Scroll untuk baca artikel
Dumai

Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Perkuat Kesiapsiagaan Firefighter melalui Agility Test

×

Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Perkuat Kesiapsiagaan Firefighter melalui Agility Test

Sebarkan artikel ini

Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Perkuat Kesiapsiagaan Firefighter melalui Agility Test

DUMAI (MDC) – PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai (Kilang Pertamina Dumai) terus memperkuat kesiapsiagaan dan keandalan sistem tanggap darurat melalui pelaksanaan Agility Test Firefighter. Kegiatan ini diikuti 57 personel Firefighter dari wilayah operasi Kilang Dumai dan Kilang Sungai Pakning.

Berlangsung pada 29–31 Juli 2026 di Lapangan Bapor, Komperta Bukit Datuk, kegiatan tersebut merupakan bagian dari Firefighter Fitness Improvement Program, yang dirancang untuk memastikan setiap personel Firefighter memiliki tingkat kebugaran, kelincahan, daya tahan, serta kesiapan fisik yang sesuai dengan tuntutan operasional di lapangan.

Agility Test menjadi salah satu bentuk evaluasi berkala perusahaan terhadap kesiapan fisik dan kemampuan operasional personel dalam menghadapi kondisi kedaruratan.

Pengujian ini mengadopsi konsep pelatihan Firefighter yang digunakan oleh Singapore Civil Defence Force (SCDF) dan dikembangkan bersama FLAIRS/Eminence.

Setiap tahapan pengujian dirancang merepresentasikan aktivitas yang dihadapi Firefighter saat menjalankan tugas di lapangan.

Peserta harus menyelesaikan sejumlah obstacle yang mencakup Hose Drag, yakni menarik selang pemadam; Stair Climb, naik dan turun tangga; SCBA Carry, membawa Self Contained Breathing Apparatus; Obstacle Course yang menguji kelincahan, koordinasi dan keseimbangan; hingga Casualty Rescue/Rescue Drag untuk simulasi evakuasi korban, sebelum ditutup dengan Sprint to Finish.

Rangkaian tersebut tidak sekadar menguji kecepatan, tetapi juga menggambarkan tuntutan fisik dan keterampilan yang dibutuhkan Firefighter ketika merespons keadaan darurat.

Dalam pelaksanaannya, standar kelulusan ditetapkan dengan waktu penyelesaian maksimal enam menit.

Tahun ini, catatan waktu tercepat mencapai 3 menit 20 detik, sementara rata-rata waktu penyelesaian peserta yang dinyatakan lulus berada pada 4 menit 40 detik.

Capaian tersebut menjadi salah satu indikator kesiapan fisik personel dalam menjalankan tugas tanggap darurat sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk pengembangan program pembinaan kebugaran secara berkelanjutan.

Manajer HSSE PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai, Syahrial Okzani, mengatakan kesiapan personel menjadi bagian penting dalam memastikan keandalan sistem tanggap darurat dan keberlangsungan operasional yang aman.

“Keselamatan operasional diawali dengan kesiapan personel yang prima. Melalui Agility Test ini, kami ingin memastikan setiap Firefighter memiliki kemampuan fisik, ketangkasan, dan daya tahan yang sesuai dengan tuntutan tugas di lapangan. Program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memperkuat budaya HSSE sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan tim tanggap darurat untuk melindungi pekerja, aset perusahaan, dan lingkungan,” ujar Syahrial.

Menurutnya, evaluasi yang dilakukan secara berkala diharapkan tidak hanya menjadi tolok ukur kemampuan personel, tetapi juga mendorong setiap Firefighter untuk terus meningkatkan kompetensi dan menjaga kebugaran secara konsisten.

Senada, Section Head Health PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai, dr. Hengki Ferdianto, menjelaskan bahwa kebugaran fisik merupakan salah satu faktor penting dalam menunjang efektivitas operasi penyelamatan maupun pemadaman kebakaran.

“Agility Test bukan hanya mengukur kecepatan menyelesaikan lintasan, tetapi juga mengevaluasi kapasitas fisik, daya tahan kardiovaskular, kekuatan otot, koordinasi, keseimbangan, serta kemampuan personel bekerja di bawah tekanan. Hasil evaluasi ini menjadi dasar bagi tim Health dalam menyusun program pembinaan kebugaran sehingga setiap Firefighter senantiasa berada dalam kondisi fisik yang optimal ketika menjalankan tugas,” jelas Hengki.

Pelaksanaan Agility Test berlangsung aman, tertib, dan sesuai dengan rencana. Selain menjadi bagian dari indikator pencapaian Firefighter Fitness Improvement Program, hasil evaluasi akan digunakan sebagai dasar penyusunan program pembinaan fisik yang lebih terarah.

Melalui penguatan kebugaran dan kesiapsiagaan personel secara berkelanjutan, Kilang Pertamina Dumai terus mendorong peningkatan kompetensi Firefighter sebagai bagian integral dari penerapan budaya Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) serta upaya menjaga keandalan operasional dan keselamatan di seluruh wilayah kerja. (soe)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *