Scroll untuk baca artikel
DumaiEconomyNasionalOtomotif

Kilang Pertamina Dumai Siapkan Co-Processing UCO, Perkuat Produksi SAF dan Ekonomi Sirkular

×

Kilang Pertamina Dumai Siapkan Co-Processing UCO, Perkuat Produksi SAF dan Ekonomi Sirkular

Sebarkan artikel ini

DUMAI (MDC) – PT Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai menegaskan komitmennya dalam mendukung transisi energi berkelanjutan melalui pelaksanaan commissioning fasilitas co-processing Used Cooking Oil (UCO) atau minyak jelantah, Sabtu (02/05/2026).

Langkah ini menjadi bagian strategis dalam pengembangan produksi Pertamina Sustainable Aviation Fuel (SAF), sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional dan menjawab kebutuhan sektor aviasi terhadap bahan bakar ramah lingkungan.

General Manager PT Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai, Iwan Kurniawan, menyampaikan bahwa penyiapan sarana dan fasilitas (sarfas) ini merupakan fase krusial dalam memastikan kesiapan operasional kilang untuk memproduksi energi berkelanjutan.

“Ini merupakan milestone penting dalam mempersiapkan teknologi dan infrastruktur kilang untuk produksi SAF. Seluruh proses kami jalankan secara terencana dengan mengedepankan aspek keselamatan, kepatuhan operasional, dan regulasi,” ujar Iwan.

Commissioning fasilitas co-processing UCO ini terintegrasi dengan program pengumpulan minyak jelantah bertajuk “JELMA” (Jelantah Menjadi Manfaat). Melalui program ini, perusahaan menginisiasi pengumpulan minyak jelantah dari masyarakat sebagai bahan baku alternatif produksi BBM berkelanjutan.

Sejak 17 April 2026, pengumpulan minyak jelantah dilakukan melalui skema pilot project di kawasan Komperta Bukit Datuk, Kota Dumai. Masyarakat yang berpartisipasi diberikan insentif berupa minyak baru sebagai bentuk apresiasi.

Minyak jelantah yang terkumpul selanjutnya diproses di Kilang Pertamina Dumai yang telah melalui tahapan modifikasi dan Management of Change (MOC) guna mendukung proses injeksi UCO secara aman, andal, dan efisien.

Inisiatif JELMA tidak hanya berfokus pada aspek operasional, tetapi juga memberikan dampak lingkungan dan sosial. Program ini diharapkan mampu mengurangi pencemaran akibat limbah minyak jelantah, mendorong produksi energi rendah emisi, serta menciptakan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat melalui pendekatan ekonomi sirkular.

Area Manager Communication, Relations, & CSR PT Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai, Tengku Muhammad Rum, menambahkan bahwa implementasi program dilakukan secara bertahap dan berbasis evaluasi.

“Program ini dirancang sebagai inisiatif jangka panjang. Tingkat pengumpulan akan disesuaikan dengan partisipasi masyarakat, dan pilot test akan dilakukan setelah penyelesaian modifikasi fasilitas injeksi UCO,” jelasnya.

Secara keseluruhan, program JELMA menjadi representasi komitmen perusahaan dalam mengintegrasikan inovasi energi berkelanjutan dengan pemberdayaan masyarakat, sekaligus memperkuat implementasi prinsip ekonomi sirkular di wilayah operasional Kilang Dumai. (dit)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *