BAGANBESAR (M) — Masyarakat mendesak Pemerintah Kota Dumai melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) segera memanggil manajemen Gudang DC Shopee yang berlokasi di Bagan Besar.
Desakan ini muncul seiring terus bertambahnya tenaga kerja dari luar Kota Dumai yang direkrut secara rutin oleh perusahaan tersebut.
Warga menilai, dominasi pekerja dari luar daerah membuat tenaga kerja lokal kesulitan mendapatkan kesempatan kerja secara berkelanjutan. Kondisi ini dinilai tidak sejalan dengan mekanisme perekrutan tenaga kerja yang telah ditetapkan pemerintah, yang seharusnya memberi prioritas kepada tenaga kerja tempatan.
Tokoh masyarakat Bagan Besar, Hamdan, pada Rabu (15/04/2026) mengungkapkan kekecewaannya terhadap minimnya peluang bagi warga lokal untuk bekerja di gudang tersebut. Ia menyebutkan, saat ini justru banyak pekerja dari luar Dumai yang telah menetap dan menyewa rumah demi bekerja secara rutin di Gudang DC Shopee.
“Kesempatan bagi anak tempatan sangat terbatas, sementara tenaga kerja dari luar justru terus bertambah. Ini menimbulkan pertanyaan besar terkait sistem perekrutan yang dilakukan,” ujarnya.
Hamdan juga menduga adanya praktik keberpihakan internal dalam proses rekrutmen yang membuka peluang lebih besar bagi tenaga kerja luar daerah. Untuk itu, ia meminta Disnaker segera mengambil langkah tegas dengan memanggil pihak manajemen guna melakukan klarifikasi.
Selain itu, ia juga meminta instansi terkait seperti Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil serta Satuan Polisi Pamong Praja Kota Dumai untuk melakukan inspeksi terhadap dokumen kependudukan para pekerja luar daerah, sekaligus menelusuri izin operasional perusahaan.
Warga berharap, pemerintah tidak tinggal diam dan segera melakukan pengawasan menyeluruh terhadap proses rekrutmen tenaga kerja.
Langkah tegas dinilai penting agar generasi muda tempatan mendapatkan kesempatan kerja yang adil di perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kota Dumai ke depan. (mad)































