Scroll untuk baca artikel
DumaiHealthRiau

Vaksinasi Digencarkan hingga September, Sekda Fahmi Rizal: 127 Kasus Gigitan di Dumai, tetapi Nol Kasus Rabies

×

Vaksinasi Digencarkan hingga September, Sekda Fahmi Rizal: 127 Kasus Gigitan di Dumai, tetapi Nol Kasus Rabies

Sebarkan artikel ini

DUMAI (MDC) – Pemerintah Kota Dumai menggencarkan vaksinasi rabies selama tiga bulan, mulai Juli hingga September 2026, dalam rangka Bulan Vaksinasi Rabies menjelang Hari Rabies Sedunia yang diperingati setiap akhir September.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya mempertahankan status nol kasus rabies di Kota Dumai meski sepanjang tahun 2026 telah terjadi 127 kasus gigitan hewan penular rabies (HPR).

Komitmen tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Dumai, Fahmi Rizal, saat memimpin Kick-off Bulan Vaksinasi Rabies Kota Dumai di kawasan Taman Bukit Gelanggang, Jalan Jenderal Sudirman, Kamis (02/07/2026).

Fahmi Rizal mengungkapkan, hingga Juli 2026 tercatat sebanyak 127 kasus gigitan hewan penular rabies, yang didominasi gigitan anjing, kucing, dan monyet. Namun, dari seluruh kasus tersebut tidak ditemukan satu pun warga yang terjangkit rabies.

“Hingga Juli 2026 ada 127 kasus gigitan hewan penular rabies, mulai dari anjing, kucing, hingga monyet. Alhamdulillah, dari seluruh kasus itu tidak ada satu pun yang positif rabies,” ujar Fahmi.

Menurutnya, capaian nol kasus rabies tersebut tidak lepas dari upaya vaksinasi yang terus dilakukan Pemerintah Kota Dumai terhadap hewan penular rabies.

Ia menjelaskan, pada tahun 2026 Kota Dumai memperoleh alokasi sebanyak 2.000 dosis vaksin rabies. Hingga Juni, sebanyak 1.384 dosis telah digunakan untuk vaksinasi hewan peliharaan.

Untuk memperluas cakupan vaksinasi, Kepala DKPP Kota Dumai Elywarti mengatakan bahwa pihaknya akan mengoptimalkan layanan jemput bola melalui program door to door selama Bulan Vaksinasi Rabies yang berlangsung dari Juli hingga September.

Bahkan, apabila Pemerintah Provinsi Riau maupun pemerintah pusat menambah alokasi vaksin, Dumai siap melaksanakan vaksinasi lebih luas dengan target mencapai 5.000 dosis pada tahun ini.

“Hari ini saja target awal kami 200 ekor, namun hingga siang sudah 284 hewan peliharaan berhasil divaksin. Ini menunjukkan kesadaran masyarakat untuk melindungi hewan peliharaannya semakin tinggi,” katanya.

Hewan yang divaksinasi didominasi kucing, anjing, dan monyet, yang merupakan hewan penular rabies paling banyak dipelihara masyarakat.

Ely mengimbau masyarakat yang memiliki hewan peliharaan agar rutin memberikan vaksin rabies dan menjaga kesehatan hewan. Menurutnya, rabies merupakan penyakit yang sangat berbahaya karena dapat menular melalui gigitan dan berakibat fatal apabila tidak dicegah.

Selain vaksinasi, pemilik hewan juga diminta menjaga kebersihan kandang serta rutin memeriksakan kesehatan hewan peliharaan sebagai bagian dari upaya pencegahan.

Sementara itu, Kick-off Bulan Vaksinasi Rabies Provinsi Riau Tahun 2026 dilaksanakan secara serentak di seluruh kabupaten/kota.

Sekda Dumai mengikuti kegiatan tersebut secara virtual dari Taman Bukit Gelanggang bersama jajaran Pemerintah Kota Dumai, sementara acara utama dipusatkan di UPT Laboratorium Veteriner dan Klinik Hewan Provinsi Riau di Pekanbaru dan dibuka oleh Pelaksana Tugas Gubernur Riau, SF Hariyanto.

Melalui gerakan vaksinasi massal ini, Pemerintah Kota Dumai berharap status nol kasus rabies dapat terus dipertahankan sekaligus mendukung target Provinsi Riau menuju daerah bebas rabies. (soe)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *