DUMAI (MDC)— PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai (Kilang Pertamina Dumai) terus membuka akses edukasi bagi pelajar, mahasiswa, dan kalangan akademisi untuk mengenal lebih dekat industri hilir minyak dan gas (migas).
Melalui program kunjungan industri yang dilaksanakan secara berkelanjutan, perusahaan memberikan kesempatan kepada dunia pendidikan untuk memahami secara langsung proses bisnis energi nasional, mulai dari pengolahan minyak mentah hingga pendistribusian produk energi kepada masyarakat.
Program ini menjadi bagian dari komitmen Pertamina dalam meningkatkan literasi masyarakat mengenai sektor energi sekaligus memperkuat sinergi antara dunia industri dan dunia pendidikan.
Selain memperoleh pengetahuan teoritis, para peserta juga diajak melihat bagaimana industri hilir migas dijalankan dengan mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan keberlanjutan.
Salah satu kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu (24/06/2026), saat Kilang Pertamina Dumai menerima kunjungan industri sebanyak 73 mahasiswa beserta dosen pendamping dari Politeknik Negeri Medan.
Dalam kegiatan itu, peserta memperoleh pemaparan komprehensif mengenai sejarah Kilang Dumai, Kilang Sungai Pakning, dan Kilang Pangkalan Brandan, sumber crude oil (minyak mentah) yang digunakan, proses penerimaan dan pengolahan minyak mentah menjadi berbagai produk bernilai tambah, hingga mekanisme pendistribusian produk kepada masyarakat sebagai bagian dari rantai pasok energi nasional.
Seluruh materi disampaikan langsung oleh engineer Kilang Dumai dari Fungsi Process Safety Engineering Development sebagai bagian dari transfer knowledge dan berbagi pengalaman praktis mengenai operasional kilang kepada kalangan akademisi.
Kegiatan dipusatkan di HSSE Demoroom Kilang Dumai yang menjadi fasilitas edukasi bagi pelajar, mahasiswa, akademisi, maupun masyarakat yang melakukan kunjungan industri.
Tidak hanya mempelajari proses bisnis perusahaan, para peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai implementasi budaya kerja Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) yang menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas operasional Kilang Pertamina Dumai.
Melalui sesi ini, mahasiswa diperkenalkan dengan standar keselamatan kerja, sistem keamanan operasional, hingga komitmen perusahaan dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Suasana diskusi berlangsung interaktif. Para mahasiswa aktif mengajukan berbagai pertanyaan kepada narasumber mengenai proses pengolahan minyak, operasional kilang, hingga penerapan aspek HSSE di lingkungan kerja Pertamina.
Salah seorang peserta, Horas Supriadi, mengaku terkesan dengan kesempatan yang diberikan Pertamina untuk belajar langsung di lingkungan kilang. Mahasiswa yang bercita-cita menjadi ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) itu menilai pengalaman tersebut memberikan gambaran nyata mengenai penerapan budaya keselamatan di dunia industri.
“Kami sangat senang bisa ke sini, karena tidak semua orang memiliki kesempatan belajar langsung di lingkungan kerja seperti Kilang Dumai. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pertamina RU Dumai atas kesempatan dan ilmu yang diberikan,” ujarnya.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai, Tengku Muhammad Rum, mengatakan program kunjungan industri yang dilaksanakan secara berkelanjutan merupakan bentuk dukungan perusahaan dalam mencetak generasi muda yang memiliki wawasan, kompetensi, dan kesiapan menghadapi dunia kerja, khususnya di sektor industri migas.
Menurutnya, melalui interaksi langsung dengan para profesional di bidangnya, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga mendapatkan gambaran nyata mengenai peluang pendidikan dan pengembangan karier di industri energi.
“Kunjungan industri ini menjadi dukungan kami bagi generasi masa depan bangsa yang unggul, kompeten, dan berdaya saing sebagai talenta terbaik untuk kemajuan sektor migas nasional di masa depan. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan ilmu, memperkaya wawasan, sekaligus menjadi pengalaman belajar lapangan yang berharga bagi para mahasiswa,” ujar Muhammad Rum.
Komitmen Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai dalam membuka akses edukasi kepada dunia pendidikan terus ditunjukkan secara konsisten. Dalam tiga tahun terakhir, lebih dari 20 sekolah dan perguruan tinggi telah mengikuti program kunjungan industri di Kilang Dumai.
Antusiasme tersebut tidak hanya datang dari institusi pendidikan di Indonesia, tetapi juga dari kalangan akademisi internasional. Pada 10 Juni 2026, Kilang Pertamina Dumai menerima kunjungan sebanyak 24 mahasiswa beserta dosen dari Universiti Malaysia Kelantan bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Dumai dalam Program Mobiliti Antarabangsa Accountants Beyond Borders 2026.
Selain memperoleh penjelasan mengenai proses bisnis dan operasional kilang, rombongan dari Malaysia juga mendapatkan paparan mengenai implementasi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang dijalankan Kilang Pertamina Dumai sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung pemberdayaan masyarakat serta pelestarian lingkungan di sekitar wilayah operasional.
Dosen Pembimbing Universiti Malaysia Kelantan, Mohammed Rahman, mengapresiasi dukungan penuh yang diberikan Pertamina Kilang Dumai kepada para mahasiswa. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya memperkaya wawasan akademik peserta, tetapi juga mempererat hubungan Indonesia dan Malaysia, khususnya di bidang pendidikan, industri, dan komunitas.
Melalui program kunjungan industri ini, Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai berharap dapat terus meningkatkan literasi masyarakat mengenai industri hilir migas, memperkuat kolaborasi dengan dunia pendidikan, serta menginspirasi lahirnya talenta-talenta muda yang kompeten dan siap berkontribusi dalam mendukung ketahanan energi nasional.
Inisiatif tersebut juga sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas. (soe)































