Scroll untuk baca artikel
DumaiNasionalPilihan EditorRiau

Kopassus dan Wartawan Dumai Perkuat Sinergi Tangkal Hoaks, Tebarkan Semangat Kebangsaan

×

Kopassus dan Wartawan Dumai Perkuat Sinergi Tangkal Hoaks, Tebarkan Semangat Kebangsaan

Sebarkan artikel ini

DUMAI (MDC) – Di tengah derasnya arus informasi yang mengalir setiap detik melalui berbagai platform digital, peran media dan seluruh elemen bangsa dalam menjaga persatuan menjadi semakin penting. Kesadaran itulah yang menjadi semangat dalam silaturahmi antara Komandan Grup 3 Komando Pasukan Khusus (Kopassus), Brigjen TNI Bram Pramudia, bersama insan pers Kota Dumai, Jumat (19/06/2026).

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban di Kompleks Perumahan Pertamina Hulu Rokan (PHR) di Bukit Mayang tersebut tidak sekadar menjadi ajang mempererat hubungan antara TNI dan media.

Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang dialog untuk membangun kesamaan pandangan tentang pentingnya menjaga keutuhan bangsa, menangkal penyebaran hoaks, serta memperkuat wawasan kebangsaan di tengah masyarakat.

Dalam pertemuan berlangsung hangat dan akrab tersebut hadir mantan ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Dumai dua periode yang kini sebagai Wakil Ketua PWI Riau Bidang Siber dan Multimedia, Kambali dan Sekretaris Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Dumai, Hendry Kuswoyo.

Brigjen TNI Bram Pramudia menegaskan bahwa media memiliki posisi strategis sebagai mitra dalam menyampaikan informasi yang benar, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan. Menurutnya, sinergi yang baik antara TNI dan insan pers merupakan salah satu kekuatan penting dalam menjaga stabilitas serta kondusivitas daerah.

“Di era digital saat ini, informasi bergerak sangat cepat. Karena itu, peran media sangat penting untuk membantu masyarakat mendapatkan informasi yang benar dan terhindar dari berbagai informasi menyesatkan yang dapat memicu perpecahan,” ujar Brigjen Bram.

Dalam kesempatan tersebut, Brigjen Bram juga memperkenalkan peran dan tugas strategis Grup 3 Kopassus yang bermarkas di Kota Dumai. Ia menjelaskan bahwa keberadaan satuan elite TNI Angkatan Darat tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat sistem pertahanan nasional, khususnya di wilayah Sumatera yang memiliki posisi sangat strategis.

“Wilayah Sumatera berada dekat dengan jalur pelayaran internasional dan menjadi salah satu gerbang penting pertahanan negara. Kehadiran Grup 3 Kopassus di Dumai merupakan bentuk kesiapsiagaan TNI dalam menjaga kedaulatan dan keamanan wilayah,” katanya.

Menurutnya, tugas Kopassus tidak hanya berkaitan dengan aspek pertahanan semata, tetapi juga mendukung terciptanya stabilitas yang menjadi fondasi bagi pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, Grup 3 Kopassus terus membangun komunikasi dan kerja sama dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen lainnya.

Dalam dialog yang berlangsung terbuka, para wartawan juga berkesempatan berdiskusi mengenai berbagai isu kebangsaan, tantangan keamanan, hingga fenomena penyebaran hoaks yang kian marak di media sosial. Diskusi berkembang pada pentingnya meningkatkan literasi digital masyarakat agar lebih kritis dalam menerima dan menyebarkan informasi.

Brigjen Bram menegaskan bahwa menjaga keutuhan bangsa bukan hanya menjadi tugas TNI atau aparat keamanan, melainkan tanggung jawab bersama seluruh anak bangsa. Dalam hal ini, media memiliki peran strategis untuk menghadirkan informasi yang mencerahkan sekaligus memperkuat semangat persatuan.

Sementara itu, para wartawan yang hadir menyambut positif kegiatan silaturahmi tersebut. Mereka menilai komunikasi yang terbuka antara TNI dan media akan semakin memperkuat penyampaian informasi yang objektif kepada masyarakat serta menjadi sarana memperluas pemahaman tentang nilai-nilai kebangsaan.

Melalui sinergi yang terus dibangun antara Grup 3 Kopassus dan insan pers, diharapkan tercipta ruang informasi yang sehat, edukatif, dan mampu menjadi benteng bersama dalam menghadapi hoaks serta berbagai upaya yang dapat mengganggu persatuan bangsa.

Silaturahmi ditutup dengan sesi foto bersama yang penuh keakraban, menjadi simbol komitmen bersama untuk terus merawat komunikasi, memperkuat wawasan kebangsaan, dan menjaga Indonesia tetap kokoh dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). (soe)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *