DUMAI (MDC) – Abdul Kadir Jailani (AKJ) resmi mengembalikan formulir pendaftaran bakal calon Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Dumai periode 2026–2030, Rabu (19/8/2026). Berbekal dukungan 37 cabang olahraga (cabor), AKJ menyatakan siap mengikuti seluruh tahapan menuju Musyawarah Kota Luar Biasa (Muskotlub) KONI Dumai.
Pengembalian formulir dilakukan AKJ sekitar pukul 14.50 WIB. Ia datang bersama puluhan pengurus cabor yang memberikan dukungan terhadap pencalonannya.
Kehadiran AKJ dan para pengurus cabor pendukung diterima langsung oleh lima anggota Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) Muskotlub KONI Kota Dumai. Mereka yakni M. Said selaku ketua, Iriansyah sebagai sekretaris, serta anggota Budi Adrian, Gustiar dan Yulia Putra.
Pengembalian formulir beserta berkas persyaratan dan dokumen pendukung tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam proses penjaringan dan penyaringan bakal calon Ketua Umum KONI Kota Dumai.
AKJ menjadi bakal calon pertama dari empat kandidat yang telah mengambil formulir untuk mengembalikan berkas pendaftaran kepada TPP.
“Berkas kami terima untuk selanjutnya dilakukan penyaringan untuk meneliti berkas yang diserahkan,” kata M. Said saat menerima berkas AKJ.
Usai menyerahkan formulir, AKJ menegaskan kesiapannya untuk mengikuti seluruh proses pemilihan dan membawa olahraga Kota Dumai menuju prestasi yang lebih baik apabila mendapat amanah memimpin KONI periode 2026–2030.
Dukungan 37 cabor yang mengantarnya langsung ke TPP, menurut AKJ, merupakan sebuah amanah sekaligus tanggung jawab besar. Ia menegaskan pencalonannya tidak hanya untuk kepentingan pribadi, tetapi sebagai bagian dari upaya bersama membangun olahraga Kota Dumai.
“Alhamdulillah, hari ini kita sudah mengembalikan formulir pendaftaran sebagai calon Ketua Umum KONI Kota Dumai. Saya datang bersama teman-teman dari cabang olahraga dan dukungan dari 37 cabor. Ini tentu menjadi sebuah amanah dan tanggung jawab bagi saya,” ujar AKJ.
Dalam pencalonannya, AKJ mengusung tagline “Bersatu, Bersama, Juara”. Tagline tersebut menjadi semangat yang ingin dibangun untuk memperkuat kebersamaan seluruh insan olahraga sekaligus meningkatkan prestasi atlet Kota Dumai.
Menurut AKJ, prestasi olahraga tidak mungkin dibangun hanya oleh seorang ketua atau jajaran pengurus KONI. Dibutuhkan kekuatan bersama antara KONI, pengurus cabor, pelatih dan atlet.
“Tanpa dukungan dan kerja sama dari seluruh pengurus maupun atlet, saya tidak bisa memajukan olahraga di Kota Dumai ini,” tegasnya.
AKJ yang saat ini dipercaya sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua KONI Kota Dumai juga menekankan pentingnya menjadikan KONI sebagai rumah besar bagi seluruh cabang olahraga.
Ia menilai komunikasi antara KONI dan cabor harus diperkuat dan tidak hanya dilakukan ketika agenda resmi organisasi, seperti rapat kerja maupun rapat koordinasi.
Menurutnya, forum silaturahmi yang lebih informal dan kekeluargaan justru dapat membuka ruang komunikasi yang lebih luas. Dari forum tersebut, pengurus KONI bisa mengetahui secara langsung persoalan dan kebutuhan masing-masing cabor.
“Ke depan, pertemuan antara pengurus KONI dengan pengurus cabor tidak sebatas pada raker atau rakor. Tapi melalui forum-forum silaturahmi seperti malam ini, sehingga pengurus KONI punya banyak masukan untuk pengembangan olahraga,” katanya.
Selain memperkuat komunikasi internal, AKJ juga berkomitmen mendorong sinergi dengan pemerintah daerah dan dunia usaha. Salah satu gagasan yang akan didorong yakni program bapak angkat cabor, yang diharapkan dapat membantu pembinaan atlet dan memenuhi kebutuhan masing-masing cabang olahraga.
Dengan dukungan 37 cabor, AKJ mengaku optimistis menghadapi tahapan Muskotlub. Namun, ia menegaskan seluruh proses akan tetap dihormati dan dijalankan sesuai mekanisme organisasi.
“Kita akan mengikuti semua proses dan tahapan yang ditetapkan. Mudah-mudahan apa yang menjadi harapan kita bersama bisa terwujud,” ujarnya.
AKJ juga berharap kontestasi pemilihan Ketua Umum KONI Dumai tidak menjadi ajang yang memecah persatuan. Sebaliknya, proses tersebut harus menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas dan menyatukan langkah seluruh insan olahraga.
“Siapa pun nanti yang terpilih, yang paling utama adalah bagaimana olahraga Dumai semakin maju dan atlet-atlet kita bisa berprestasi. Kita ingin KONI ke depan lebih solid dan membawa nama baik Kota Dumai,” pungkas AKJ.
Dengan pengembalian formulir tersebut, AKJ kini resmi memasuki tahapan persaingan menuju Muskotlub KONI Kota Dumai. Dukungan 37 cabor menjadi modal awal bagi AKJ untuk menghadapi kontestasi perebutan kursi Ketua Umum KONI Dumai periode 2026–2030. (soe)































