Scroll untuk baca artikel
DumaiPilihan EditorSports

Merangkai Kebersamaan di Tengah Keterbatasan, AKJ Ajak Seluruh Cabor Bersatu Bangun Prestasi Olahraga Dumai

×

Merangkai Kebersamaan di Tengah Keterbatasan, AKJ Ajak Seluruh Cabor Bersatu Bangun Prestasi Olahraga Dumai

Sebarkan artikel ini
PLT. Ketua Umum KONI Kota Dumai Abdul Kadir Jaelani sedang memberikan sambutan pada silaturahmi pengurus KONI dan pengurus Cabor.

DUMAI (MDC) – Di tengah tantangan pembinaan olahraga yang semakin kompleks, suasana hangat justru terasa dalam pertemuan sederhana yang mempertemukan pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Dumai dengan para pengurus cabang olahraga (cabor), Senin (27/7/2026) malam.

Tidak ada sekat, tidak ada perbedaan kepentingan dalam pertemuan tersebut. Yang terlihat hanyalah keinginan untuk kembali merajut kebersamaan sebagai fondasi membangun prestasi olahraga Kota Dumai.

Abdul Kadir Jailani yang baru saja dipercaya memegang tampuk kepemimpinan KONI Kota Dumai sebagai Pelaksana Tugas (PLT) Ketua Umum menggantikan Agustiawan yang mengundurkan diri, memilih memulai langkah kepemimpinannya bukan dengan gebrakan program besar, melainkan dengan membangun komunikasi. Baginya, organisasi olahraga yang kuat lahir dari hubungan yang harmonis di antara seluruh unsur yang berada di bawah naungan KONI.

Sekretaris KONI Kota Dumai Muhammad Ali Akbar dan Bendahara Aban Lee

Kegiatan silaturahmi yang berlangsung di Sky Lounge Hotel Sona View itu dihadiri jajaran pengurus KONI, para ketua dan pengurus cabang olahraga, serta insan media. Pertemuan diawali dengan makan malam bersama yang berlangsung dalam suasana akrab sebelum dilanjutkan dengan dialog terbuka mengenai masa depan olahraga Dumai.

Bagi AKJ, demikian Ia akrab disapa, momen tersebut bukan sekadar pertemuan rutin organisasi. Ia memanfaatkannya sebagai titik awal menyatukan kembali semangat seluruh cabang olahraga yang selama ini menjadi ujung tombak pembinaan atlet di Kota Dumai.

“KONI harus menjadi rumah bagi seluruh cabang olahraga. Saya mengajak seluruh pengurus dan cabor untuk terus menjaga silaturahmi, memperkuat kebersamaan, dan jangan ragu menyampaikan berbagai masukan demi kemajuan olahraga di Kota Dumai,” ujar AKJ

Menurutnya, keberhasilan sebuah organisasi olahraga tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mencari atlet berbakat atau menyusun program latihan.

Yang jauh lebih penting adalah membangun rasa saling percaya antar-pengurus sehingga seluruh cabang olahraga merasa memiliki rumah yang sama.

Ia mengaku menyadari bahwa pembinaan prestasi atlet tidak mungkin berjalan maksimal apabila hubungan antar cabor masih diwarnai sekat-sekat yang justru menghambat kolaborasi.

“Saya menyadari bahwa pembinaan prestasi atlet tak bisa dilepaskan dari solidnya hubungan antar-pengurus. Oleh karena itu, saya akan merangkul seluruh cabor tanpa membeda-bedakan. Ini menjadi langkah awal yang sangat penting. Kita butuh fondasi yang kuat, dan fondasi itu adalah rasa saling percaya serta komunikasi yang baik antar cabor. Target kita jelas, membawa olahraga Dumai semakin berprestasi di tingkat provinsi maupun nasional,” tegasnya.

PLT Ketua Umum Abdul Kadir Jaelani, Ketua Harian Muhammad Khadafi bersama pengurus KONI Kota Dumai

Pesan itu mendapat sambutan positif dari para pengurus cabang olahraga. Mereka berharap komunikasi yang lebih terbuka dapat menghidupkan kembali semangat pembinaan atlet sekaligus memperkuat koordinasi menghadapi berbagai agenda kompetisi di masa mendatang.

Namun AKJ tidak menutup mata terhadap realitas yang dihadapi organisasi olahraga saat ini. Ia mengakui bahwa kondisi keuangan daerah turut memberikan dampak terhadap pelaksanaan program pembinaan, termasuk kegiatan organisasi yang membutuhkan dukungan anggaran.

Keterbatasan fiskal daerah, menurutnya, menjadi tantangan yang harus dihadapi secara bersama.

Karena itu, ia mengajak seluruh insan olahraga untuk tidak menjadikan kondisi tersebut sebagai alasan berhenti bergerak.

Baginya, keterbatasan justru harus melahirkan kreativitas, efisiensi, dan semangat gotong royong agar pembinaan atlet tetap berjalan. Ia meyakini bahwa prestasi tidak selalu ditentukan oleh besarnya anggaran, tetapi juga oleh kuatnya komitmen seluruh elemen olahraga.

“Meskipun dengan segala keterbatasan yang ada, saya tetap optimistis pembinaan olahraga dapat berjalan dengan baik apabila mendapat dukungan dari seluruh cabang olahraga, pengurus, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat. Dengan kebersamaan, saya yakin olahraga Kota Dumai akan semakin maju dan berprestasi,” katanya.

Selain membangun konsolidasi internal, AKJ juga mulai menyiapkan sejumlah langkah strategis bagi organisasi. Salah satunya adalah pelaksanaan rapat koordinasi Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus mendatang sebagai bagian dari tahapan menuju pemilihan Ketua KONI Kota Dumai yang definitif.

Ia berharap seluruh proses organisasi dapat berjalan secara demokratis, transparan, serta sesuai dengan aturan yang berlaku sehingga menghasilkan kepemimpinan yang mampu membawa olahraga Dumai menuju arah yang lebih baik.

Dalam kesempatan itu, AKJ juga memastikan dirinya akan ikut berkompetisi pada pemilihan Ketua KONI Kota Dumai mendatang.

Keputusan tersebut, menurutnya, merupakan bentuk komitmen untuk terus mengabdikan diri bagi kemajuan olahraga daerah apabila mendapat kepercayaan dari seluruh anggota KONI.

Di sisi lain, ia juga memaparkan rencana pemindahan kantor sekretariat KONI ke kawasan Stadion Wan Dahlan Ibrahim. Gagasan tersebut bukan sekadar memindahkan lokasi kantor, melainkan menciptakan pusat aktivitas olahraga yang lebih representatif.

Nantinya, kawasan itu diharapkan dapat menjadi sekretariat bersama bagi cabang-cabang olahraga sehingga koordinasi antar pengurus menjadi lebih mudah, aktivitas organisasi lebih hidup, dan pembinaan atlet dapat dilakukan secara lebih terarah.

“Kami juga merencanakan pemindahan kantor KONI ke Stadion Wan Dahlan Ibrahim. Harapannya, di sana tersedia sekretariat bagi cabang olahraga sehingga koordinasi semakin mudah dan pembinaan atlet dapat berjalan lebih baik,” jelasnya.

Langkah-langkah yang mulai disusun tersebut menunjukkan bahwa AKJ ingin memulai pembenahan organisasi dari fondasi paling mendasar, yakni membangun kebersamaan, memperkuat komunikasi, serta menciptakan ruang kolaborasi bagi seluruh cabang olahraga.

Di tengah berbagai tantangan, mulai dari dinamika organisasi hingga keterbatasan anggaran daerah, optimisme tetap menjadi pesan utama yang dibawanya. Sebab, bagi AKJ, prestasi olahraga tidak lahir dari kerja individu, melainkan dari semangat kolektif seluruh insan olahraga yang memiliki tujuan yang sama: mengharumkan nama Kota Dumai di tingkat provinsi, nasional, bahkan lebih tinggi lagi. (soe)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *