PLTS di lingkungan Kilang Dumai dilakukan dalam dua fase. Fase pertama ditandai dengan pembangunan PLTS berkapasitas 2 MWp di Jalan Raya Bukit Datuk.
Selanjutnya pada fase kedua dibangun PLTS berkapasitas 0,77 MWp di Jalan Cirebon Bukit Datuk dan PLTS PSA Fire Camp Pertamina RU II Dumai berkapasitas 1 MWp.
PLTS tersebut telah memperoleh Sertifikat Laik Operasi (SLO) dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada 19 Februari 2024.
PLTS Kilang Pertamina Dumai kemudian diresmikan pada 12 Juli oleh Direktur Operasi PT Pertamina Patra Niaga, Didik Bahagia. Pembangunannya merupakan hasil sinergi antarentitas di lingkungan Pertamina bersama Pertamina Power Indonesia (PPI).
Selain memperkuat sistem kelistrikan dan mendukung keandalan operasional kilang, pemanfaatan PLTS juga memberikan kontribusi terhadap upaya pengurangan emisi karbon. Dari operasional PLTS tersebut, pengurangan emisi tercatat mencapai 18.319,99 ton CO2 eq per tahun.
Pemanfaatan energi surya ini menjadi salah satu langkah nyata Kilang Pertamina Dumai dalam menjalankan transisi energi sekaligus menjaga keandalan kilang sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan energi nasional.
Saya sengaja menggeser pembuka dari bahasa yang terlalu normatif menjadi gambaran fungsi listrik bagi kilang, sehingga berita terasa lebih hidup tetapi tetap corporate. Angka 3,77 MWp, kontribusi 1,6 persen, 500 kW, 3,4 MWp, dan pengurangan emisi 18.319,99 ton CO₂ eq/tahun tetap dipertahankan. (*/soe)
































