Scroll untuk baca artikel
DumaiRiau

PT Pertamina Patra Niaga Unit Dumai Produksi Sungai Pakning Perkuat Sinergi Cegah dan Tangani Karhutla

×

PT Pertamina Patra Niaga Unit Dumai Produksi Sungai Pakning Perkuat Sinergi Cegah dan Tangani Karhutla

Sebarkan artikel ini

BENGKALIS (MDC) — Pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membutuhkan kerja bersama. Pemerintah, aparat, dunia usaha hingga masyarakat memiliki peran yang saling melengkapi untuk memastikan ancaman karhutla dapat diantisipasi dan ditangani secara cepat ketika terjadi.

Komitmen tersebut terus diperkuat PT Pertamina Patra Niaga Unit Dumai Produksi Sungai Pakning melalui berbagai langkah, mulai dari edukasi pencegahan, penguatan kesiapsiagaan personel dan sarana, hingga keterlibatan langsung dalam penanganan karhutla di lapangan.

Salah satu bentuk kontribusi tersebut diwujudkan melalui keterlibatan perusahaan dalam kegiatan Sosialisasi Pencegahan dan Penanggulangan Karhutla bersama Tim Penyuluh Pencegahan dan Penanggulangan Karhutla Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) di Kecamatan Bukit Batu, 10 September 2026.

Dalam kegiatan tersebut, perusahaan turut membagikan praktik baik dalam upaya pencegahan dan penanganan karhutla berbasis pemberdayaan masyarakat yang telah dijalankan di sekitar wilayah operasional.

Sinergi tersebut kemudian diperkuat melalui audiensi Tim Penyuluh Pencegahan dan Penanggulangan Karhutla Mabes TNI dengan manajemen Kilang Sungai Pakning pada 15 September 2026.

Selain membahas penguatan koordinasi lintas sektor, kegiatan tersebut juga diisi dengan pengecekan kesiapsiagaan sarana dan peralatan pemadam yang dimiliki perusahaan. Langkah ini menjadi bagian penting untuk memastikan sumber daya perusahaan selalu dalam kondisi siap ketika dibutuhkan dalam mendukung penanganan karhutla.

Turun Langsung ke Lapangan
Komitmen tersebut tidak berhenti pada edukasi dan kesiapsiagaan. Ketika karhutla terjadi di Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, Fire Brigade Kilang Sungai Pakning turut turun langsung bersama unsur terkait.

Pada 11–13 September 2026, Fire Brigade Kilang Sungai Pakning terlibat dalam upaya pemadaman dan penanganan kebakaran di wilayah tersebut.

Dalam pelaksanaannya, perusahaan juga mengajak Masyarakat Peduli Api (MPA) Kelurahan Sungai Pakning untuk berkolaborasi mendukung upaya pemadaman melalui implementasi EXPINTABLE, inovasi portable hydrant yang membantu penyediaan dan distribusi air untuk mendukung penanganan kebakaran di lapangan.

Dukungan juga diperkuat melalui penyerahan lima unit Nozzle Gambut kepada Pemerintah Kampung Dayun. Peralatan tersebut diharapkan dapat mendukung efektivitas penanganan kebakaran, khususnya pada lahan gambut, sekaligus memperkuat kesiapan masyarakat dan pemerintah kampung dalam menghadapi potensi karhutla.

Penanganan di lapangan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai unsur. Sekitar 70 personel terlibat dalam operasi tersebut, terdiri atas TNI, Brimob, Manggala Agni, MPA Dayun, RAPP, Fire Brigade Kilang Sungai Pakning, Satpol PP Provinsi, Polres Siak, Polsek Dayun, serta unsur terkait lainnya.

Dalam rangkaian penanganan tersebut, tim Fire Brigade Kilang Sungai Pakning bersama unsur gabungan melakukan pemadaman pada sejumlah titik api di wilayah Dayun.

Pada hari kedua penanganan, sebanyak sembilan titik api berhasil dipadamkan. Sementara pada hari berikutnya, tim kembali menangani delapan titik api.

Dengan demikian, sebanyak 17 titik api berhasil dipadamkan dalam rangkaian dukungan penanganan karhutla tersebut.

Kolaborasi Jadi Kunci

Manager Produksi PT Pertamina Patra Niaga Kilang Sungai Pakning, Triadi Lukito, menyampaikan bahwa penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh pihak dengan peran yang saling melengkapi.

“Karhutla merupakan tantangan yang membutuhkan kesiapan dan kolaborasi. Perusahaan tidak hanya menyiapkan personel dan peralatan, tetapi juga terus mendorong penguatan kapasitas masyarakat serta koordinasi dengan pemerintah dan unsur terkait. Melalui sinergi multipihak, respons terhadap karhutla dapat dilakukan secara lebih cepat, terkoordinasi, dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” ujar Triadi.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Kilang Sungai Pakning dalam mendukung pencegahan dan penanggulangan karhutla melalui pendekatan yang terintegrasi.

Upaya tersebut dilakukan dari hulu hingga hilir, mulai dari membangun kesadaran dan kapasitas masyarakat, memastikan kesiapan personel dan peralatan, memperkuat koordinasi lintas sektor, hingga memberikan dukungan langsung ketika terjadi kebakaran.

Bagi perusahaan, penanganan karhutla bukan semata-mata tentang merespons api ketika telah muncul. Lebih dari itu, kesiapsiagaan, edukasi, pemberdayaan masyarakat dan kolaborasi menjadi bagian penting dalam membangun ketangguhan bersama menghadapi risiko kebakaran hutan dan lahan.

Melalui sinergi yang terus diperkuat bersama pemerintah, aparat, masyarakat dan para pemangku kepentingan lainnya, PT Pertamina Patra Niaga Unit Dumai Produksi Sungai Pakning terus mengambil bagian dalam menjaga lingkungan sekaligus mendukung terciptanya wilayah yang lebih aman dan tangguh terhadap ancaman karhutla. (soe)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *