Scroll untuk baca artikel
BeritaSports

DPRD Dumai Perkuat Payung Hukum Olahraga Melalui Perda Inisiatif, Keberlanjutan Pembinaan Atlet Jadi Prioritas

×

DPRD Dumai Perkuat Payung Hukum Olahraga Melalui Perda Inisiatif, Keberlanjutan Pembinaan Atlet Jadi Prioritas

Sebarkan artikel ini

DUMAI (MDC) – Pembinaan atlet membutuhkan proses panjang, dukungan berkelanjutan dan kebijakan yang memiliki kepastian. Karena itu, DPRD Kota Dumai mendorong penguatan regulasi sebagai landasan dalam membangun sistem olahraga yang lebih terarah dan berkelanjutan.

Upaya tersebut dilakukan melalui pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penyelenggaraan Keolahragaan oleh Panitia Khusus (Pansus) A DPRD Kota Dumai, Selasa (8/9/2026).

Rapat kerja digelar di Ruang Rapat Cempaka Lantai I Gedung DPRD Kota Dumai dan dipimpin Ketua Pansus A DPRD Kota Dumai, Edison, S.H., didampingi anggota Pansus A, yakni Idrus, S.T., Rudi Hartono, S.Psi., Muhammad Al Ichwan Hadi, S.Sos., Ananda Putri Salsabila, S.M., M.M., serta Edwar Randa, S.E., M.Si.

Pembahasan dilakukan bersama sejumlah pemangku kepentingan di bidang olahraga untuk menggali masukan sekaligus menyamakan persepsi terhadap substansi Ranperda yang tengah disusun.

Hadir dalam rapat tersebut Kepala Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kota Dumai, perwakilan Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kota Dumai, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Dumai, Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Dumai, NPC Disabilitas Kota Dumai serta sejumlah tokoh olahraga.

Ketua Pansus A DPRD Kota Dumai, Edison, S.H., mengatakan pelibatan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam proses pembahasan Ranperda. Menurutnya, regulasi yang disusun harus mampu menjawab kebutuhan nyata dunia olahraga, terutama dalam memastikan pembinaan atlet dapat dilakukan secara terarah dan berkelanjutan.

“Pembahasan ini kita lakukan untuk mendapatkan masukan dari seluruh pihak terkait sehingga Ranperda tentang Penyelenggaraan Keolahragaan dapat disusun secara komprehensif dan mampu menjawab kebutuhan olahraga di Kota Dumai,” ujar Edison.

Menurutnya, prestasi atlet tidak lahir secara instan. Dibutuhkan pembinaan sejak usia dini, program latihan yang berkesinambungan, dukungan pelatih, fasilitas yang memadai serta perhatian terhadap kebutuhan atlet.

Karena itu, keberadaan Perda tentang Penyelenggaraan Keolahragaan diharapkan dapat memberikan landasan hukum yang lebih jelas bagi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan pembinaan dan pengembangan olahraga.

Dengan payung hukum yang lebih kuat, pembinaan atlet diharapkan tidak hanya berorientasi pada pencapaian prestasi dalam sebuah kejuaraan, tetapi dibangun melalui sistem yang berkesinambungan. Mulai dari pencarian bibit potensial, pembinaan usia dini, peningkatan kemampuan hingga pengembangan atlet berprestasi.

“Harapan kita tentu olahraga di Dumai semakin maju, pembinaan semakin baik dan atlet-atlet kita mendapatkan dukungan yang sesuai dengan kebutuhan mereka,” kata Edison.

Pembahasan Ranperda juga mencakup olahraga masyarakat. Pengembangan olahraga diharapkan tidak hanya berfokus pada atlet prestasi, tetapi juga mendorong masyarakat untuk aktif berolahraga dan menjadikan aktivitas fisik sebagai bagian dari pola hidup sehat.

Aspek olahraga penyandang disabilitas turut menjadi perhatian. Pemerintah daerah diharapkan memiliki dasar hukum yang kuat untuk memastikan pembinaan, fasilitas dan kesempatan berprestasi bagi atlet penyandang disabilitas dapat terus dikembangkan.

Sejumlah pandangan dan saran disampaikan peserta rapat sebagai bahan penyempurnaan Ranperda. Masukan dari organisasi olahraga dan para pelaku olahraga menjadi bagian penting untuk memastikan regulasi yang nantinya ditetapkan dapat diterapkan secara efektif.

Pansus A DPRD Kota Dumai menilai pembangunan olahraga membutuhkan sinergi seluruh pihak. Pemerintah daerah, DPRD, organisasi olahraga, atlet, pelatih, masyarakat, dunia usaha serta pemangku kepentingan lainnya memiliki peran dalam membangun ekosistem olahraga yang sehat dan berprestasi.

Melalui Ranperda Penyelenggaraan Keolahragaan, DPRD Dumai berharap pembinaan olahraga memiliki arah yang lebih jelas, terukur dan berkelanjutan. Regulasi tersebut juga diharapkan dapat memberikan kepastian dalam mendukung atlet yang tengah berjuang membawa nama Kota Dumai di berbagai ajang kompetisi.
Sebab, di balik setiap prestasi terdapat proses panjang yang tidak hanya membutuhkan kemampuan atlet, tetapi juga dukungan sistem pembinaan yang konsisten.

Pansus A DPRD Kota Dumai berkomitmen melanjutkan pembahasan secara menyeluruh dengan melibatkan pihak-pihak terkait sebelum Ranperda tersebut memasuki tahapan pembahasan selanjutnya.

Dengan hadirnya payung hukum yang lebih kuat, olahraga Dumai diharapkan tidak sekadar mengejar medali, tetapi mampu membangun sistem pembinaan yang melahirkan atlet berprestasi secara berkelanjutan. (soe)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *