Scroll untuk baca artikel
Dumai

Lewat Inovasi dan Pemberdayaan Pesisir, Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai dan Sungai Pakning Sabet PROPER Hijau 2025

×

Lewat Inovasi dan Pemberdayaan Pesisir, Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai dan Sungai Pakning Sabet PROPER Hijau 2025

Sebarkan artikel ini
General Manager PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai, Iwan Kurniawan menerima PROPER Hijau 2025 Kilang Dumai dan Kilang Sungai Pakning dari Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq di Gedung Sasono Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah, pada Selasa (7/4). F : Kilang Pertamina Dumai

DUMAI (MDC) – PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai kembali menorehkan prestasi di bidang lingkungan dengan meraih dua penghargaan PROPER Hijau 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) Republik Indonesia. Penghargaan ini diberikan kepada Kilang Dumai dan Kilang Sungai Pakning atas keberhasilan mengintegrasikan inovasi operasional dengan program pemberdayaan masyarakat, khususnya di wilayah pesisir.

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh General Manager Refinery Unit Dumai, Iwan Kurniawan, di Gedung Sasono Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah, Selasa (07/04/2026).

Capaian ini menjadi bukti bahwa Pertamina Patra Niaga tidak hanya berfokus pada penyediaan energi nasional, tetapi juga berkomitmen menghadirkan dampak berkelanjutan bagi lingkungan dan masyarakat.

Dalam periode penilaian 2024–2025, sebanyak 5.476 perusahaan mengikuti PROPER, dengan hanya 243 perusahaan yang berhasil meraih peringkat Hijau. Predikat ini diberikan kepada perusahaan yang tidak hanya patuh terhadap regulasi lingkungan, tetapi juga mampu melampaui standar melalui inovasi dan program berkelanjutan.

Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan bahwa PROPER kini menjadi motor transformasi dunia usaha.

“PROPER mendorong perusahaan tidak hanya taat, tetapi juga melampaui kepatuhan melalui inovasi, efisiensi sumber daya, dan kontribusi nyata kepada masyarakat,” ujarnya.

Di Kilang Dumai, inovasi diwujudkan melalui program eko-inovasi MOPS (Modifikasi Sistem Burner pada High Pressure Steam Boiler) yang mampu mengoptimalkan penggunaan energi sekaligus menekan emisi karbon. Inovasi ini berhasil menurunkan emisi CO2 hingga 17.187,60 ton CO2eq sepanjang tahun 2024.

Selain inovasi teknologi, Kilang Dumai juga aktif menjalankan program pemberdayaan masyarakat pesisir melalui “Serumpun Paman Bahari”. Program ini berfokus pada perlindungan wilayah pesisir dari ancaman abrasi sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat di Kelurahan Mundam, Tanjung Palas, dan Jaya Mukti.

Berbagai kegiatan seperti Green Laundry Barter Jaya, Bioflok Nila Salin, program pencegahan stunting, Pertamina Cerdas, hingga pengembangan penghidupan berkelanjutan di wilayah bufferzone telah memberikan dampak nyata. Program ini bahkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat hingga Rp9 juta per bulan serta memberikan pendampingan gizi bagi puluhan penerima manfaat.

Sementara itu, Kilang Sungai Pakning mengusung program “Koloni Gambut Berdikari” yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat di kawasan gambut, termasuk petani madu di Desa Tanjung Leban. Melalui inovasi Sistem Ekstraksi Rotari Nektar Alami (SERANA), proses ekstraksi madu dapat dilakukan tanpa merusak sarang lebah.

Inovasi tersebut terbukti meningkatkan hasil panen hingga 368 kilogram per bulan dan telah mendapatkan hak paten sebagai bentuk pengakuan atas karya inovatif pekerja lokal.

Manager HSSE Refinery Unit Dumai, Syahrial Okzani, menyebut capaian ini sebagai hasil konsistensi perusahaan dalam mengintegrasikan aspek keberlanjutan ke dalam setiap lini operasional.

“Pencapaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berinovasi dan memperkuat program pemberdayaan agar memberikan manfaat berkelanjutan bagi lingkungan dan masyarakat,” ujarnya.

Raihan PROPER Hijau 2025 ini semakin menegaskan posisi Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai dan Sungai Pakning sebagai pelaku industri yang tidak hanya unggul dalam operasional, tetapi juga aktif dalam mendorong inovasi lingkungan serta pembangunan masyarakat pesisir yang berkelanjutan. (dit)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *