DUMAI (MDC) – Komitmen PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Produksi Sungai Pakning dalam menjaga kelestarian ekosistem gambut melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) mendapat pengakuan di tingkat nasional.
Perusahaan dipercaya membagikan praktik baik pengelolaan gambut berkelanjutan pada Rapat Kerja Pencegahan dan Antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) pada Ekosistem Gambut yang diselenggarakan Direktorat Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut, Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), di Hotel Pullman Jakarta Central Park, Jumat (10/7/2026).
Kegiatan tersebut dibuka Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH, Moh. Jumhur Hidayat. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa ekosistem gambut memiliki peran strategis sebagai penyimpan karbon sekaligus sumber kehidupan masyarakat, sehingga pengelolaannya harus dilakukan secara berkelanjutan melalui kolaborasi berbagai pihak agar fungsi ekologisnya tetap terjaga.
Forum nasional ini mempertemukan unsur pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan para pemangku kepentingan untuk berbagi pengalaman serta praktik terbaik dalam pengelolaan gambut.
Pada kesempatan tersebut, Kilang Pertamina Sungai Pakning mempresentasikan materi bertajuk “Gambut Lestari, Alam Menghidupi”, yang mengangkat implementasi program CSR dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Manager Production PT Pertamina Patra Niaga Kilang Sungai Pakning, Triadi Lukito, menjelaskan bahwa pengalaman panjang Riau menghadapi kebakaran hutan dan lahan menjadi dasar perusahaan membangun sistem pencegahan karhutla yang berkelanjutan.
Berangkat dari pengalaman kebakaran yang pernah melanda 183.808 hektare lahan di Provinsi Riau serta 86 hektare di wilayah Sungai Pakning, perusahaan mengembangkan pendekatan yang mengintegrasikan penguatan kapasitas masyarakat, inovasi teknologi, dan pemberdayaan ekonomi.
“Gambut lestari bukan hanya tentang mencegah kebakaran, tetapi bagaimana ekosistem tersebut tetap mampu menghidupi masyarakat di sekitarnya. Karena itu, seluruh program yang kami jalankan dirancang agar pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan dapat berjalan beriringan,” ujar Triadi.
Melalui Program Penanganan Karhutla, Kilang Pertamina Sungai Pakning secara konsisten memperkuat kapasitas relawan Masyarakat Peduli Api (MPA) melalui latihan gabungan bersama HSSE Pertamina dan Manggala Agni, transfer kompetensi HSSE, pelatihan pertolongan pertama (P3K), pelatihan penanganan hewan berbisa, hingga sertifikasi profesi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Upaya tersebut diperkuat dengan penyediaan sarana dan prasarana pemadaman, pembangunan embung, revitalisasi sekat kanal, serta kolaborasi lintas pemangku kepentingan.
Dalam pengelolaan gambut, perusahaan juga menghadirkan berbagai inovasi seperti Nozzle Gambut, Expintable, dan AKURRAT yang dirancang untuk meningkatkan efektivitas pencegahan dan penanganan karhutla sesuai karakteristik lahan gambut.
Tak hanya berfokus pada mitigasi bencana, Kilang Pertamina Sungai Pakning juga menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat berbasis pelestarian lingkungan, mulai dari pertanian hortikultura berkelanjutan, budidaya ikan khas gambut, program MPBPreneurship untuk meningkatkan kesejahteraan relawan MPA, hingga pengembangan kawasan konservasi melalui Arboretum Gambut Marsawa, Hutan Gambut Sukajadi, serta penanaman kopi Liberika dan berbagai vegetasi khas gambut.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai, Tengku Muhammad Rum, menegaskan bahwa perusahaan terus berkomitmen mendukung pencegahan dan penanganan karhutla melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.
“Kilang Pertamina Dumai di seluruh unit operasinya, yakni Dumai, Sungai Pakning, serta Pangkalan Brandan di Sumatera Utara, terus berperan aktif mendukung upaya pencegahan dan penanganan karhutla melalui kesiapsiagaan personel firefighter serta keandalan armada pemadam. Komitmen ini merupakan bagian dari tanggung jawab perusahaan dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi,” ujar Muhammad Rum.
Partisipasi Kilang Pertamina Sungai Pakning dalam forum nasional tersebut menjadi bukti komitmen perusahaan untuk terus memperkuat kolaborasi dalam pelestarian ekosistem gambut melalui inovasi, pemberdayaan masyarakat, dan implementasi program CSR yang berkelanjutan.
Semangat “Gambut Lestari, Alam Menghidupi” diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi berbagai pihak dalam mewujudkan ekosistem gambut yang tetap lestari sekaligus memberikan manfaat bagi generasi mendatang. (soe)































