Scroll untuk baca artikel
DumaiEconomyRiau

Perkuat Ketahanan Pangan Daerah, Bank Indonesia Salurkan Bantuan Pengairan Modern untuk Dua Kelompok Tani di Dumai

×

Perkuat Ketahanan Pangan Daerah, Bank Indonesia Salurkan Bantuan Pengairan Modern untuk Dua Kelompok Tani di Dumai

Sebarkan artikel ini

DUMAI (MDC) – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Riau kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan melalui penyaluran bantuan sarana dan prasarana pertanian kepada dua kelompok tani di Kota Dumai, Jumat (31/7/2026).

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau, Syachman Perdymer, kepada Kelompok Tani Sepakat di Kelurahan Basilam Baru, Kecamatan Sungai Sembilan, dan Kelompok Tani Subur II di Kelurahan Lubuk Gaung.

Kegiatan penyerahan bantuan dipusatkan di lahan pertanian Kelompok Tani Sepakat di Jalan PU, Kelurahan Basilam Baru.

Turut hadir Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Dumai Agus Winarno, Kepala Bidang Penyuluhan DKPP, Koordinator Wilayah Penyuluh Pertanian Kementerian Pertanian, Babinsa Basilam Baru, para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), serta anggota kedua kelompok tani.

Untuk Kelompok Tani Sepakat yang mengembangkan komoditas cabai merah dengan rencana pengelolaan lahan seluas 4 hektare, Bank Indonesia menyalurkan satu paket sistem pengairan hortikultura yang terdiri atas enam titik sumur bor, enam unit pompa air listrik, enam unit polytank beserta instalasi pipa, satu unit mesin cultivator, serta pembangunan instalasi listrik berupa tiang dan kabel sepanjang sekitar 300 meter dari kantor Balai Benih Induk (BBI) menuju lahan pertanian.

Sementara itu, Kelompok Tani Subur II di Kelurahan Lubuk Gaung menerima bantuan berupa satu unit cultivator, dua unit mesin pompa air, tiga unit mesin potong rumput, 150 kotak selang drip, selang kain berdiameter tiga inci sepanjang 600 meter, serta paralon dan soket pendukung sistem irigasi.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau, Syachman Perdymer, berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para petani untuk meningkatkan produktivitas pertanian.

“Semoga bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya sehingga mampu meningkatkan hasil produksi, memperkuat ketahanan pangan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan para petani di Kota Dumai,” ujarnya.

Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Dumai, Agus Winarno, mengapresiasi kepedulian Bank Indonesia dalam mendukung pengembangan sektor pertanian di Kota Dumai.

Menurutnya, bantuan sarana dan prasarana tersebut akan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produktivitas petani, khususnya komoditas hortikultura.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Riau atas dukungan yang diberikan kepada kelompok tani di Kota Dumai,” katanya.

Bantuan ini diharapkan dapat dimanfaatkan dan dirawat dengan sebaik-baiknya sehingga mampu meningkatkan hasil produksi, memperkuat ketahanan pangan daerah, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

“Kami juga berharap sinergi yang baik ini dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak kelompok tani di Dumai yang memperoleh manfaat serupa,” ujar Agus Winarno.

Ketua Kelompok Tani Sepakat, Mas Doyok, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Bank Indonesia atas perhatian yang diberikan kepada para petani.

Menurutnya, persoalan ketersediaan air selama ini menjadi tantangan utama dalam budidaya cabai, terutama saat musim kemarau. Dengan adanya sistem pengairan yang lebih modern dan peralatan pendukung pertanian, petani optimistis produktivitas lahan akan meningkat.

“Kami sangat bersyukur atas bantuan ini. Sistem pengairan yang lengkap beserta alat pengolah tanah akan sangat membantu petani dalam mengelola lahan secara lebih efektif dan efisien. Kami berharap ke depan Bank Indonesia juga dapat memberikan bantuan serupa kepada kelompok-kelompok tani lainnya di Kota Dumai,” katanya.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyerahan bantuan secara simbolis, penandatanganan berita acara serah terima, serta peninjauan langsung fasilitas pengairan dan demonstrasi penggunaan mesin cultivator di lahan pertanian. (soe)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *