SUASANA penuh kebanggaan dan haru menyelimuti momen ketika tokoh masyarakat sekaligus pengusaha asal Kota Dumai, Junaidi Zhang, menerima piagam penghargaan langsung dari Panglima Komando Pasukan Khusus (Pangkopassus) Letjen TNI Djon Afriandi.
Di tengah prosesi yang berlangsung khidmat tersebut, penampilan Junaidi Zhang turut mencuri perhatian para tamu undangan.
Saat mayoritas undangan mengenakan batik, Ia tampak mengenakan baju putih dengan gambar Garuda merah di bagian dada, simbol yang identik dengan semangat nasionalisme dan kecintaan terhadap Indonesia.
Bagi Junaidi Zhang, pilihan pakaian itu bukan sekadar penampilan biasa. Ada pesan dan rasa hormat yang ingin ia tunjukkan kepada Korps Baret Merah yang selama ini dikenal sebagai salah satu pasukan elite kebanggaan bangsa.
“Garuda itu simbol negara kita. Saya memakai baju ini sebagai bentuk rasa bangga kepada Indonesia dan penghormatan kepada Kopassus yang telah banyak berjuang untuk bangsa,” ujar Junaidi Zhang saat ditemui di kedai kopi murni, Selasa (20/05/2026). Bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional.
Piagam penghargaan tersebut diberikan atas dukungan dan kontribusinya terhadap penguatan fasilitas Grup 3 Kopassus di Kota Dumai. Penghargaan itu menjadi bentuk apresiasi atas kepedulian dan perhatian yang selama ini diberikan Junaidi Zhang terhadap institusi TNI.
Momen penerimaan penghargaan itu pun berlangsung hangat. Senyum dan rasa bangga terlihat jelas dari wajah Junaidi Zhang ketika berdiri di hadapan jajaran petinggi TNI. Tidak sedikit tamu undangan yang turut memberikan ucapan selamat kepadanya.
Junaidi Zhang mengaku tidak pernah menyangka dukungan yang ia berikan akan mendapat perhatian langsung dari pimpinan Kopassus. Baginya, membantu dan mendukung TNI merupakan bentuk tanggung jawab moral sebagai warga negara.
“Saya ini hanya masyarakat biasa. Sekolah rakyat pun tidak tamat.Tapi saya ingin ikut berbuat untuk negara. Kalau TNI kuat, daerah juga akan aman dan masyarakat bisa hidup nyaman,” katanya dengan nada rendah hati.
Ia juga menyampaikan rasa hormatnya terhadap prajurit Kopassus yang selama ini dikenal disiplin, tangguh, dan selalu siap menjalankan tugas negara dalam berbagai kondisi.
Menurutnya, keberadaan Grup 3 Kopassus di Dumai menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat. Selain menjaga keamanan, keberadaan pasukan elite tersebut juga dinilai membawa dampak positif bagi daerah.
“Kami masyarakat Dumai tentu bangga ada Kopassus di kota ini. Mereka bukan hanya menjaga negara, tetapi juga dekat dengan masyarakat,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Junaidi Zhang juga berharap hubungan baik antara masyarakat dan TNI terus terjalin erat. Ia menilai sinergi tersebut penting untuk menjaga persatuan dan membangun daerah secara bersama-sama.
“Kalau masyarakat dan TNI kompak, saya yakin daerah akan semakin maju dan kondusif. Semoga silaturahmi seperti ini terus terjaga,” tambahnya.
Prosesi penyerahan penghargaan berlangsung penuh khidmat dan dihadiri sejumlah pejabat TNI, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.
Momentum tersebut menjadi simbol kuatnya hubungan antara masyarakat sipil dengan TNI dalam mendukung pengabdian kepada bangsa dan negara.
Bagi Junaidi Zhang, penghargaan dari Pangkopassus bukan hanya sekadar piagam penghormatan. Lebih dari itu, penghargaan tersebut menjadi pengingat bahwa sekecil apa pun dukungan masyarakat terhadap negara akan selalu memiliki arti besar bagi persatuan dan kemajuan Indonesia. (soe)































