Scroll untuk baca artikel
EconomyRiau

Dari Kuli Angkut Sawit hingga Perajin Anyaman, Kisah Siti Rohani Tumbuh Bersama Pertamina

×

Dari Kuli Angkut Sawit hingga Perajin Anyaman, Kisah Siti Rohani Tumbuh Bersama Pertamina

Sebarkan artikel ini

 

PEKANBARU (MDC) – Dahulu, Siti Rohani harus mengandalkan tenaga untuk menyambung hidup. Bersama suaminya, perempuan asal Kota Dumai itu bekerja sebagai buruh harian lepas, mengangkut buah sawit dari kebun menggunakan sepeda kargo.

Hari-harinya diisi dengan pekerjaan berat. Sang suami memanen sawit, sementara Siti bertugas melangsir buah sawit. Penghasilan pun tidak selalu pasti. Ada pekerjaan berarti ada pemasukan. Ketika pekerjaan tidak ada, penghasilan pun ikut terhenti.

Di tengah keterbatasan itu, Siti harus tetap memikirkan masa depan tiga buah hatinya. Keinginan untuk berada lebih dekat dengan keluarga sekaligus memiliki sumber penghasilan yang lebih baik membuatnya berani mencoba jalan baru.

Kesempatan itu datang ketika Siti mengikuti pelatihan menganyam lidi dari penyuluh lapangan Kecamatan Sungai Sembilan, Dumai. Dari keterampilan sederhana tersebut, perlahan terbuka jalan baru bagi kehidupannya.

Kini, Siti bukan lagi sekadar buruh harian lepas. Ia telah menjadi pelaku usaha sekaligus pengrajin anyaman lidi melalui Difa Kreasi, usaha yang terus berkembang dan menjadi salah satu UMKM kreatif asal Kota Dumai.

Perjalanan tersebut turut mendapat dukungan dari Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), khususnya dalam pengembangan UMKM agar mampu tumbuh dan naik kelas.

Siti bergabung sebagai mitra binaan Pertamina Grup sejak 2020 melalui Rumah BUMN Dumai. Sejak saat itu, Difa Kreasi tidak hanya memperoleh kesempatan untuk mengembangkan produk, tetapi juga mengikuti berbagai pelatihan yang mendukung penguatan kapasitas usaha.

Kisah perjalanan Siti kemudian turut dibawa ke Pertamina SMEXPO Regional Pekanbaru 2026 yang digelar di Living World Pekanbaru pada 25–27 September 2026.

Pertamina SMEXPO Pekanbaru menjadi kota pertama dalam rangkaian pameran UMKM regional Pertamina tahun 2026. Kegiatan ini merupakan pelaksanaan kedua di Pekanbaru setelah sebelumnya digelar pada 2023.

Selama tiga hari, puluhan UMKM lokal unggulan hadir membawa beragam produk sekaligus cerita tentang perjalanan membangun usaha. Salah satunya adalah Difa Kreasi yang tidak hanya menawarkan produk kerajinan anyaman lidi, tetapi juga membawa kisah tentang perjuangan seorang ibu dalam mengubah keterbatasan menjadi peluang.

“Dulu, saya dan suami bekerja sebagai kuli angkut buah sawit. Suami memanen, sementara saya melangsir buah sawit menggunakan sepeda kargo. Pekerjaan itu sangat mengandalkan tenaga. Karena kami buruh harian lepas, kalau ada pekerjaan kami bekerja, kalau tidak ada pekerjaan berarti tidak ada penghasilan,” kenang Siti.

Saat itu, Siti telah memiliki tiga orang anak. Sebagai seorang ibu, ia ingin tetap berada dekat dengan buah hatinya. Namun, kondisi ekonomi membuatnya harus bekerja untuk memastikan kebutuhan keluarga, termasuk makan dan pendidikan anak-anak, tetap terpenuhi.

Hingga akhirnya kesempatan mengikuti pelatihan menganyam lidi mengubah arah perjalanan hidupnya.

“Saat itu saya sudah memiliki tiga orang anak. Sebagai seorang ibu, tentu saya ingin selalu berada di dekat mereka. Tetapi keadaan membuat saya harus memilih bekerja demi memastikan anak-anak tetap bisa makan dan sekolah,” tuturnya.

Dari pelatihan tersebut, Siti mulai menekuni kerajinan anyaman lidi. Perjalanannya kemudian berkembang setelah mendapat pendampingan melalui Rumah BUMN Pertamina di Dumai.

Bagi Siti, kesempatan tersebut menjadi titik penting dalam perjalanan usahanya. Tidak hanya belajar membuat produk, ia juga mendapatkan pengetahuan mengenai bagaimana mengelola usaha secara lebih profesional.

“Bagi saya, Pertamina SMEXPO bukan sekadar pameran. Ini adalah bukti bahwa kehidupan bisa berubah ketika kita mau mencoba, belajar, bekerja keras, dan tidak mudah menyerah,” ujarnya.

Sejak menjadi mitra binaan pada 2020, Difa Kreasi telah mendapatkan berbagai pelatihan dari Pertamina. Materi yang diberikan mencakup manajemen keuangan, pemasaran, pemanfaatan media sosial hingga Pertamina UMK Academy yang membantu pelaku usaha memahami pengembangan bisnis.

Pendampingan tersebut turut membuka akses pasar yang lebih luas bagi Difa Kreasi.
Jika sebelumnya produk Siti hanya dikenal di Dumai, kini hasil kerajinan anyaman lidi tersebut telah dipasarkan hingga Medan dan Jambi.

Kehadiran Siti di Pertamina SMEXPO Pekanbaru 2026 pun tidak sekadar menjadi momentum memperkenalkan produk. Ia ingin menjadikan perjalanan hidupnya sebagai cerita yang dapat memberikan semangat kepada perempuan lain untuk berani mandiri dan mengembangkan potensi yang dimiliki.

Bagi Siti, sebuah usaha tidak selalu lahir dari modal besar. Terkadang, usaha bermula dari keterampilan sederhana, kemauan untuk belajar dan keberanian untuk mencoba.

Dorong UMKM Naik Kelas
Perjalanan Difa Kreasi menjadi salah satu gambaran dari komitmen Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut dalam mendukung pengembangan UMKM melalui berbagai program pilar ekonomi TJSL Pertamina Grup.

Komitmen tersebut diwujudkan antara lain melalui pelaksanaan Pertamina SMEXPO yang secara rutin digelar sejak 2020. Ajang ini menjadi salah satu ruang bagi UMKM binaan untuk memperkenalkan produk, memperluas pasar, membangun jejaring serta meningkatkan kapasitas usaha.

Area Manager Communication, Relations & CSR Sumbagut PT Pertamina Patra Niaga, Fahrougi Andriani Sumampouw, mengatakan pembinaan UMKM merupakan bagian dari TJSL perusahaan yang diarahkan untuk mendukung pelaku usaha sejak tahap merintis hingga mampu berkembang dan naik kelas.

“Kehadiran Difa Kreasi di Pertamina SMEXPO Pekanbaru 2026 menjadi inspirasi bagi sesama pelaku UMKM, termasuk undangan dan pengunjung yang hadir. Kadang, perubahan dimulai dari satu kesempatan, keberanian untuk mencoba, tangan yang mau bekerja, dan hati yang tidak mau menyerah,” ujar Fahrougi.

Menurutnya, kisah Difa Kreasi menunjukkan bahwa pengembangan UMKM tidak hanya berbicara mengenai produk dan pemasaran, tetapi juga tentang bagaimana pendampingan dapat membuka kesempatan bagi pelaku usaha untuk meningkatkan kapasitas dan memperluas pasar.

Pertamina SMEXPO Pekanbaru 2026 menjadi bagian dari rangkaian upaya tersebut. Puluhan UMKM lokal diberikan ruang untuk berinteraksi langsung dengan konsumen sekaligus memperkenalkan produk unggulan mereka kepada pasar yang lebih luas.

Penyelenggaraan Pertamina SMEXPO juga sejalan dengan Asta Cita Pemerintah, khususnya poin ketiga mengenai peningkatan lapangan kerja yang berkualitas, mendorong kewirausahaan, pengembangan industri kreatif serta melanjutkan pengembangan infrastruktur.

Bagi Siti Rohani, perjalanan dari mengangkut buah sawit hingga menghasilkan produk kerajinan yang menjangkau berbagai kota menjadi bukti bahwa perubahan dapat dimulai dari langkah kecil.
Dari tangan yang dahulu mengangkat tandan buah sawit, kini lahir anyaman lidi yang memiliki nilai ekonomi.

Dan di balik setiap produk Difa Kreasi, ada cerita tentang seorang ibu yang memilih untuk terus mencoba, belajar dan bekerja keras.

Melalui Pertamina SMEXPO dan berbagai program pembinaan UMKM, Pertamina terus mendorong pelaku usaha agar tidak berhenti pada tahap bertahan, tetapi memiliki kesempatan untuk tumbuh, memperluas pasar dan naik kelas. (soe)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *