DUMAI (MDC) – PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai atau Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai, melalui program Community Involvement & Development (CID) atau Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), sejak 2023 terus mendampingi Kelompok Masyarakat (Pokmas) Alam Tani dalam mengubah lahan tidur bekas kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kelurahan Tanjung Palas menjadi kawasan pertanian produktif.
Berawal dari pengembangan tanaman sorgum dan berbagai jenis tanaman hortikultura, kini Pokmas Alam Tani mencoba membuka peluang baru dengan mengembangkan tanaman kopi robusta di lahan gambut.
Sebanyak 1.000 bibit kopi robusta mulai ditanam secara bertahap pada 14 Juli 2026 di lahan seluas dua hektare. Area tersebut merupakan bagian dari total enam hektare lahan pertanian yang dikelola Pokmas Alam Tani binaan Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai.
Penanaman dalam skala lebih luas ini menjadi kelanjutan dari keberhasilan uji coba 100 batang kopi yang telah dilakukan sejak 2022.
Local Hero Pokmas Alam Tani, Maiyudi atau yang akrab disapa Rudi, menuturkan bahwa tanaman kopi yang ditanam melalui tahap uji coba tersebut berhasil memberikan hasil. Bahkan, panen perdana telah dilakukan pada awal 2026.
“Untuk hasil panen, satu batang biasanya bisa menghasilkan sekitar satu kilogram biji kopi. Namun, hasil panen yang kami dapatkan sejauh ini masih sebatas untuk dikonsumsi sendiri,” ujar Rudi.
Selama ini, kopi identik dengan tanaman yang tumbuh di kawasan dataran tinggi dengan iklim sejuk hingga dingin, umumnya pada ketinggian tertentu di atas permukaan laut.
Namun, keberhasilan Pokmas Alam Tani mengembangkan kopi di lahan gambut menjadi bukti bahwa dengan pengelolaan yang tepat, lahan gambut juga memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi sumber ekonomi produktif.
Pengembangan kopi ini pun tidak hanya menjadi bagian dari roadmap program jangka panjang kelompok, tetapi juga melihat peluang pasar yang terus berkembang seiring perubahan gaya hidup masyarakat.
Budaya “ngopi” kini semakin menjadi bagian dari keseharian masyarakat. Hal tersebut ditandai dengan semakin menjamurnya kedai-kedai kopi di berbagai daerah, mulai dari usaha mikro, kecil, dan menengah hingga jaringan bisnis ritel.
Menurut Rudi, keberhasilan penanaman kopi pada tahap awal memberikan optimisme baru bagi para petani di Pokmas Alam Tani untuk mengembangkan komoditas tersebut secara lebih serius.
“Penanaman kopi ini memberi peluang yang cukup besar di Indonesia. Apalagi di Kota Dumai belum banyak, bahkan belum ada petani yang mengembangkan kopi seperti ini.
“Biasanya daerah penghasil kopi yang kita kenal berada di Aceh dan Lampung. Karena itu, kami mencoba mengembangkannya di Kota Dumai. Saya berharap nantinya kopi ini bisa dikenal sebagai kopi gambut,” ungkap Rudi.
Keberhasilan Pokmas Alam Tani dalam mengembangkan pertanian hortikultura, termasuk kopi, menjadi wujud nyata dukungan berkelanjutan Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai dalam mendorong pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasi perusahaan.
Sejak mendampingi Pokmas Alam Tani, Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai memberikan berbagai dukungan melalui penyediaan sarana dan prasarana pertanian, perkebunan, hingga peternakan.
Perusahaan juga membantu perbaikan akses jalan untuk memudahkan kelompok membawa hasil panen dan memasarkannya ke pasar-pasar di Kota Dumai.
Selain dukungan infrastruktur, peningkatan kapasitas kelompok juga dilakukan melalui berbagai pelatihan, mulai dari pengembangan pertanian hingga pengolahan dan pemasaran produk.
“Untuk bantuan dari Pertamina, alhamdulillah luar biasa. Kami sangat terbantu. Dulu kami ibaratnya baru berjalan, sekarang kami bisa berlari untuk sampai ke tujuan,” kata Rudi.
Ia mengatakan, pendampingan yang diberikan telah membuka banyak peluang bagi kelompok untuk terus berkembang.
“Mulai dari pertanian tanaman buah, penanaman sorgum, hingga pelatihan pengolahan dan pemasaran semuanya kami dapatkan. Dulu kami menanam kopi hanya sekadar uji coba, sekarang kami sudah bisa mulai membuat hamparan kebun kopi,” tambahnya.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai, Tengku Muhammad Rum, mengatakan program pertanian yang dikembangkan bersama Pokmas Alam Tani tidak hanya bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui kegiatan ekonomi produktif.
Lebih dari itu, program tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga dan memanfaatkan lahan gambut secara produktif sehingga memiliki nilai ekonomi sekaligus membantu mengurangi potensi ancaman kebakaran hutan dan lahan.
“Penanaman kopi ini merupakan bagian dari penguatan program untuk mendukung kemandirian serta keberlanjutan usaha kelompok ke depan. Melalui pendampingan yang diberikan, kami berharap kapasitas kelompok terus meningkat sehingga ketika tanaman kopi ini nanti memasuki masa panen, hasilnya tidak hanya memberikan tambahan pendapatan bagi kelompok dan masyarakat sekitar,” jelas Rum.
Ia berharap pengembangan kopi tersebut dapat terus berkembang menjadi salah satu komoditas unggulan khas Kota Dumai.
“Ke depan, kami berharap kopi ini dapat berkembang menjadi komoditas unggulan khas lahan gambut Kota Dumai yang memiliki nilai tambah dan daya saing,” tambahnya.
Muhammad Rum juga mengapresiasi semangat para petani yang tergabung dalam Pokmas Alam Tani.
Menurutnya, keberanian kelompok untuk mencoba dan mengembangkan komoditas baru di lahan gambut menjadi modal penting dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Program pemberdayaan yang dijalankan Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai bersama Pokmas Alam Tani juga sejalan dengan agenda global Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan pertama tentang Tanpa Kemiskinan, tujuan kedelapan tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta tujuan ke-13 tentang Penanganan Perubahan Iklim.
Dari lahan yang sebelumnya terbengkalai dan pernah terdampak Karhutla, kini tumbuh harapan baru. Melalui tangan-tangan petani dan pendampingan berkelanjutan dari Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai, lahan gambut Tanjung Palas perlahan menjelma menjadi ruang produktif yang tidak hanya menghasilkan pangan, tetapi juga membuka peluang lahirnya identitas baru: kopi gambut khas Kota Dumai. (soe)































