PEKANBARU (MDC) – Kalangan pelajar mulai menunjukkan peran penting dalam perkembangan pasar modal di Provinsi Riau. Dengan jumlah mencapai 37.858 investor atau 19,06 persen dari total investor berdasarkan kategori pekerjaan, pelajar menempati posisi kedua terbanyak setelah pegawai swasta.
Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Riau, Emon Sulaeman, mengatakan jumlah investor berdasarkan kategori pekerjaan tercatat sebanyak 197.107 orang. Dari jumlah tersebut, pegawai swasta mendominasi dengan 71.287 investor atau 36,17 persen.
“Setelah pegawai swasta, kelompok pelajar menempati posisi kedua dengan 37.858 investor atau 19,06 persen, disusul pengusaha sebanyak 32.545 investor atau 16,51 persen,” kata Emon, Selasa (27/10/2026).
Besarnya jumlah investor dari kalangan pelajar menunjukkan bahwa pasar modal mulai menjangkau generasi muda. Perkembangan ini turut didukung kemudahan akses informasi digital serta kegiatan edukasi yang menyasar kalangan pelajar dan mahasiswa.
Menurut Emon, generasi muda memiliki potensi besar untuk menjadi investor karena terbiasa menggunakan teknologi dan mengakses informasi melalui perangkat digital. Namun, kemudahan tersebut harus diimbangi pemahaman yang memadai agar keputusan investasi tidak sekadar mengikuti tren atau rekomendasi di media sosial.
“Harapannya, mereka menjadi investor yang berkualitas, tidak ikut-ikutan, tetapi mengambil keputusan berdasarkan informasi yang cukup,” ujarnya.
Untuk mendukung hal tersebut, BEI Riau terus memperluas edukasi pasar modal melalui galeri investasi di perguruan tinggi dan galeri investasi edukasi hingga tingkat sekolah menengah atas (SMA).
Program ini diharapkan dapat memperkenalkan investasi sejak dini sekaligus membekali pelajar dengan pengetahuan mengenai mekanisme, peluang, dan risiko investasi di pasar modal.
Emon menegaskan, edukasi menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas pertumbuhan investor. Pasalnya, investasi saham memiliki risiko fluktuasi harga sehingga setiap keputusan harus didasarkan pada analisis dan pemahaman terhadap instrumen yang dipilih.
Ia juga mengingatkan generasi muda agar tidak mudah terpengaruh rekomendasi investasi dari influencer. Informasi yang beredar di media sosial perlu diperiksa terlebih dahulu dan tidak langsung dijadikan dasar untuk membeli atau menjual saham.
Selain mendorong penambahan jumlah investor, BEI juga berupaya meningkatkan keaktifan investor agar pertumbuhan pasar modal tidak hanya diukur dari banyaknya rekening yang dibuka, tetapi juga dari partisipasi yang berkelanjutan.
Sementara itu, perkembangan pasar modal di Riau menunjukkan potensi yang terus terbuka. Hingga Agustus 2026, jumlah investor tercatat mencapai 711.432 orang, dengan total nilai transaksi sebesar Rp47,8 triliun.
Setelah pelajar, kelompok pekerjaan lain yang tercatat sebagai investor meliputi kategori lain-lain sebanyak 34.532 orang atau 17,52 persen, pengusaha 32.545 orang, pegawai negeri 7.511 orang, dan ibu rumah tangga 7.499 orang.
Adapun guru dan dosen tercatat sebanyak 3.392 investor, TNI dan Polri 1.434 investor, serta pensiunan 1.049 investor.
Melalui edukasi yang berkelanjutan, BEI berharap semakin banyak pelajar dan generasi muda yang mengenal pasar modal, memahami risiko investasi, serta mampu mengambil keputusan secara bijak berdasarkan pengetahuan, bukan sekadar mengikuti tren. (*/soe)
































