Scroll untuk baca artikel
DumaiEconomyKesehatanNasionalRiau

Gambut Lestari Alam Menghidupi, Pertamina Patra Niaga Sungai Pakning Terbaik di Ajang CSR Internasional

×

Gambut Lestari Alam Menghidupi, Pertamina Patra Niaga Sungai Pakning Terbaik di Ajang CSR Internasional

Sebarkan artikel ini

DUMAI (MDC) – Menjaga ekosistem gambut sekaligus memperkuat ketangguhan masyarakat mengantarkan Pertamina Patra Niaga Sungai Pakning meraih penghargaan di tingkat internasional.

Melalui program “Gambut Lestari Alam Menghidupi”, Pertamina Patra Niaga Sungai Pakning berhasil meraih predikat Best Social Welfare Initiative of the Year dalam ajang 17th Corporate Social Responsibility (CSR) Award and Summit 2026 yang diselenggarakan UBS Forums di Pune, India.

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Manager Production PT Pertamina Patra Niaga Kilang Sungai Pakning, Triadi Lukito.

Capaian ini menjadi apresiasi atas komitmen perusahaan dalam mengembangkan program yang tidak hanya berorientasi pada penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), tetapi juga menjaga ekosistem gambut serta meningkatkan kapasitas masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Program “Gambut Lestari Alam Menghidupi” dikembangkan sebagai pendekatan terpadu dalam menghadapi ancaman karhutla, khususnya di Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis.

Program ini mengintegrasikan upaya penanggulangan bencana dengan tata kelola ekosistem gambut dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.

Pelaksanaannya mencakup pemenuhan inventaris pemadaman, dukungan terhadap tata kelola hidrologis gambut, pelestarian ekosistem asli gambut, hingga penguatan kolaborasi lintas sektor melalui penyusunan rencana kontingensi dalam penanganan karhutla.

Salah satu inovasi yang dikembangkan melalui program tersebut adalah Nozzle Gambut, perangkat yang dirancang untuk membantu pemadaman api, baik di atas maupun di bawah permukaan lahan gambut.

Inovasi ini membantu proses pemadaman sekaligus pendinginan lapisan gambut secara lebih efektif. Dengan demikian, upaya penanganan kebakaran dapat dilakukan secara lebih optimal sekaligus mengurangi potensi api kembali muncul dari lapisan gambut.

Selain itu, Pertamina Patra Niaga Sungai Pakning mengembangkan Expintable, berupa sumur hidran portabel yang menjadi solusi praktis untuk penanganan karhutla, terutama pada lokasi yang jauh dari sumber air.

Pada aspek pencegahan, terdapat inovasi Akurrat, yakni alat pengukur level air gambut yang berperan sebagai bagian dari sistem peringatan dini.

Informasi mengenai kondisi muka air gambut menjadi dasar bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah antisipasi sebelum lahan gambut berada dalam kondisi terlalu kering dan rentan terbakar.

Ketiga inovasi tersebut lahir dari kebutuhan dan persoalan yang dihadapi masyarakat di lapangan. Selain dirancang agar mudah diaplikasikan, inovasi tersebut juga memiliki potensi untuk direplikasi di wilayah lain dengan karakteristik dan tantangan serupa dalam menghadapi ancaman karhutla.

“Pendekatan yang menyeluruh, bukan hanya bagaimana kita memadamkan api, tetapi bagaimana kita mencegahnya, menjaga ekosistemnya, dan memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh manfaat dari lahan gambut tanpa merusaknya,” ujar Triadi Lukito.

Menurut Triadi, penghargaan internasional tersebut menjadi bukti bahwa kolaborasi antara perusahaan, masyarakat, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan dapat menghasilkan solusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“Kami akan terus mendorong inovasi dan memperkuat kolaborasi agar upaya yang dilakukan di Sungai Pakning dapat memberikan dampak yang lebih luas,” tambahnya.

Program “Gambut Lestari Alam Menghidupi” juga mendorong masyarakat untuk melihat lahan gambut bukan semata sebagai kawasan yang harus dilindungi dari kebakaran, tetapi sebagai sumber kehidupan yang dapat memberikan manfaat apabila dikelola secara bijak dan berkelanjutan.

Pemanfaatan tersebut diwujudkan melalui kegiatan budidaya perikanan, seperti ikan gabus dan toman, serta pertanian ramah lingkungan dengan mengembangkan berbagai komoditas lokal, di antaranya kopi liberika, tanaman hortikultura, dan sagu.

Berbagai kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa perlindungan gambut dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Masyarakat didorong untuk memperoleh manfaat ekonomi dari lahan gambut tanpa mengabaikan keberlanjutan ekosistemnya.

Triadi menyebut penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas komitmen Pertamina Patra Niaga dalam menjaga ekosistem gambut sekaligus memperkuat ketangguhan masyarakat.

“Bagi kami, pengelolaan gambut yang berkelanjutan tidak hanya berbicara tentang penanganan kebakaran, tetapi juga bagaimana melakukan pencegahan, menjaga tata air gambut, memperkuat kapasitas masyarakat, dan memastikan lahan gambut tetap memberikan manfaat secara berkelanjutan,” katanya.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan inovasi dan memperkuat kolaborasi bersama masyarakat serta para pemangku kepentingan,” pungkas Triadi Lukito.

Versi ini sengaja menempatkan “Gambut Lestari Alam Menghidupi” sebagai benang merah berita, sehingga judul dan isi terasa lebih menyatu, sementara penghargaan internasional menjadi bukti atas keberhasilan program tersebut. (*/soe)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *