Scroll untuk baca artikel
Pilihan EditorRiau

Dari Kandang Sapi ke Kebun Terong, Cara PHR Mengenalkan Alam kepada Anak-Anak

×

Dari Kandang Sapi ke Kebun Terong, Cara PHR Mengenalkan Alam kepada Anak-Anak

Sebarkan artikel ini

PINGGIR (MDC) – Riuh suara 55 siswa TK Harapan Bangsa Kabupaten Bengkalis terdengar di area pertanian Kelompok Tani Hutan (KTH) Alam Pusaka Jaya, Desa Pinggir, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Rabu (14/10/2026). Didampingi guru dan orang tua, anak-anak itu tampak antusias mengenal sapi hingga melihat tanaman terong yang tumbuh di kebun.

Kegiatan ini menjadi pengalaman belajar di luar kelas melalui program Community Involvement & Development (CID) Goes to School yang digagas PT Pertamina Hulu Rokan (PHR). Melalui program tersebut, PHR memanfaatkan potensi kelompok tani binaan sebagai ruang edukasi terbuka agar anak-anak dapat mengenal lingkungan dan kehidupan pertanian secara langsung.

Di area peternakan, para siswa diperkenalkan dengan ciri-ciri sapi, proses penggemukan, serta cara pemberian pakan. Mereka kemudian diajak menuju perkebunan terong untuk mengenal jenis tanaman dan memahami tahapan perawatannya, mulai dari penyiraman hingga pemupukan.

Bagi anak-anak seusia mereka, pengalaman ini menghadirkan cara belajar yang berbeda. Mereka tidak hanya mendengarkan penjelasan guru, tetapi juga melihat langsung aktivitas peternakan dan pertanian yang selama ini mungkin hanya mereka kenal melalui buku atau cerita.

Melalui CID Goes to School, PHR mendorong pemanfaatan potensi lokal sebagai sarana pembelajaran yang edukatif dan menyenangkan. Kegiatan ini sekaligus memperluas peran KTH Alam Pusaka Jaya, yang tidak hanya menjadi wadah pengembangan pertanian dan peternakan masyarakat, tetapi juga ruang berbagi pengetahuan bagi generasi muda.

Ketua KTH Alam Pusaka Jaya, Jhon Hendrik Purba, menyambut baik kunjungan para siswa. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi kelompok tani untuk berbagi pengalaman sekaligus mengenalkan lingkungan alam kepada anak-anak sejak dini.

“Kami senang bisa berbagi pengetahuan. Dengan kegiatan belajar langsung di alam, anak-anak bisa mendapatkan pengalaman baru, mengenal lingkungan sekitar, dan menumbuhkan rasa ingin tahu untuk mengeksplorasi lebih banyak hal lain di sekitar mereka,” ujarnya.

Kepala Sekolah TK Harapan Bangsa, Kustina, S.Pd., juga mengapresiasi program yang difasilitasi PHR tersebut. Ia menilai pembelajaran langsung di lingkungan pertanian memberikan pengalaman baru bagi siswa sekaligus membantu mereka mengenal kehidupan di sekitar.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada PHR atas kesempatan yang diberikan kepada anak-anak kami untuk belajar dan mengenal lingkungan secara langsung. Kami berharap, ke depannya semakin banyak program PHR yang dapat melibatkan Taman Kanak-kanak (TK) maupun Kelompok Bermain (KB),” tuturnya.

Bagi PHR, kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan, khususnya dalam mendukung pendidikan serta pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasi.

Melalui pendekatan yang melibatkan kelompok masyarakat, program CID tidak hanya diarahkan untuk memperkuat kapasitas dan kemandirian ekonomi, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk berkontribusi dalam kegiatan edukasi.

Pengalaman di KTH Alam Pusaka Jaya memperlihatkan bagaimana lahan pertanian dan peternakan dapat menjadi sumber pembelajaran bagi anak-anak. Dari mengenal sapi hingga mengamati tanaman terong, mereka diajak memahami proses sederhana dalam kehidupan alam sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.

Melalui CID Goes to School, PHR berharap pembelajaran berbasis pengalaman seperti ini dapat memperluas wawasan, membangun rasa ingin tahu, serta menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini. Di Desa Pinggir, kandang sapi dan kebun terong pun menjadi ruang belajar yang mempertemukan dunia anak-anak dengan kehidupan pertanian masyarakat. (*/soe)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *