Scroll untuk baca artikel
DumaiEconomyRiau

Investasi Dumai Tembus Rp8,34 Triliun, Peringkat Kedua Terbesar di Riau

×

Investasi Dumai Tembus Rp8,34 Triliun, Peringkat Kedua Terbesar di Riau

Sebarkan artikel ini

PEKANBARU (MDC) – Kota Dumai mencatatkan realisasi investasi sebesar Rp8,34 triliun sepanjang Januari hingga September 2026. Capaian tersebut menempatkan Dumai pada peringkat kedua daerah dengan realisasi investasi terbesar di Provinsi Riau, setelah Kota Pekanbaru yang membukukan Rp9,28 triliun.

Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Riau, investasi Dumai menyumbang 17,40 persen dari total realisasi investasi Riau yang mencapai Rp47,91 triliun selama sembilan bulan pertama 2026.

Sementara itu, Kabupaten Kampar berada di posisi berikutnya dengan realisasi Rp7,41 triliun atau 15,47 persen. Disusul Kabupaten Bengkalis sebesar Rp5,19 triliun dan Kabupaten Pelalawan Rp5,15 triliun.

Capaian tersebut memperlihatkan besarnya kontribusi Dumai dalam menggerakkan perekonomian Riau melalui aktivitas penanaman modal di berbagai sektor usaha.

Secara keseluruhan, realisasi investasi Provinsi Riau hingga September 2026 mencapai 66,09 persen dari target tahun berjalan sebesar Rp72,5 triliun. Nilai tersebut terdiri atas Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp37,70 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp10,21 triliun.

Investasi yang terealisasi selama periode tersebut juga menyerap 41.632 tenaga kerja Indonesia di berbagai sektor usaha.

Kepala DPMPTSP Provinsi Riau, Vera Angelika O.K, mengatakan capaian investasi Riau menunjukkan posisi yang kompetitif, baik di tingkat nasional maupun regional Sumatera.

Pada periode Januari hingga September 2026, Riau berada di peringkat ke-11 nasional untuk realisasi investasi gabungan PMDN dan PMA. Di Pulau Sumatera, Riau menempati posisi kedua, sedangkan untuk kategori PMDN berada di peringkat pertama nasional.

“Secara nasional, Provinsi Riau menempati peringkat ke-12 realisasi investasi PMDN dan PMA pada Triwulan III Tahun 2026. Untuk realisasi PMDN, Provinsi Riau berada pada peringkat ke-7 nasional, sedangkan untuk PMA berada pada peringkat ke-15 nasional. Di tingkat Sumatera, Provinsi Riau berada pada peringkat kedua capaian investasi gabungan PMDN dan PMA,” ujar Vera di Pekanbaru, Rabu (28/10/2026).

Dumai Dominasi Capaian Triwulan III

Kontribusi Dumai semakin terlihat pada realisasi investasi Triwulan III 2026, periode Juli hingga September. Dalam tiga bulan tersebut, Dumai mencatatkan investasi sebesar Rp2,76 triliun, tertinggi di antara daerah di Riau.

Kabupaten Bengkalis menyusul dengan realisasi Rp2,41 triliun, kemudian Kabupaten Kampar sebesar Rp2,12 triliun. Kota Pekanbaru mencatatkan Rp1,93 triliun, sedangkan Kabupaten Siak sebesar Rp1,84 triliun.

Secara keseluruhan, realisasi investasi Riau pada Triwulan III mencapai Rp14,83 triliun. Nilai tersebut berasal dari PMDN sebesar Rp12,54 triliun dan PMA sebesar Rp2,29 triliun, dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 16.197 orang.

Dari sisi negara asal investasi asing, Singapura menjadi salah satu penyumbang utama, disusul Malaysia, British Virgin Islands, Hong Kong RRT, dan Bermuda. Investasi asing tersebut memperkuat pembiayaan berbagai kegiatan usaha dan industri di daerah.

Adapun berdasarkan sektor usaha, investasi terbesar di Riau berasal dari sektor kehutanan dengan nilai Rp5,86 triliun. Berikutnya industri makanan sebesar Rp2,24 triliun, serta sektor tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan sebesar Rp1,48 triliun.

Sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran mencatatkan investasi Rp1,33 triliun. Sementara itu, sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi membukukan Rp1,32 triliun.

Untuk menjaga momentum pertumbuhan investasi, DPMPTSP Provinsi Riau memperkuat koordinasi dengan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), serta DPMPTSP kabupaten dan kota.

Koordinasi tersebut dilakukan untuk mendampingi perusahaan dalam memperbaiki Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM), sekaligus meningkatkan akurasi data dan kualitas pelaporan investasi daerah.

Vera berharap langkah tersebut dapat mendorong peningkatan realisasi investasi pada Triwulan IV 2026. Dukungan pemerintah, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lainnya dinilai penting untuk mengoptimalkan potensi investasi di Riau.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Pemerintah Provinsi Riau menyiapkan agenda IMT-GT Trade Fair & Investment – Riau Expo 2026. Kegiatan ini dirancang untuk mempertemukan pemilik proyek dengan calon investor dari Indonesia, Malaysia, dan Thailand melalui fasilitasi bisnis terpadu.

Dengan realisasi Rp8,34 triliun hingga September 2026 dan capaian Rp2,76 triliun pada Triwulan III, Dumai menjadi salah satu daerah dengan kontribusi besar terhadap investasi Riau.

Tantangan berikutnya adalah menjaga momentum tersebut agar peluang penanaman modal terus berkembang dan memberikan manfaat bagi perekonomian serta penyerapan tenaga kerja di daerah. (soe)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *